Stafsus Presiden Arif Budimanta : Jika Ada Koperasi Besar Tapi Tak Ada Pendidikan Koperasi Untuk Anggota, Itu Bukan Koperasi

BMI Corner

Jakarta, klikbmi.com – Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Arif Budimanta Sebayang menyatakan usaha, mikro, kecil dan menengah (UMKM) beserta koperasi merupakan tulang punggung struktur ekonomi Indonesia dan wilayah ASEAN. Hal itu disampaikannya dalam acara seminar nasional Replikasi Sukses UMKM dan Koperasi Bagi Wirausaha Perempuan dan Pemuda Indonesia di Jakarta, Senin 27 November 2023 lalu.

Dari data 74,4 juta UMKM di ASEAN, sebanyak 65,5 juta berada di Indonesia. Dari volume unit usaha di Indonesia berdasarkan PP Nomor 7 Tahun 2021, sebanyak 99,62 persen usaha adalah UMKM atau 64 juta adalah pengusaha UMKM. Dengan nilai kontribusi pada PDB mencapai 60 persen Rp 9.580 triliun yang menyerap 121 juta orang tenaga kerja.

“Bisa dikatakan bahwa UMKM dan Koperasi di Indonesia tidak jago kandang. Tapi berani ekspor ke negara lain mencapai 15,5 persen dari produk non migas Indonesia dengan nilai Rp339,19 miliar. Dengan data itu, UMKM dan koperasi merupakan tulang punggung ekonomi bagi Indonesia ataupun bagi ASEAN,” kata Arif dalam

Arif mengatakan, pemerintah terus memberikan perhatian kepada UMKM lewat pendampingan usaha. Termasuk lewat pelaku usaha seperti KADIN dan koperasi. Arif juga menyentil koperasi yang tak pernah memberikan pendidikan koperasi kepada anggota. Karena salah satu mandat dari Undang-undang Perkoperasian Nomor 25 Tahun 1992 bahwa koperasi harus memberikan pendidikan koperasi kepada anggota secara kontinyu dan komprehensif.

”Jadi jika ada koperasi yang punya anggotanya banyak, tapi tidak ada pendidikan anggota, itu bukan koperasi. Karena mandat di UU Koperasi bahwa kewajiban koperasi adalah pendidikan anggota. Bahwa koperasi yang berasal dari anggota dengan tujuan kesejahteraan bersama adalah penddikan anggota secara terus menerus,” tegasnya.  

Arif menilai upaya pembangunan ekonomi Indonesia tidak hanya terfokus pada perkembangan sektor ekonomi saja, melainkan juga pada peningkatan dan pengembangan aspek manusia serta kebudayaan.

”Jika hanya 10 persen saja dari jumlah UMKM dan Koperasi naik kelas maka akan terjadi pertumbuhan ekonomi Indonesia berpotensi naik di atas 5 persen dan mampu mencapai 6,5 persen bahkan bisa di atas 7 persen. Naik kelas itu misalnya dari sisi omzet. Rata-rata omzet UMKM di Indonesia Rp70 juta.

”Dan pemerintah sudah memberikan koridor seperti pada pengadaan pasar bahwa 30 persen harus dari UMKM termasuk BUMN. Setiap unit kerja di BUMN, kami mendapat laporan pengadaan barang 30 persennya ada UMKM dan ada Pasar Digital UMKM dan itu bisa dimanfaatkan,” jelasnya.

Diketahui, Pendidikan Perkoperasian merupakan salah satu prinsip Koperasi. Ini ditegaskan dalam Undang-undang nomor 25 tahun 1992 Bab III Pasal 5 ayat (2) disebutkan “Dalam mengembangkan Koperasi, maka koperasi melaksanakan pula prinsip koperasi sebagai berikut : (a)  Pendidikan perkoperasian dan (b) Kerja sama antar Koperasi”.

Presdir Koperasi BMI Grup Kamaruddin Batubara menceritakan 21 tahun perjalanan Koperasi BMI Grup melayani anggota dan masyarakat dalam Seminar Nasional Kemenko PMK, Senin 23 November 2023.

Presiden Direktur Koperasi BMI Grup Kamaruddin Batubara menjelaskan bahwa Kopsyah BMI yang merupakan salah satu koperasi besar di Indonesia menyadari pentingnya pendidikan perkopesian. Pendidikan tidak hanya untuk pengurus tetapi juga ditujukan untuk anggota di 100 cabang Kopsyah BMI untuk mentransferkan pendidikan perkoperasian, mulai dari level manajer cabang, asisten manajer, staf lapang sampai ke anggota. Hal itu disampaikannya sebagai narasumber dalam acara di Kemenko PMK, kemarin.

“Kesadaran berkoperasi anggota hanya bisa dibangun melalui pendidikan perkoperasian. Dengan pendidikan ini, maka mindset anggota jangan hanya berfokus pada pembiayaan semata, melainkan juga ikut aktif sebagai pemilik, pengguna pengendali Kopsyah BMI,” ujar Kambara

Kopsyah BMI dengan menggelar Training Of Trainer (TOT) Pendidikan Perkoperasian pada Senin 18 September 2023. Materi TOT ini kemudian disampaikan oleh 100 manajer kepada anggota lewat pendidikan koperasi.

Melalui Pendidikan Perkoperasian, kata Kambara, diharapkan anggota faham akan seluk beluk Koperasi seperti mengetahui hak dan kewajibannya. “Dengan anggota yang semakin terdidik maka Kopsyah BMI akan jauh lebih kuat karena memiliki anggota yang militant kepada koperasinya,” ujarnya.

Dengan menempatkan anggota sebagai pemilik, pengguna dan pengendali, sambung Kambara, membuat Kopsyah BMI tetap dalam spirit menjaga prinsip, nilai dan jati diri koperasi. Selain itu, Koperasi BMI menjaga koperasi tetap menjadi koperasi, tidak berubah menjadi perseroan terbatas (PT). Ini sesuai amanat Pasal 15 dan 16 UU Koperasi Nomor 25 Tahun 1992. (togar/humas)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *