Allah Angkat Derajat Orang Berilmu

Info ZISWAF

Nasehat Dhuha Senin, 28 Juni 2021 | 18 Dzulka’dah 1442 H| Oleh :   Sularto

Klikbmi, Tangerang –  Sahabat BMI Kliker yang dimuliakan Allah SWT, selamat bekerja kembali setelah kita menikmati libur akhir pekan. Tentu  kita harus bersyukur karena tetap diberikan kesehatan sehingga hari ini kita bisa kembali bersiap untuk melakukan aktifitas. Kita doakan sodara-sodara kita yang saat ini sedang diberikan ujian sakit, semoga lekas diberikan kesembuhan dan sakitnya mampu menjadi penggugur dosa. Tema kita kali ini adalah tentang derajat orang berilmu akan Allah angkat lebih tinggi.   Artikel ini berupaya menafsirkan surah al-Mujahadah [58]: 11 berbicara tentang kedudukan orang yang berilmu di sisi Allah sebagaimana yang disitir melalui ayat al-Qur’an.


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majelis”, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan (QS. al-Mujadalah [l58]: 11).

Fokus penafsiran ayat di atas adalah tentang derajat orang yang beriman dan berilmu yang diangkat serta ditinggikan oleh Allah, “yarfaʼillahu alladzin amanū minkum walladzina ūtū al-ilma darajāt”.  Kami mengutip beberapa tafsir untuk menjelaskan maksud potongan ayat tersebut, di antaranya: Tafsir Mafatih al-Ghaib, Tafsir al-Qurthubi, Tafsir al-Maraghi, Tafsir al-Munir, dan Tafsir Fath al-Qadir. Fakhruddin al-Razi menerangkan, bahwa Allah mengangkat derajat orang beriman yang taat kepada Rasul-Nya dan orang-orang yang berilmu di antara mereka dengan derajat yang spesial. Lalu apa maksud dari diangkat derajatnya itu? Pertama, pendapat klasik mengatakan: diangkat kedudukannya sebagaimana orang yang pernah semajlis dengan Rasulullah. Kedua, pendapat yang populer: akan diberikan pahala, dan marabat yang diridhai Allah (Tafsir Mafatih al-Ghaib, 1420: 29/496). Pendapat pertama dan kedua merupakan pendapat yang menerangkan kedudukan kemuliaan bagi orang yang beriman dan berilmu.

Menurut imam al-Qurthubi, Allah akan memberikan pahala di akhirat dan kemuliaan ketika di dunia, maka diangkat derajat orang beriman atas orang yang tidak beriman, dan diangkat derajat orang berilmu atas orang yang tidak berilmu. Kata Ibn Mas’ud, melalui ayat ini Allah memuji kedudukan orang berilmu. Sedangkan derajat orang yang berilmu atas orang beriman yang tidak berilmu adalah derajat agama apabila mereka melakukan amal berdasarkan ilmu. Sumpulan secara umum, pada ayat ini Allah mengangkat derajat seseorang karena keimanannya, kedua karena ilmunya (Tafsir al-Qurthubi, 1964: 17/299-230). Jadi yang diangkat derajatnya itu adalah orang berilmu yang telah beriman. Diangkat derajatnya karena keimanan, kemudian derajat kerena ilmu yang mereka miliki. Mereka ini akan mendapat kemuliaan di dunia dan balasan pahala di akhirat.

Al-Maraghi menegaskan bahwa Allah mengangkat derajat orang beriman adalah dengan menaikkan status mereka pada Hari Kiamat. Dan mengangkat derajat orang berilmu dengan derajat yang spesial, derajat dalam soal kemuliaan dan matartabat yang tinggi (Tafsir al-Maraghi, 1365, 15/28). Wahbah al-Zuhaili menambahkan, Allah mengangkat derajat secara spesial berupa kemuliaan dan martabat yang tinggi bagi mereka yang memadukan antara ilmu dan amal, karena ilmu dan matabat yang tinggi menghendaki amaliyah dan peningkatan (Tafsir al-Munir, 1418: 28/38). Sampai di sini kita pahami bahwa kedudukan orang yang berilmu sangatlah mulia, kemuliaan tersebut tidak hanya mereka dapatkan ketika di dunia tatapi juga di akhirat, tetapi dengan catatan mereka mengaplikasikan ilmunya.

Al-Syaukani menjelaskan, ayat ini secara umum untuk setiap orang beriman dan orang yang berilmu agama, tidak ada pengkhususan bagi umat tertentu, ayat ini merupakan kemuliaan besar bagi orang yang berilmu, bahkan tentang kemuliaannya telah disebutkan dalam al-Qur’an maupun hadits Nabi. (Tafsir Fath al-Qadir, 1414: 5/226). Di antara hadits-hadits yang banyak dikutip oleh para mufasir terkait dengan kedudukan dan derajat orang yang berilmu antara lain, sebagimana yang terdapat dalam Tafsir al-Qurthubi:

وَرُوِيَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ: (بَيْنَ الْعَالِمِ وَالْعَابِدِ مِائَةُ دَرَجَةٍ بَيْنَ كُلِّ دَرَجَتَيْنِ حَضْرُ الْجَوَادِ الْمُضَمَّرِ سَبْعِينَ سَنَةً). وَعَنْهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: (فَضْلُ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ عَلَى سَائِرِ الْكَوَاكِبِ). وَعَنْهُ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ: (يَشْفَعُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ثَلَاثَةٌ الْأَنْبِيَاءُ ثُمَّ الْعُلَمَاءُ ثُمَّ الشُّهَدَاءُ) فَأَعْظِمْ بِمَنْزِلَةٍ هِيَ وَاسِطَةٌ بَيْنَ النُّبُوَّةِ وَالشَّهَادَةِ بِشَهَادَةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

Diriwayatkan dari Nabi Saw, sesunggunya ia bersabda: “Jarak antara orang yang berilmu dan seorang budak adalah seratus derajat, jarak antara dua derajatnya seperti tujuh puluh tahun perjalanan kuda”. Dan dari Nabi Saw, “Keutamaan orang berilmu atas seorang budak adalah laksana bulan purnama ketika malam atas sekalian bintang-gemintang”. Dan dari Nabi Saw: “Pada hari kiamat akada ada tiga golongan yang memberi syafaat: para nabi, para ulama, dan para syuhada”, maka tempat yang paling mulia adalah di pertengahan antara kenabian dan kesaksian Rasulullah (Tafsir al-Qurthubi, 1964: 17/ 300).

Dapat kita  pahami dari beberapa tafsir di atas bahwa Allah akan mengangkat derajat kemuliaan orang-orang berilmu bukan hanya pada urusan dunia tetapi juga pada urusan akheratnya.

Mari terus ber-ZISWAF (Zakat,Infaq,Sedekah dan Wakaf) melalui rekening ZISWAF Kopsyah BMI 7 2003 2017 1 (BNI Syariah) a/n Benteng Mikro Indonesia atau menggunakan Simpanan Sukarela : 000020112016 atau bisa juga melalui DO IT BMI : 0000000888. (Sularto/Klikbmi).

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.