Subang, Klikbmi.com: Hujan turun perlahan saat Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) menggelar acara peletakan batu pertama hibah Rumah Siap Huni (HRSH) untuk Ibu Sarem. Rabu, 31 Desember 2025, Ciasem yang biasanya panas menyengat, siang itu terasa lebih teduh. Bukan hanya karena hujan, tetapi karena harapan baru yang jatuh bersama rintiknya.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Acara berlangsung di Dusun Margatani RT 001 RW 003, Desa Ciasem Baru, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Di tengah acara, Sarem dan suaminya, Dastam, berdiri bersebelahan. Tatapan mereka tak lepas dari batu pertama yang diletakkan, tanda dimulainya pembangunan rumah yang selama puluhan tahun hanya bisa mereka impikan.
Bagi Sarem, rumah layak huni adalah mimpi yang lama disimpan. Namun hidup tak memberinya banyak pilihan. Ia dan suaminya hanyalah buruh tani. Di usia yang kian menua, mereka masih menggantungkan hidup dari upah menanam padi, cukup untuk makan hari ini, nyaris tak pernah cukup untuk membangun hari esok.
Peletakan batu pertama itu dihadiri Kepala Desa Ciasem Baru, Indah Aprianti, bersama Kepala Dusun Ade, Manajer Regional V Kopsyah BMI Asep Hendra, serta Manajer Cabang Ciasem Mahmud. Dalam sambutannya, Indah mengapresiasi kepedulian Kopsyah BMI terhadap warganya.

“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Kopsyah BMI yang kembali hadir menyelesaikan urusan sosial warga kami. Kalau saya dengar, nilai pembangunan rumah ini cukup besar. Bahkan jika dibandingkan dengan anggaran desa untuk Rutilahu hanya seperdelapan anggaran pembangunan HRSH Kopsyah BMI,” ujarnya.
Sepanjang acara, pipi Sarem tak pernah benar-benar kering. Air mata jatuh, bercampur antara haru dan rasa tak percaya. Ia mengaku masih sulit meyakini bahwa rumahnya benar-benar akan dibangun oleh Kopsyah BMI.
“Waktu dikasih surat persetujuan, saya sama suami lagi sakit, Pak. Kami masih bertanya-tanya, benarkah rumah kami akan dibangun?” tutur Sarem lirih.
Keraguan itu perlahan sirna ketika pada Jumat, 26 Desember 2025, rumah lamanya mulai dibongkar. Spanduk bertuliskan pembangunan HRSH Kopsyah BMI terpasang dan tak pernah dilepas.

“Sejak rumah dibongkar, badan saya malah terasa meriang. Sekarang, setelah acara ini, saya dan suami sudah merasa sembuh. Kami yakin, rumah ini benar-benar akan dibangun,” katanya sambil tersenyum, air mata kembali mengalir di pipinya.
Di tengah hujan Ciasem, tangis bahagia Sarem jatuh bersama keyakinan baru, hidupnya mungkin sederhana, tetapi hari esoknya tak lagi serapuh rumah lamanya.
Terpisah, Direktur Utama Kopsyah BMI, Kamaruddin Batubara, dalam keterangannya menegaskan bahwa program Hibah Rumah Siap Huni (HRSH) merupakan wujud nyata komitmen koperasi syariah dalam menghadirkan peran sosial koperasi di tengah masyarakat kecil.
“HRSH ini bukan sekadar membangun rumah, tetapi membangun kembali harapan hidup. Kami ingin memastikan bahwa mereka yang selama ini hidup dalam keterbatasan tetap memiliki hak yang sama untuk tinggal di rumah yang layak dan bermartabat,” ujar pria yang karib disapa Kambara tersebut.
Ia menambahkan, Kopsyah BMI memandang kemiskinan struktural sebagai persoalan bersama yang harus diselesaikan dengan gotong royong, bukan hanya oleh pemerintah, tetapi juga oleh lembaga sosial dan ekonomi kerakyatan seperti koperasi.
“Bu Sarem dan Pak Dastam adalah gambaran keteguhan hati rakyat kecil. Di usia yang tidak lagi muda, mereka masih bekerja keras sebagai buruh tani. Negara dan kita semua punya kewajiban moral untuk hadir di tengah kehidupan seperti ini,” tuturnya.
Menurut Kambara, HRSH Kopsyah BMI juga menjadi bukti bahwa koperasi syariah tidak hanya bicara soal pembiayaan dan simpanan semata, tetapi juga soal keberpihakan dan kebermanfaatan sosial yang nyata.
“Kami ingin BMI tumbuh bersama rakyat, bukan tumbuh di atas penderitaan rakyat. Karena itu, setiap gotong toyong yang kami kelola harus kembali ke masyarakat dalam bentuk kebermanfaatan,” katanya.
Ia juga mengapresiasi dukungan pemerintah desa dan masyarakat Ciasem Baru yang selama ini aktif bersinergi dengan program-program sosial Kopsyah BMI.

“Kolaborasi dengan pemerintah desa sepert Ciasem Baru ini sangat penting. Ketika koperasi, pemerintah, dan masyarakat berjalan seiring, maka dampaknya akan jauh lebih besar dan berkelanjutan,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Kambara berharap rumah yang dibangun kelak tidak hanya menjadi tempat berteduh, tetapi juga menjadi awal kehidupan yang lebih tenang bagi Sarem dan Dastam.
“Semoga rumah ini menjadi sumber ketenteraman, kesehatan, dan kekuatan baru bagi Bu Sarem dan Pak Dastam. Doa kami, di rumah inilah kelak mereka menjalani hari tua dengan lebih layak dan penuh rasa syukur,” pungkasnya. (Togar/humas)

Masya Allah.. Berkah berkah
Alhamdulillah BMI terus berbagi
MasyaAllah Tabarakallah
Semoga BMI lebih maju,bisa untuk group BMI yg lain,seperti di Kumpulan PANDA