Senin Ideologis: Prof. Dr. Soemitro Djojohadikusumo, koperasi adalah misi, bukan sekadar program

BMI Corner

Tangerang, Klikbmi.com: Prof. Dr. Soemitro Djojohadikusumo, begawan ekonomi Indonesia, ayah Presiden Prabowo Subianto ini meletakkan koperasi sebagai pondasi penting untuk membangun kemandirian ekonomi rakyat. Baginya, koperasi adalah alat perjuangan, bukan sekadar badan usaha yang bisa memperkuat usaha kecil, menciptakan pemerataan, dan mengembalikan kendali ekonomi ke tangan rakyat.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Sejak disertasinya di Rotterdam Belanda pada 1930-an, Soemitro telah melihat koperasi sebagai kunci mengatasi kesenjangan. Ia yakin ekonomi harus dibangun dari bawah, dari desa, dan berlandaskan gotong royong.

Dalam pidato di Rapat Anggota Induk Koperasi Pegawai Negeri (IKPN-RI), 17 Desember 1997, Soemitro menyampaikan:

“Caranya, dana dari penyisihan satu hingga lima persen laba BUMN dikumpulkan dan dipusatkan sebagai dana investasi untuk pembinaan gerakan koperasi dan usaha kecil. Dana investasi itu dimungkinkan pula berperan sebagai dana jaminan yang dapat turut dalam pembelian saham-saham perusahaan swasta.”

Bagi Soemitro, langkah ini adalah strategi besar, membuat koperasi tak hanya hidup dari bantuan, tetapi juga punya kekuatan modal untuk bersaing dan memiliki aset strategis.

Saat ide tersebut menuai penolakan, Soemitro tetap teguh. Dalam rapat anggota IKPN-RI, 15 Desember 1994, ia menegaskan:

“Saya tetap beda pendapat. Dan kini pendapat saya didukung pengalaman empiris selama lima tahun.”

Keteguhan ini menunjukkan bahwa baginya koperasi adalah misi, bukan sekadar program.

Di tengah krisis ekonomi 1998, Soemitro tetap bersuara. Dalam rapat anggota IKPN-RI, 9 November 1998, ia mengusulkan:

“Dalam pada itu, saya tidak urung menganjurkan pada pemerintah agar dibentuk sebuah investment trust untuk koperasi seperti yang telah beberapa kali saya ungkapkan pada kesempatan seperti ini.”

Ia membayangkan lembaga investasi khusus yang mengelola dana BUMN untuk koperasi membangun kekuatan ekonomi rakyat secara sistematis.

Darah dan semangat itu kini mengalir pada putranya, Presiden RI Prabowo Subianto. Di berbagai kesempatan, Prabowo menegaskan koperasi sebagai senjata utama pemerataan ekonomi. Ia mendorong pembentukan koperasi modern, peningkatan akses permodalan, dan penguatan manajemen agar koperasi tak hanya menjadi pelengkap, tetapi pemain utama ekonomi nasional.

Dalam visi pemerintahannya, koperasi ditempatkan sejajar dengan BUMN dan swasta besar sebagai penopang pembangunan. Program koperasi Merah Putih, digitalisasi koperasi, dan pembinaan SDM koperasi menjadi agenda prioritas.

Semangat ini seolah menjahit kembali benang merah pemikiran Soemitro yang sempat terhenti. Jika dulu ayahnya bermimpi koperasi punya modal kuat dari laba BUMN, kini Prabowo berupaya menghadirkan kebijakan dan instrumen yang membuat koperasi benar-benar menjadi pilar ekonomi rakyat dari desa hingga kota.

Warisan pemikiran dan keberanian Soemitro kini menemukan jalannya. Dengan dukungan politik dan kebijakan yang kuat dari Prabowo, peluang menghidupkan kembali “koperasi sebagai benteng ekonomi rakyat” terbuka lebar.

Soemitro Djojohadikusumo sejak lama memandang koperasi sebagai pilar ekonomi rakyat dan mengusulkan langkah konkret seperti penyisihan laba BUMN untuk modal koperasi melalui investment trust.

Ia konsisten mempertahankan gagasan tersebut meski mendapat penolakan, bahkan di tengah krisis ekonomi.

Ada kesinambungan visi antara ayah dan anak untuk menjadikan koperasi sebagai alat pemerataan dan kedaulatan ekonomi rakyat dari desa hingga kota. (Togar Humas)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *