Leuwiliang, Klikbmi.com: Hujan deras yang mengguyur Kampung Sukadamai, Desa Leuwiliang, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Rabu (28/2/2026), seolah tak datang sendirian. Ia membawa restu. Membasuh tanah, membersihkan puing, dan membuka harapan baru bagi Endang Sudarma (65 tahun).
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Di tengah guyuran hujan itulah, Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) bersama warga, perangkat desa, dan jajaran Kecamatan Leuwiliang menggelar peletakan batu pertama Pembangunan Hibah Rumah Siap Huni (HRSH). Bata pertama diletakkan di atas puing-puing tembok rumah Endang Sudarma yang ambruk tiga pekan lalu. Semua yang hadir menengadahkan tangan, melafazkan hamdalah. Sunyi sesaat, khidmat, lalu haru.
Endang berdiri tak jauh dari lokasi. Matanya tak lepas dari tempat rumah lamanya yang pernah berdiri. Rumah peninggalan orang tuanya itu runtuh dimakan usia. “Sejak rumah ini diberikan kepada saya 30 tahun lalu, belum pernah saya renovasi,” ucapnya lirih. Kalimat itu seolah menjawab banyak hal. Tentang keterbatasan. Tentang hidup yang dijalaninya dengan kesederhanaan.

Empat puluh tahun sudah Endang mengabdikan dirinya sebagai guru ngaji di Kampung Sukadamai. Murid-muridnya anak-anak kecil, rata-rata di bawah usia 10 tahun. Ia tak pernah mematok bayaran. Tak sampai hati, katanya. Ia tahu, orang tua muridnya pun hidup dalam himpitan yang sama. Kadang ada yang memberi sekadarnya, lebih sering tidak. Untuk bertahan hidup, Endang mengandalkan kiriman dari anaknya.
Hari itu, di atas tanah basah, harapan mulai ditanam. Peletakan batu pertama HRSH dihadiri Manajer Regional IV Kopsyah BMI Hendrawan bersama Manajer Cabang Leuwiliang Rizky Ariyanto, Supervisor Koperasi Sekunder BMI Ahmad Ridwan, perwakilan mitra konstruksi Kopjas BMI Deden, serta dai Muamalah Solahudin Al-Ayubi. Hadir pula Sekretaris Kecamatan Leuwiliang Ucu Sunarya, Kepala Desa Leuwiliang Iman Nurhaiman, Sekdes Fajar Salis Ramadhan, Wahyudin (Kadus), Irwan (Ketua RW 09), dan Yanih (Ketua RT 02).

Dalam sambutannya, Sekretaris Kecamatan Leuwiliang Ucu Sunarya mengapresiasi kepedulian Kopsyah BMI yang dinilainya telah melampaui sekadar fungsi lembaga keuangan. Ia menegaskan, pembangunan HRSH untuk warga non anggota seperti Endang Sudarma menjadi bukti bahwa koperasi mampu hadir sebagai solusi sosial di saat negara dan masyarakat membutuhkan. “Ini bukan hanya membangun rumah, tapi membangun harapan. Ketika hujan turun dan rumah ambruk, BMI datang membawa ikhtiar. Sinergi seperti inilah yang kami harapkan terus terjalin antara koperasi, pemerintah, dan masyarakat,” ujarnya.
Sementara Kepala Desa Leuwiliang Iman Nurhaiman mengaku terharu atas konsistensi Kopsyah BMI yang kembali hadir membantu warganya yang tertimpa musibah. Ia menyebut pembangunan HRSH untuk Endang Sudarma sebagai bukti nyata bahwa koperasi tidak sekadar menghitung untung-rugi, tetapi benar-benar menaruh empati pada kehidupan warga kecil.
“Ini sudah yang kedua kalinya BMI membangun rumah untuk warga kami. Saat warga sedang jatuh, BMI tidak bertanya ini anggota atau bukan, yang dilihat adalah kemanusiaan. Atas nama pemerintah desa dan warga Leuwiliang, kami mengucapkan terima kasih. Rumah ini bukan hanya tempat berteduh, tapi simbol bahwa gotong royong masih hidup,” tuturnya

TerpisahDirektur Utama Kopsyah BMI Kamaruddin Batubara menerangkan, kendati Endang Sudarma bukan Anggota BMI, Namun bagi BMI, status keanggotaan bukanlah tembok pemisah dalam urusan kemanusiaan. “HRSH ini bukan soal anggota atau bukan anggota. Ini soal kemanusiaan. Ketika ada warga yang rumahnya ambruk, hidup dalam keterbatasan, dan membutuhkan pertolongan, maka di situlah koperasi harus hadir,” ujarnya.

Menurut pria yang akrab disapa Kambara itu, koperasi sejatinya lahir dari semangat gotong royong dan kepedulian sosial. Karena itu, manfaat koperasi tidak boleh berhenti hanya di ruang rapat/seremoni. “Koperasi harus hidup di tengah masyarakat. Harus dirasakan manfaatnya. Kalau hanya melayani yang kuat, lalu siapa yang merangkul yang lemah?” terangnya.
Kambara menjelaskan, Program Hibah Rumah Siap Huni (HRSH) adalah wujud nyata amanat Pasal 3 Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian. Bahwa koperasi bertujuan memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. “Kata ‘masyarakat’ itu penting. Karena di situlah nilai moral koperasi diuji,” ujarnya.
Ia menambahkan, rumah yang dibangun untuk Endang Sudarma berdiri dari recehan keikhlasan anggota. Dari infak mingguan Rp1.000 yang dikumpulkan secara konsisten lewat Gerakan Sedekah Seminggu Tiga Ribu (Gassiteru). “Mungkin nilainya kecil bagi sebagian orang. Tapi ketika dikumpulkan dengan niat yang lurus dan istiqamah, ia menjelma menjadi rumah, menjadi harapan, menjadi masa depan,” tutur Kambara.
Kambara juga menyampaikan rasa hormatnya kepada sosok Endang Sudarma yang telah puluhan tahun mengabdi sebagai guru ngaji tanpa pamrih. “Beliau mendidik generasi dengan keikhlasan, tanpa memungut bayaran. Hari ini, semesta seperti membalas pengabdian itu lewat tangan-tangan gotong royong anggota BMI,” katanya .
Di akhir keterangannya, Kambara mengajak seluruh anggota BMI untuk terus menjaga api kepedulian sosial. “HRSH ini bukan bangunan semata. Ini pesan bahwa koperasi hadir untuk menguatkan yang rapuh, mengangkat yang jatuh, dan menyambung harapan. Selama anggota terus berinfak, selama gotong royong terus dijaga, insyaallah akan semakin banyak rumah harapan yang berdiri,” pungkasnya.
Hujan masih turun. Namun siang itu, Kampung Sukadamai tak lagi muram. Di antara suara rintik air dan doa yang dipanjatkan, Endang Sudarma akhirnya bisa menatap masa depan dengan lebih tenang. Rumahnya memang runtuh. Tapi harapannya, justru sedang dibangun kembali.
Para pembaca Klikbmi bisa membantu pembangunan HRSH Keluarga Pak Endang Sudarma melalui rekening ZISWAF Kopsyah BMI Transfer ke BSI 7200320171 an. Benteng Mikro Indonesia. nomor Konfirmasi melalui 0811-8802-013 (Togar/Humas)

Terimakasih BMI atas apresiasinya membangun rumah bapak endang(paman saya), kami keluarga besar percaya Bahwa BMI adalah tangan yang Allah kirim untuk paman saya, disaat yang tidak mungkin BMI menjadikan nya mungkin🥹sekali lagi terimakasih banyak,tidak ada balasan yang setimpal, Hanya Allah yang bisa balas🥹
Alhamdulillah , ya . SM rmh aku jg ambruk udh 2 Minggu, karena bangunan nya udh tua.sampai sekarang blm d perbaiki