Inspiratif! 13 Produk Unggulan Anggota Ikuti Bazar Di RAT Koperasi BMI

BMI Corner

مَن جَآءَ بِٱلْحَسَنَةِ فَلَهُۥ خَيْرٌ مِّنْهَا ۖ وَمَن جَآءَ بِٱلسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزَى ٱلَّذِينَ عَمِلُوا۟ ٱلسَّيِّـَٔاتِ إِلَّا مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

Barangsiapa yang datang dengan (membawa) kebaikan, maka baginya (pahala) yang lebih baik daripada kebaikannya itu; (QS Al Qashash : 84)

Klikbmi, Tangerang – Sebanyak 13 stand produk usaha anggota Koperasi BMI memenuhi Aula The Spring Ballroom Serpong, tempat berlangsungnya acara rapat anggota tahunan (RAT) Koperasi BMI Tahun Buku 2021, Selasa 25 Januari 2022. Halaman depan The Spring Ballroom berubah menjadi Bazaar kecil yang dipenuhi produk unggulan anggota.

Stand Beras BMI di RAT Koperasi BMI Tahun Buku 2021,Selasa 25 Januari 2022.

Produk yang ditampilkan pun beragam. Mulai sayur hidroponik, dodol Tenjo, keripik ubi, kacang mangrove, kerajinan tangan seperti ecoprint dan tas talikur buatan anggota asal Mekarbaru, Kabupaten Tangerang.

Selain produk usaha anggota, divisi usaha makanan dan minuman Koperasi Konsumen Benteng Muamalah Indonesia (Kopmen BMI) juga membuka gerai beras dan Kafe Kopi Rindoe Benteng (KRB). Mitra perbankan seperti Bank Mandiri dan Bank Syariah Indonesia (BSI) juga ikut berpartisipasi dengan membuka gerai yang sama.

Ibu Juliah (kiri) bersama putrinya Fenti berfoto di depan stand tanaman hidroponiknya di RAT Koperasi BMI Tahun Buku 2021, The Spring Ballroom, Serpong, Tangerang, Selasa 25 Januari 2022.

Sejak pagi, para pengawas, pengurus, pengelola serta anggota hingga tamu undangan sudah mengerubungi stand tersebut. Ada yang membayar dengan uang cash, simpanan sukarela melalui Doit BMI dan BMI Mobile. adapula yang menggunakan voucher yang dibagikan oleh panitia RAT.  

Manajer Pemberdayaan Anggota Kopsyah BMI Muhammad Suproni menjelaskan bahwa RAT tidak hanya menjadi agenda rutin koperasi, RAT pun menjadi wadah anggota untuk mengenalkan produknya. Dengan begitu, anggota BMI bisa mempersiapkan produknya untuk bersaing di era global. Kendati demikian, pihak panitia juga selektif dalam memilih produk mana yang bisa ditampilkan di stand RAT Koperasi BMI.

”Tentunya, sebelum stand usaha anggota berdiri, kami melakukan kurasi terlebih dahulu. Mulaid dari segi kualitas, bahan dan juga kemasan. Para anggota yang hadir, wajib membuat etalase stand-nya semenarik mungkin. Alhamdulillah, semua dilakukan dengan baik,” paparnya.

Koordinator SPI Sondari berpose di depan stand Ecoprint milik Achsan, anggota BMI asal Sepatan Tangerang.

Roni menerangkan, jika ditotal ada 20 stand baik usaha anggota, divisi usaha Kopmen BMI serta mitra yang ikut berpartisipasi dalam acara ini. Tidak hanya produk dari Tangerang saja, melainkan juga dari Kabupaten Serang, Lebak dan daerah pelayanan BMI lainnya.

Umsarah, salah satu anggota BMI asal Lebak ikut membuka stand dalam acara ini. Ia mengenalkan produk Batik Lebak. Beragam jenis batik asal Lebak dengan warna-warna bervariasi ditampilkan di etalase Batik Lebak Chanting Pradana miliknya itu. Diketahui, Batik Lebak produksinya menjadi pakaian wajib Panitia RAT Kopsyah BMI Tahun Buku 2018, Januari 2019 silam.

Stand Kafe Kopi Rindoe Benteng di RAT Koperasi BMI Tahun Buku 2021, Selasa 25 Januari 2022.

”Alhamdulilah, di ajang RAT ini kami bisa memperkenalkan produk saya ke anggota lain. Semoga dengan acara ini, batik kami bisa dikenal di seluruh wilayah pelayanan Kopsyah BMI. Saya makin bangga menjadi anggota BMI,” terang Wanita asal Desa Bojongleles, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak tersebut.  

Hal senada juga diucapkan Juliah (64) dan Fenti (41). Ibu dan anak yang juga anggota BMI cabang Cisauk mengatakan, RAT memberikan tempat untuknya memberikan edukasi pertanian. Dalam RAT, Juliah dan Fenti membuka stand hidroponik. Tanaman seperti bayam brasil, chaisim, kangkung membuat stand semakin menghijau. Di stand tersebut, ibu dan anak ini juga menampilkan media tanam yang berasal dari pipa air.

Manajer Kopsyah BMI Dwi Fajaryanti bersama Arfah, anggota BMI dan perajin tas talikur asal Mekarbaru, Tangerang di RAT Koperasi BMI, Selasa 25 Januari 2022.

”Semua dilakukan saya secara otodidak. Alhamdulillah lewat RAT ini kami bisa memberikan edukasi kepada anggota lainnya untuk bertanam secara hidopronik. Media tana mini sebenarnya tidak susah, bahkan dapat dikatakan sangat sederhana asal ada kemauan,” jelasnya.

Sementara, Presiden Direktur Koperasi BMI Kamaruddin Batubara mengatakan, BMI terus melakukan inovasi-inovasi baru agar produk anggota semakin dikenal khalayak luas, salah satunya dengan membuka gerai di RAT. Selain ajang publikasi berbagai produk unggulan, juga bagian dari menimba ilmu pengetahuan bagi masyarakat

” Kopsyah BMI hadir di tengah masyarakat bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan anggota, tetapi harus mengembangkan potensi anggota salah satunya dengan RAT ini. Hadirnya stand anggota menjadi ajang BMI untuk memperkenalkan produk-produk unggulan anggotanya dengan kualitas ekspor yang kreatif dan inovatif dengan memanfaatkan teknologi masa kini, yang mampu bersaing dengan meningkatkan kualitas produknya,” tandasnya.

(Togar Harahap/Klikbmi)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.