APE Syariah Tangerang Raya Jajaki Sinergi Dengan Koperasi BMI

BMI Corner Kabar Banten

Klikbmi.com, Tangerang – Kamis (1/10) bertempat di Kantor Pusat Koperasi BMI, Aliansi Penggerak Ekonomi Syariah (APE Syariah) Tangerang Raya dipimpin langsung oleh Ketua Umumnya, Ustadz Nurkholis bertandang ke Koperasi BMI. Kedatangan rombongan diterima langsung oleh Presiden Direktur Koperasi BMI, Kamaruddin Batubara. Diskusi menarik mewarnai kunjungan APE Syariah yang didahului dengan pemaparan  singkat Koperasi BMI oleh Kamaruddin Batubara.

Kamaruddin Batubara, Presiden Direktur Koperasi BMI Menerima Kunjungan Pengurus Aliansi Penggerak Ekonomi Syariah (APE Syariah) Tangerang Raya di Kantor Pusat Koperasi BMI (Kamis,1/10)
(Foto : Klikbmi)

Kamaruddin Batubara setelah memberikan ucapan selamat datang, menjelaskan tentang Koperasi BMI. Di bawah Koperasi BMI ada dua koperasi, pertama adalah Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) dan Koperasi Syariah Benteng Muamalah Indonesia (Kopmen BMI). Kopsyah BMI bergerak pada sektor keuangan syariah dan Kopmen BMI bergerak pada sektor riil. Kamaruddin Batubara menjelaskan bahwa Kopsyah BMI dibangun dengan pendekatan Grameen Bank yang telah terbukti di Bangladesh mendapatkan hadiah nobel.  Kopsyah BMI  awalnya adalah Lembaga Pembiayaan Pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (LPP-UMKM) yang merupakan artikulasi simpulan studi identifikasi skim-skim pembiayaan bagi pelaku UMKM yang dilakukan oleh Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Tangerang dan Lembaga Sumberdaya Informasi Institut Pertanian Bogor (LSI-IPB) pada tahun 2002.

“Sistem pelayanan pembiayaan yang diterapkan adalah modifikasi pola Grameen Bank yang didirikan oleh Prof. Dr. Muhammad Yunus, Grameen Bank pertama kali dikembangkan di Desa Jobra Bangladesh tahun 1976 dimana sumber modalnya berupa pinjaman dari Janata Bank salah satu Bank konvensional yang ada di Bangladesh. Dan atas jasa dan pengabdiannya dunia telah memberikan penghargaan NOBEL PERDAMAIAN 2006 kepada Grameen BankGrameen berasal dari bahasa Bengali yang berarti Desa, maka secara harfiah Grameen Bank adalah Bank Desa” ujar Kamaruddin Batubara dalam paparannya.

Kamaruddin Batubara memberikan penjelasan di hadapan tamu yang hadir bahwa model Grameen Bank  di Indonesia tahun 1989 dikembangkan di Kecamatan Nanggung Kabupaten Bogor, Jawa Barat oleh Prof Mat Syukur yang membawa dan mengenalkan pola Grameen Bank ke Pemda Kabupaten Tangerang sebagai cikal bakal berdirinya LPP-UMKM Kabupaten Tangerang. Prof Mat Syukur juga telah mengembangkan di berbagai wilayah di Indonesia seperti  Bekasi, Kepulauan Seribu, Brebes, Batang, Saum Laki (Maluku Tenggara), Tabalolong (Kupang/NTT), dan tahun 2002 di Kecamatan Mangunharjo dan Bandarharjo Kota Semarang serta Kecamatan Kronjo dan Kemiri Kabupaten Tangerang.

“Sistem operasional simpanan, pinjaman dan pembiayaan menggunakan Model BMI Syariah, yaitu sebuah skema pelayanan dengan 5 (lima) instrumen pemberdayaan berupa sedekah, pinjaman, pembiayaan, simpanan dan investasi melalui pengembangan budaya menabung dan pemberdayaan Zakat, Infaq, Sedekah, Wakaf  (ZISWAF). Dengan tujuan untuk kemandirian yang berkarakter dan bermartabat sesuai prinsip-prinsip syariah dalam menciptakan Kemaslahatan di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial dan spiritual” ujar Kamaruddin Batubara.

“Kami sangat senang atas kunjungan Bapak Ibu, dan semoga niat baik APE Syariah untuk bersama-sama membangun dan mengembangkan ekonomi syariah diberikan kemudahan dan keberkahan. Memang saat ini kita membutuhkan dai – dai muamalah agar perjuangan mewujudkan ekonomi umat yang semakin kuat semakin terbuka. Kita perlu memiliki lembaga ekonomi Islam yang kuat karena hanya dengan ini ekonomi umat juga akan kuat” tutup Kamaruddin Batubara mengakhiri pernyataannya. Ditemui setelah acara, Ustadz Nurkholis menyampaikan bahwa kunjungannya ke Koperasi BMI dalam rangka menjajagi sinergi dengan Koperasi BMI. APE Syariah adalah satu aliansi yang terdiri dari ustadz dan profesional yang tergerak untuk membumikan ekonomi syariah. Gerakan APE Syariah adalah memberikan pemahaman tentang konsep-konsep syariah pada berbagai bidang. Tidak terbatas pada nilai syariah pada sektor keuangan tetapi juga sektor lain seperti properti dan bisnis lain. “ Kita sedang menginventarisir UKM yang berada di Tangerang Raya dan inventarisasi ini berbasis masjid. Pedagang-pedagang kecil kita inventarisir untuk lebih mengenal sistem bisnis yang syariah. Ustadz yang bergabung pada aliansi ini sampai saaat ini ada 87 orang, satu orang ustadz bisa mengajar 8-10 masjid, tentu ini akan sangat membantu program kita dalam mengenalkan syariah ke masyarakat. Dalam hal produk kita juga tidak akan membuat produk baru karena sebagian besar masyarakat telah membuat produk dan tinggal membantu dengan manajemen yang semakin baik. Kami datang ke Koperasi BMI adalah untuk mengajak bersinergi mudah-mudahan anggota kita dimungkinkan bergabung menjadi anggota BMI dan dapat dilakukan pembinaan” pungkas Ustadz Nurkholis mengakhiri pernyataannya. (Sularto/Klikbmi).

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *