Serang, klikbmi.com: Suripah berlari tergesa-gesa menuju rumahnya. Napasnya memburu. Namun, ia terlambat. Api sudah membumbung tinggi. Peristiwa naas itu terjadi Kamis (7 November 2025. Janda berusia 66 tahun tersebut hanya bisa pasrah menyaksikan rumah peninggalan almarhum suaminya dilalap si jago merah.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Kebakaran itu menghanguskan rumah Suripah di Kampung Garendong, RT 10 RW 03, Desa Petir, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang. Saat api membesar, Suripah sedang membantu acara di rumah tetangganya. Ketika kembali, rumah yang selama ini menjadi satu-satunya tempat berlindung telah berubah menjadi puing.

Petugas pemadam kebakaran menyebut korsleting listrik sebagai penyebab kebakaran. Namun, bagi Suripah, penjelasan itu tak banyak berarti. Pikirannya dipenuhi kegelisahan: ke mana ia harus tinggal, bagaimana membangun kembali rumahnya, dan dari mana biaya akan didapat.
Sejak ditinggal wafat suaminya, Suripah harus bertahan hidup seorang diri. Di usia senja, ia bekerja sebagai buruh tani dengan upah tak sampai Rp50 ribu per hari. Setiap hari ia hanya bisa menatap sisa-sisa rumahnya, dengan wajah sayu dan langkah gontai.
Namun, duka itu tak berlangsung lama. Senin 29Desember 2025, harapan kembali menyapa Suripah. Koperasi Syariah Benteng Mikro Indo nesia (Kopsyah BMI) memulai pembangunan Hibah Rumah Siap Huni (HRSH) untuknya.

Pembangunan rumah tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama. Hadir dalam acara itu Beni Raharja, Kasi Trantib Kecamatan Petir yang mewakili Camat Petir Fariz Ruhiyatullah, Kepala Desa Petir Wahyudi, Babinsa Iwan Fachrurozi, Bhabinkamtibmas Salira, Ketua RT Jandra, dan Ketua RW Samhudi. Dari Kopsyah BMI hadir Manajer Regional 02 Sandi Sumantri serta Manajer Cabang Petir Listiana Putri.
sejumlah warga menyaksikan prosesi tersebut. Suasana haru pun pecah. Tak sedikit tetangga Suripah yang ikut meneteskan air mata, menyaksikan perempuan renta itu kembali memiliki tempat berteduh.
Kepala Desa Petir Wahyudi mengapresiasi langkah Kopsyah BMI. Ia menilai kepedulian koperasi tersebut tak memandang status keanggotaan.
“Kalau soal kepedulian, BMI tidak melihat apakah dia anggota koperasi atau bukan. Ibu Suripah ini bukan anggota, tapi tetap dibantu. Karena itu saya mengajak pihak BMI ke kantor desa agar warga tahu manfaat menjadi anggota koperasi,” ujarnya.
Bagi Suripah, rumah hibah itu bukan sekadar bangunan. Melainkan simbol kebangkitan, bahwa di tengah musibah, masih ada uluran tangan dan harapan yang tak ikut terbakar.
TerpisahDirektur Utama Kopsyah BMI Kamaruddin Batubara menegaskan bahwa pembangunan Hibah Rumah Siap Huni (HRSH) merupakan bagian dari komitmen koperasi dalam menghadirkan fungsi sosial koperasi di tingkat akar rumput.
Menurutnya, koperasi tidak boleh semata-mata berorientasi pada transaksi ekonomi, tetapi juga harus hadir sebagai solusi sosial, terutama bagi masyarakat miskin dan rentan yang terdampak musibah.
“HRSH Kopsyah BMI lahir dari semangat keberpihakan kepada kaum kecil. Ketika ada warga yang kehilangan rumah, apalagi lansia dan hidup sendiri seperti Ibu Suripah, maka itu adalah panggilan kemanusiaan,” ujar pria yang karib disapa Kambara tersebut.
Ia menambahkan, bantuan HRSH tidak didasarkan pada status keanggotaan koperasi, melainkan pada prinsip kepedulian dan kebutuhan yang nyata di masyarakat.
“Ibu Suripah memang bukan anggota koperasi, tetapi nilai-nilai syariah mengajarkan bahwa menolong sesama tidak boleh dibatasi oleh administrasi,” jelas Kambara .
Kamaruddin menyebut, program hibah rumah ini juga menjadi bagian dari dakwah sosial Kopsyah BMI untuk memperkuat martabat kehidupan penerima.
“Kalau rumahnya hilang, maka masa depannya ikut goyah. Tugas kami membantu mengembalikan pondasi hidupnya,” ujarnya.
Ia berharap kehadiran HRSH dapat memantik semangat gotong royong dan solidaritas anggota, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap koperasi sebagai lembaga pemberdayaan umat.“Kami ingin koperasi hadir bukan hanya saat masyarakat butuh modal usaha, tapi juga saat mereka kehilangan segalanya,” kata Kambara.
Ke Kopsyah BMI selalu berkomitmen untuk terus memperluas program sosial serupa di berbagai daerah, seiring dengan pertumbuhan koperasi yang berlandaskan prinsip syariah, keberlanjutan, dan keadilan sosial.
“Koperasi harus tumbuh bersama masyarakat. Kalau masyarakat kuat, koperasi juga akan kuat,” pungkas Kambara.
Kami tak ingin sendiri, Para pembaca Klikbmi bisa membantu pembangunan HRSH Bu Suripah melalui rekening ZISWAF Kopsyah BMI Transfer ke BSI 7200320171 an. Benteng Mikro Indonesia. nomor Konfirmasi melalui 0811-8802-013. (Togar/humas)

