Rumah Gratis Koperasi BMI Untuk Ibu Pencari Rumput Asal Leuwiliang Bogor

BMI Corner

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS Ibrahim ayat 7)

Bogor,Klikbmi.com – Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) kembali membuktikan sebagai koperasi dengan segudang misi sosial. Pada Rabu 25 Mei 2022, Kopsyah BMI melakukan peletakan batu pertama rumah gratis untuk Suhami, warga Kampung Angsana 1, Desa Cibeber 2, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor. Lewat program Hibah Rumah Siap Huni (HRSH), BMI telah membangun dua unit di desa tersebut, atau yang ketiga di Cabang Leuwiliang.

1. Penerima HRSH BMI Ini Ternyata Rajin Menabung

Suhami merupakan anggota rembug pusat Merpati Kopsyah BMI Cabang Leuwiliang. Wanita 57 tahun itu adalah anggota penabung. Meski kesehariannya sebagai pencari rumput, nenek dua cucu itu termasuk yang paling rajin mengikuti rembug pusat.

BACA JUGA : Kopsyah BMI Cabang Leuwidamar Santuni Korban Rumah Roboh Akibat Angin Puting Beliung

Melalui staf lapang BMI, Suhami menabung antara Rp8.000 hingga Rp15.000 perminggu. Uang tersebut disisihkanya dari upahnya sebagai pencari rumput hewan ternak. Termasuk sisa uang belanja yang diberikan Muhammad (60 tahun), suaminya yang bekerja sebagai perajin arang.

”Saya menabung (di BMI-red) buat renovasi rumah dikit-dikit, tapi Alhamdulillah, saya malah dapat rezeki dikasih rumah baru dari Kopsyah BMI. Saya mengucapkan rasa terima kasih banyak kepada BMI sudah perhatian kepada kami yang udah nggak bisa kerja berat ini,” terangnya kepada Redaksi Klikbmi.

Haji Puryadi melakukan peletakan batu pertama HRSH untuk Ibu Suhami, anggota Kopsyah BMI di Kampung Angsana 1, Desa Cibeber 2, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor
Haji Puryadi melakukan peletakan batu pertama HRSH untuk Ibu Suhami, anggota Kopsyah BMI di Kampung Angsana 1, Desa Cibeber 2, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor

2. Kondisi Rumah Sebelumnya Ternyata Memprihatinkan

Rumah Suhami memang jauh dari kata layak, begitu yang diungkapkan Ismail Fajar Sidik, Manajer Cabang Leuwiliang. Saat melakukan survei bersama Manajer Area 10 Ruslan Rohendi, keduanya memasuki rumah Suhami dengan rasa degdegan. Pasalnya, atap rumah Suhami hanya ditopang bambu yang sudah miring ke bawah. Lantai rumah Suhami pun dari tanah.

Acara peletakan batu pertama HRSH dimulai dengan sambutan dari Tim ZISWAF Kopsyah BMI yang juga pengawas Kopjas BMI Haji Puryadi. Dijelaskannya, pemberian rumah gratis merupakan bukti nyata keberpihakan koperasi pada kesejahteraan anggota. “Kopsyah BMI akan terus memberikan hibah rumah layak huni sebagai bagian dari pemerataan ekonomi dan untuk meningkatkan taraf kesejahteraan anggota dan masyarakat,”ujar pria pencinta olahraga voli tersebut.

BACA JUGA : Kegembiraan Di Sudut Bogor

3. Biaya Pembangunan Rumah Gratis BMI Mencapai Rp55 Juta

Puryadi mengatakan, Investasi yang digelontorkan Kopsyah BMI dalam program rumah gratis tersebut tidak main-main jumlahnya. Nilai per unitnya sebesar Rp55 juta dengan bangunan yang telah terstandarisasi keamanannya. Pembangunan rumah melibatkan kontraktor profesional yang berada di bawah naungan Koperasi Jasa Benteng Mandiri Indonesia (Kopjas BMI) dan bahan material berkualitas dari Koperasi Konsumen Benteng Muamalah Indonesia (Kopmen BMI)

”Kendati baru lima bulan beroperasi, namun Kopjas BMI dikelola sejumlah tenaga profesional sehingga kualitas bangunan tidak perlu diragukan. Itu juga ditambah dengan bahan material dari unit perdagangan bahan bangunan di Kopmen BMI,” paparnya.

Rumah Suhami sebelum dibongkar untuk dijadikan rumah baru oleh Kopsyah BMI.
Rumah Suhami sebelum dibongkar untuk dijadikan rumah baru oleh Kopsyah BMI.

Sementara Manajer Area 10 Ruslan Rohendi mengimbau kepada anggota BMI d untuk rajin bersedekah untuk mendapatkan kemudahan hidup. Dikatakannnya, sebagai Koperasi Modern, Kopsyah BMI memiliki lanskap yang kuat yakni mensejahterakan anggota. Diantaranya melalui lima instrumen, yakni sedekah, pinjaman, pembiayaan, simpanan dan investasi yang saling terkait.

BACA JUGA : Berikut 10 Produk Simpanan Menguntungkan di Kopsyah BMI

”Karena selain pilar ekonomi, melalui Model BMI Syariah, Kopsyah BMI juga membangun kesejahteraan anggotanya di sektor pendidikan, kesehatan, sosial, dan spiritual sebagai basis tolok ukur kesejahteraan. Selain itu, BMI juga membangun HRSH untuk non anggota yang anggarannya berasal dari infaq anggota Rp1.000 per minggu.

Hadir dalam peletakkan batu pertama yakni Tim ZISWAF Kopsyah BMI Sarwo Edi bersama staf operasional Divisi Konstruksi Kopjas BMI Ahmad Ridwan Batubara. HRSH Kopsyah BMI juga disaksikan langsung oleh Ketua Muslimat NU Kabupaten Bogor Anita Sari dan Kasi Pelayanan Desa Cibeber II Nahyu.

”Inilah bukti nyata Koperasi BMI untuk kemaslahatan bersama. Saya yakin lewat program ini warga Kabupaten Bogor semakin banyak menjadi anggota BMI,” tandas Ketua Muslimat NU Kabupaten Bogor Anita Sari.

BACA JUGA : Dulu Rumahnya Ditumpangi Keluarga Lain, Kini Pak Suhadi Bahagia Di Rumah Yang Baru

Terpisah, Presiden Direktur Koperasi BMI Kamaruddin Batubara menegaskan Koperasi hadir bukan hanya untuk anggota saja. Koperasi sesuai dengan jatidirinya harus bermanfaat bagi kesejahteraan anggota iya jelas, namun masyarakat juga harus mendapatkan manfaat dari keberadaan koperasi.

Manajer Cabang Leuwiliang Ismail Fajar Sidik melakukan peletakan batu pertama HRSH untuk Ibu Suhami, anggota Kopsyah BMI di Kampung Angsana 1, Desa Cibeber 2, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor
Manajer Cabang Leuwiliang Ismail Fajar Sidik melakukan peletakan batu pertama HRSH untuk Ibu Suhami, anggota Kopsyah BMI di Kampung Angsana 1, Desa Cibeber 2, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor

Undang-undang koperasi kita menyebut koperasi harus memberikan kesejahteraan bagi anggota dan masyarakat. Begitu juga BMI, hadir memberikan rumah gratis ini bukan hanya anggota tapi juga non anggota.

Pria yang akrab disapa Kambara itu terus mengajak anggota untuk berpartisipasi dalam meningkatkan infak kita. Salah satu instrumen Model BMI Syariah adalah sedekah dan  meningkatkan perolehan infak.  Hal ini  akan membawa koperasi mampu mewujudkan lebih banyak program.

(Togar Harahap/Klikbmi)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.