Tangerang, Klikbmi.com — Nasiyah (66) memilih menjalani hari tuanya seorang diri. Sejak sang suami meninggal dunia, perempuan sepuh asal Kampung Karang Anyar, Desa Karang Anyar, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang itu enggan merepotkan anak-anaknya yang kini telah berkeluarga.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Ia sadar, kehidupan anak-anaknya pun tidak mudah.
Karena itu, di usia yang tak lagi muda, Nasiyah lebih memilih bertahan dengan caranya sendiri. Berkebun kecil-kecilan untuk memenuhi kebutuhan harian. Sesekali menerima bantuan dari anak-anaknya, meski hatinya sering terasa berat.
Di rumah sederhananya itulah Nasiyah menjalani hari-hari tua.
Rumah itu tampak rapuh di tengah himpitan bangunan sekitar. Atapnya melengkung dan berlubang di banyak bagian. Sebagian ditutup terpal dan seng bekas seadanya agar air hujan tak langsung masuk ke dalam rumah.
Tiang-tiang bambu menopang bagian depan rumah yang mulai lapuk dimakan usia dan cuaca. Dinding kusam penuh bercak lembap menjadi saksi panjangnya perjuangan hidup seorang lansia yang bertahan dalam keterbatasan.

Di halaman sempit berlantai semen retak, tersusun bata dan material bangunan seadanya—seperti menyimpan harapan akan perbaikan yang belum pernah benar-benar terwujud.
Cahaya matahari yang masuk dari sela-sela atap justru memperlihatkan betapa renta kondisi rumah itu.
Namun di balik kesederhanaannya, rumah itu tetap menjadi tempat Nasiyah berteduh. Tempat ia bertahan menjalani hidup.
Kamis (7/5/2026), harapan baru akhirnya datang.
Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) melakukan peletakan batu pertama Hibah Rumah Siap Huni (HRSH) untuk Nasiyah. Kebahagiaan itu disaksikan aparat Kecamatan Kemiri, Danramil 09/Mauk Kapten Inf C. Noya, Binamas Polsek Mauk, perangkat Desa Karang Anyar, tokoh masyarakat, hingga jajaran internal Kopsyah BMI.
Hadir dalam kegiatan tersebut Koordinator Manajer Regional 01 Suta Atmaja Hidayat dan Manajer Cabang Kemiri Rantika Maulidiah.
Dalam sambutannya, Camat Kemiri Rudi HK menyampaikan apresiasi atas kontribusi BMI yang terus hadir membantu masyarakat kecil.
“Program rumah siap huni Koperasi Syariah BMI ini merupakan bentuk nyata kepedulian sosial yang sangat bermanfaat bagi masyarakat. Pemerintah Kecamatan Kemiri sangat mengapresiasi BMI yang terus hadir memberikan solusi dan manfaat bagi warganya. Semoga bantuan ini membawa keberkahan dan meningkatkan kualitas hidup penerima manfaat,” ujar Rudi HK.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Karang Anyar, Suhendri. Menurutnya, pembangunan rumah untuk Nasiyah menjadi bukti pentingnya sinergi sosial dalam membangun kesejahteraan masyarakat.
“Kami sangat berterima kasih kepada Koperasi Syariah BMI atas bantuan pembangunan rumah ini. Semoga Ibu Nasiyah dapat merasakan hunian yang lebih layak, nyaman, dan aman. Ini menjadi bukti bahwa sinergi antara lembaga dan masyarakat sangat penting dalam membangun kesejahteraan bersama,” ungkap Suhendri.
Sementara itu, Koordinator Manajer Regional 01 Kopsyah BMI, Suta Atmaja Hidayat, menegaskan bahwa program HRSH merupakan bentuk keberpihakan BMI terhadap kesejahteraan anggota maupun masyarakat sekitar. terlebih Nasiyah merupakan anggota Kopsyah BMI Cabang Kemiri.
“Seperti pesan Direktur Utama Kopsyah BMI Pak Kamaruddin Batubara bahwa Hibah Rumah Siap Huni akan terus dibangun di wilayah pelayanan BMI sebagai bagian dari pemerataan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan anggota serta masyarakat. Karena kita mengamalkan perintah Allah SWT dalam QS Al Maidah ayat 2 tentang tolong-menolong dalam kebaikan,” tandasnya.
Terpisah, Presiden Direktur Koperasi BMI Group Kamaruddin Batubara mengatakan program Hibah Rumah Siap Huni (HRSH) merupakan bentuk kepedulian nyata koperasi terhadap anggota dan masyarakat kecil yang membutuhkan tempat tinggal layak, khususnya para lansia yang hidup dalam keterbatasan.
“Rumah bukan sekadar bangunan. Rumah adalah tempat seseorang merasa aman, tenang, dan dihargai martabat kemanusiaannya. Karena itu BMI ingin hadir membantu masyarakat yang selama ini hidup di rumah yang tidak layak,” ujarnya.
residen Direktur Koperasi BMI Group Kamaruddin Batubara mengatakan program Hibah Rumah Siap Huni (HRSH) merupakan bentuk kepedulian nyata Kopsyah BMI terhadap anggota dan masyarakat kecil yang membutuhkan tempat tinggal layak, khususnya para lansia yang hidup dalam keterbatasan.
“Rumah bukan sekadar bangunan. Rumah adalah tempat seseorang merasa aman, tenang, dan dihargai martabat kemanusiaannya. Karena itu BMI ingin hadir membantu masyarakat yang selama ini hidup di rumah yang tidak layak,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Kambara itu menegaskan bahwa semangat gotong royong anggota menjadi kekuatan utama yang membuat program-program sosial BMI terus berjalan dan memberi manfaat luas bagi masyarakat.
“Koperasi itu tidak boleh hanya tumbuh secara bisnis, tetapi juga harus tumbuh kepeduliannya. Ketika anggota dan pengelola memiliki semangat saling membantu, maka koperasi akan benar-benar menjadi rumah besar bagi masyarakat kecil,” katanya.
Menurut Kambara, kisah Nasiyah menjadi pengingat bahwa masih banyak lansia yang menjalani hidup dengan penuh perjuangan, namun tetap menjaga harga dirinya dengan tidak ingin merepotkan anak-anaknya.
“Ibu Nasiyah adalah potret keteguhan seorang ibu. Di usia senjanya beliau tetap berusaha mandiri dan memilih bertahan dengan segala keterbatasannya. Orang-orang seperti inilah yang harus kita jaga dan bantu bersama,” tuturnya.
Ia berharap rumah baru yang dibangun nantinya dapat menjadi tempat tinggal yang aman dan nyaman bagi Nasiyah untuk menjalani hari tua dengan lebih tenang dan bahagia.
“Mudah-mudahan rumah ini menjadi tempat yang penuh keberkahan, tempat beribadah, tempat beristirahat dengan tenang, dan menjadi bukti bahwa masih banyak orang yang peduli terhadap sesama,” pungkasnya.
Pagi itu, di tengah rumah tua yang nyaris rapuh dimakan waktu, Nasiyah akhirnya melihat harapan baru berdiri di depan matanya.
Sebuah rumah layak.
Sebuah tempat berteduh yang lebih aman.
Dan mungkin, ketenangan yang selama ini hanya ia simpan diam-diam dalam doa-doanya.
