Karawang, Klikbmi.com : Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) terus memperkuat perannya sebagai lembaga pemberdayaan ekonomi umat melalui program sosialisasi desa bernama Pertemuan Umum (PU) yang dilakukan secara berkelanjutan di berbagai wilayah.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Program ini menjadi bagian dari strategi Kopsyah BMI dalam meningkatkan literasi keuangan syariah masyarakat sekaligus memperluas akses layanan koperasi hingga ke tingkat desa. Melalui pendekatan langsung, masyarakat diberikan pemahaman mengenai konsep koperasi syariah, manfaat keanggotaan, serta berbagai program pembiayaan dan pemberdayaan yang dapat dimanfaatkan.
Kegiatan sosialisasi desa juga menjadi sarana penting bagi Kopsyah BMI untuk membangun kedekatan dengan masyarakat, sekaligus menyerap kebutuhan riil anggota agar layanan yang diberikan semakin tepat sasaran.

Presiden Direktur Koperasi BMI Group sekaligus Direktur Utama Koperasi Syariah BMI, Kamaruddin Batubara, menegaskan bahwa koperasi harus hadir tidak hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai penggerak perubahan sosial dan ekonomi di tengah masyarakat.
“Sosialisasi desa ini bukan sekadar memperkenalkan koperasi, tetapi membangun kesadaran bersama bahwa kesejahteraan bisa dicapai melalui kebersamaan dan sistem yang adil. Koperasi harus menjadi solusi nyata bagi Masyarakat.” Ujar Pria yang karib disapa Kambara itu.
Ia menambahkan bahwa penguatan literasi menjadi kunci dalam membangun kemandirian ekonomi anggota. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat diharapkan mampu mengelola keuangan secara lebih bijak serta memanfaatkan layanan koperasi secara optimal.
Agenda sosialisasi hari ini (Rabu, 6/5) digelar di wilayah Rengasdengklok, Kabupaten Karawang. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Manajer Kopsyah BMI Cabang Rengasdengklok, Sendi, yang menekankan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap konsep koperasi syariah beserta manfaat nyata yang dapat dirasakan oleh para anggota.

Dalam penyampaiannya, ia menjelaskan bahwa koperasi syariah tidak hanya menyediakan layanan simpan pinjam, tetapi juga menghadirkan sistem keuangan yang lebih adil, transparan, dan sesuai prinsip syariah. Melalui koperasi, masyarakat dapat mengakses pembiayaan yang aman sekaligus mendapatkan pendampingan dalam mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Kegiatan tersebut disambut antusias oleh masyarakat dan perangkat desa setempat. Selain menjadi sarana edukasi, sosialisasi juga membuka ruang dialog antara koperasi dan masyarakat untuk memperkuat pelayanan serta memperluas program pemberdayaan berbasis kebutuhan riil di lapangan.
Kopsyah BMI meyakini bahwa desa memiliki potensi besar sebagai pusat pertumbuhan ekonomi apabila didukung oleh sistem koperasi yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan. Oleh karena itu, program sosialisasi desa bergelar pertemuan umum ini akan terus digencarkan sebagai bagian dari upaya memperluas dampak koperasi bagi masyarakat.
Dengan komitmen tersebut, Kopsyah BMI optimistis dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperluas jangkauan keanggotaan, serta berkontribusi nyata dalam menciptakan kesejahteraan yang merata dan berkeadilan. (Nur/Humas)
