Subang, Klikbmi.com: Sarem tak henti mengusap air mata yang jatuh membasahi jilbab hijaunya. matanya sembab. Suara perempuan 67 tahun itu nyaris tak keluar.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!“Enggak bisa ngomong apa-apa, Pak,” lirih perempuan itu, terisak di hadapan puluhan tetangga dan tamu yang memenuhi tenda sederhana di depan rumahnya, Dusun Margatani RT 001 RW 003, Desa Ciasem Baru, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang.
Selasa, 27 Januari 2026, menjadi hari yang tak akan pernah ia lupakan. Hari ketika Sarem menerima Hibah Rumah Siap Huni (HRSH) ke-560 dari Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI). Hari yang bahagia, tapi sekaligus pilu.
Sarem berdiri sendiri. Tanpa Nastam, suaminya.
Dua pekan sebelum acara penyerahan rumah, Nastam lebih dulu berpulang akibat penyakit asma. Padahal, ia sempat ikut berbahagia saat tahu rumah mereka akan dibangun menjadi rumah siap huni. Kepergiannya seperti membawa pesan bahwa tugasnya menemani sang istri selesai, tepat ketika sebuah rumah baru disiapkan untuknya, rumah yang hangat, yang melindungi dari hujan, panas, dan dinginnya malam.
Di hadapan warga, Direktur Operasional Kopsyah BMI, Sondari, membuka sambutan mewakili Direktur Utama Kopsyah BMI Kamaruddin Batubara.
“Rumah baru yang dibangun untuk Ibu Sarem ini berasal dari keberkahan yang dikumpulkan sedikit demi sedikit,” ujar Sondari. “Dari infak anggota Kopsyah BMI setiap minggu lewat Gassiteru atau Gerakan Sedekah Seminggu Tiga Ribu. Seribu rupiah untuk infak, dua ribu rupiah untuk wakaf.”

Pria yang lebih dari dua dekade berkiprah di BMI itu menegaskan, HRSH bukan sekadar bantuan fisik, melainkan wujud nyata jati diri koperasi.
“Ini perwujudan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992. Koperasi bertujuan memajukan kesejahteraan anggota dan masyarakat. Bukan hanya anggota, non anggota pun BMI bantu, apalagi anggota,” tegasnya.
Sondari mengaku tak pernah mengenal Sarem sebelumnya. Namun justru di situlah ia melihat hikmah.
“Kita harus percaya, rezeki Allah datang dari arah yang tak disangka-sangka. Kita tak tahu amalan apa yang dilakukan Ibu Sarem dan almarhum suaminya hingga mendapat HRSH BMI,” ujar Sondari didampingi Koordinator Manajer Regional V Muhammad Kurtubi, Manajer Regional V Senoaji Purwanto, dan Manajer Cabang Ciasem Mahmud.
HRSH, lanjut Sondari, hanyalah satu dari banyak program sosial Koperasi BMI. Ada Gesser Dahan (Gerakan Seribu Sajadah dan Al-Qur’an), Sanitasi Makam (Sanikam), Sanitasi Masjid, Mushola, dan Pesantren (Sanimesra), sanitasi dhuafa, santunan anak yatim, hingga layanan 11 armada ambulans gratis yang seluruh biaya operasionalnya seperti bensin, e-toll, dan sopir ditanggung penuh oleh BMI.

“Di sini, ibu-ibu ada yang pernah merasakan ambulans BMI?” tanya Sondari.
“Ada, Pak,” sahut para ibu serempak.
“Kalau masih enggak percaya BMI punya 11 ambulans, ibu-ibu boleh nyobain. Gratis!” katanya, disambut tawa hangat yang sejenak mengusir haru.
Total pembangunan HRSH untuk Sarem mencapai Rp65 juta, bersumber dari infak Rp1.000 anggota BMI yang dimasukkan ke dalam kencleng rembug pusat.
“Ibu-ibu yang sudah jadi anggota BMI patut bangga. Dari infak ibu-ibu, rumah ini berdiri. Tidak harus pinjam, cukup menabung dan berinfak,” ujar Sondari.

Ia juga menjelaskan ekosistem koperasi BMI: Kopsyah BMI fokus pada simpan pinjam dan pembiayaan syariah, Kopmen BMI bergerak di sektor riil, dan Kopjas BMI di sektor jasa.
“Kalau ibu mau bangun rumah, bisa pembiayaan di Kopsyah BMI, yang membangun Kopjas BMI. Mau ibadah umrah pun sama. Semua dalam satu satu Koperasi BMI Group,” jelasnya.
Di akhir sambutan, pesan Sondari sederhana, namun sarat makna.
“Tolong, Bu Sarem. Rumah ini dijaga. Dipakai ibadah. Ini amanah dari anggota BMI.”
Acara penyerahan rumah itu turut dihadiri Sekretaris Desa Ciasem Baru Ainun, Camat Ciasem Eza Zaithon T. Anshari, serta Kapolsek Ciasem AKP Endang Kurnia. Sekdes Ainun mengungkapkan, Kopsyah BMI selalu berkoordinasi dengan pemerintah desa sejak awal beroperasi.
“Saya ingat sejak Maret 2024 kami terus berkoordinasi. Sampai akhirnya hari ini rumah ini berdiri. Terima kasih atas kepedulian BMI,” ujarnya.
Sementara Camat Ciasem Eza Zaithon T. Anshari menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian dan konsistensi (Kopsyah BMI dalam membantu masyarakat kecil di wilayahnya. Ia menegaskan, apa yang dilakukan BMI bukan sekadar membangun rumah, tetapi juga membangun harapan dan rasa aman bagi warga yang selama ini hidup dalam keterbatasan. “Hari ini kita melihat bukti nyata hadirnya koperasi di tengah masyarakat,” ujarnya.

Menurut Eza, program Hibah Rumah Siap Huni (HRSH) sangat sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mengentaskan rumah tidak layak huni. Sinergi antara koperasi dan pemerintah, kata dia, menjadi kekuatan besar ketika dijalankan dengan niat tulus dan semangat gotong royong. “Pemerintah tentu memiliki keterbatasan. Kehadiran Kopsyah BMI seperti ini sangat membantu, bahkan melampaui yang bisa kami lakukan sendiri,” katanya.
Hari itu, tangis Sarem belum sepenuhnya reda. Tapi di balik duka, sebuah rumah baru berdiri. Dan di Ciasem, gotong royong anggota koperasi kembali membuktikan bahwa dari infak kecil yang dikumpulkan bersama, mampu mengubah hidup seseorang selamanya. (Togar/humas)
