Lebak,Klikbmi.com – Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) kembali memperkuat kolaborasi dengan pemerintah desa. Kamis (26/2/2026), BMI menyerahkan apresiasi kepada Kepala Desa Selaraja, Kecamatan Warung Gunung, Kabupaten Lebak, Emboy Cahyana.
Apresiasi itu merupakan tindak lanjut atas penghargaan “Kepala Desa Militan” yang diterima Emboy dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 yang digelar pada 22 Januari 2025 lalu . Penghargaan diberikan sebagai bentuk pengakuan atas dukungan aktif kepala desa terhadap pengembangan koperasi di wilayahnya.
Bentuk apresiasi yang diserahkan berupa satu set meja dan kursi untuk menunjang operasional Kantor Desa Selaraja. Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan pelayanan administrasi kepada masyarakat.
Penyerahan dilakukan Manajer Cabang Warung Gunung Kopsyah BMI Muhammad Endra bersama Manajer Regional 3 Ahmad Mulyadi. Apresiasi diterima oleh Kepala Urusan Desa Selaraja, Dendi, mewakili pemerintah desa.
Muhammad Endra menjelaskan, Emboy dinilai memiliki komitmen kuat dalam mendukung penguatan permodalan koperasi. Salah satunya melalui partisipasi aktif dalam produk simpanan berjangka. “Pak Emboy merupakan penabung Simpanan Berjangka (Sijaka) terbesar di Regional 3. Dukungan beliau sangat berarti bagi penguatan struktur permodalan koperasi,” ujarnya.
Menurut Endra, keterlibatan kepala desa tidak hanya berdampak pada peningkatan dana pihak anggota, tetapi juga mendorong kepercayaan masyarakat terhadap koperasi sebagai lembaga keuangan alternatif berbasis syariah. Dengan adanya dukungan pemerintah desa, literasi keuangan dan partisipasi warga semakin tumbuh.
Ia menambahkan, sinergi yang terbangun juga meluas ke unit usaha lain dalam siklus bisnis Koperasi BMI Grup. Istridan Keluarga Kepala Desa Selaraja bahkan mempercayakan layanan perjalanan ibadah umrah melalui unit jasa perjalanan koperasi, yakni Kopjas BMI.
Terpisah Direktur Utama Kopsyah BMI, Kamaruddin Batubara, menegaskan bahwa peran kepala desa sangat strategis dalam membangun ekonomi berbasis komunitas. Menurutnya, dukungan pemimpin desa menjadi faktor penting dalam mempercepat inklusi keuangan syariah di tingkat akar rumput.
“Kepala desa adalah motor penggerak ekonomi lokal. Ketika pemimpinnya memberi contoh dalam menabung dan bermitra dengan koperasi, masyarakat akan lebih percaya dan ikut terlibat,” ujarnya.
Ia menambahkan, kolaborasi antara koperasi dan pemerintah desa harus terus diperluas, tidak hanya dalam aspek simpanan dan pembiayaan, tetapi juga penguatan usaha mikro, pemberdayaan UMKM, serta peningkatan kesejahteraan warga. “Kita ingin koperasi hadir sebagai mitra strategis desa dalam membangun kemandirian ekonomi,” tandasnya (Togar/humas)

