Bertahun-Tahun Buang Air ke Sungai, Anih, Lansia Di Pamijahan Akhirnya Hidup Nyaman di Rumah Baru

Info ZISWAF

Bogor, Klikbmi.com: Selasa pagi, 24 Februari 2026, suasana di Kampung Bojong Sari RT 001/003, Desa Gunung Sari, Kecamatan Pamijahan, terasa berbeda. Di sebuah rumah sederhana, haru dan syukur menyatu dalam linangan air mata seorang ibu bernama Anih (66).

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Baca juga: https://klikbmi.com/kalau-bersatu-kita-mampu-pesan-ekonomi-kerakyatan-dari-kambara-di-penyerahan-hrsh-ke-565/

Anih bukan anggota koperasi BMI. Ia hanyalah seorang janda yang bertahun-tahun bertahan hidup dengan berjualan donat milik orang lain. Dari hasil yang tak seberapa itu, ia mencukupi kebutuhan sehari-hari. Jika tak ada yang terjual, ia menggantungkan harap pada kiriman makanan dari saudara dan tetangga terdekat.

Rumah yang ia tempati memang berdinding permanen, namun jauh dari kata layak. Kebersihan dan sanitasi menjadi persoalan yang tak pernah benar-benar selesai. Ia tak memiliki kamar mandi maupun sumber air sendiri. Untuk buang air, ia harus ke sungai. Untuk mandi, ia menumpang ke rumah saudara. Di usia yang tak lagi muda, setiap langkahnya adalah perjuangan.

Namun di balik segala keterbatasan itu, Anih tak pernah berhenti berdoa.

Kondisi rumah Anih sebelum dibangun ulang oleh Koperasi Syariah BMI

“Alhamdulillah… saya tidak menyangka bisa mendapat bantuan ini, rumah saya jadi bagus” ucapnya lirih dengan bahasa sunda yang khas, sambil sesekali mengusap matanya yang berkaca-kaca.

Doa-doa yang ia panjatkan seolah menemukan jalannya. Melalui program Hibah Rumah Siap Huni (HRSH) ke-565 dari Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia, Allah menghadirkan pertolongan lewat tangan-tangan kebaikan para anggota dan donatur infaq.

Dengan total biaya pembangunan sebesar Rp65.000.000,-, sebuah harapan baru kini berdiri di atas tanah yang selama ini menjadi saksi kesabarannya. Bukan sekadar bangunan, tetapi rumah yang lebih layak, lebih bersih, dan lebih manusiawi untuk ditempati.

Prosesi gunting pita rumah baru Anih dilakukan oleh Abdul Rahman perwakilan Dinaskop Kabupaten Bogor (kiri), H. Daden (tokoh masyarakat) dan Kapolsek Pamijahan bersama jajaran manajemen Kopsyah BMI

Penyerahan hibah tersebut dilaksanakan pada pukul 10.00 WIB hingga selesai, dihadiri langsung oleh Presiden Direktur Koperasi BMI Group, Kamaruddin Batubara, jajaran manajemen cabang Pamijahan, serta tim Humas dan Ziswaf.

Bagi Anih, bantuan ini bukan hanya tentang dinding dan atap baru. Ini adalah tentang martabat. Tentang rasa aman. Tentang keyakinan bahwa dirinya tidak sendiri.

Di tengah usianya yang senja, ia tetap dikenal sebagai sosok yang rajin bekerja dan tak pernah mengeluh. Kini, dengan wajah yang lebih tenang, ia mengungkapkan rasa syukurnya dan mengajak masyarakat untuk menjadi bagian dari Koperasi Syariah BMI.

foto bersama didalam rumah Anih yang telah diserahkan oleh Koperasi Syariah BMI hari ini (24/2/2026)

Kisah Anih adalah pengingat, bahwa di balik setiap infaq yang dititipkan, ada doa yang menunggu jawaban. Dan di balik setiap rumah yang dibangun, ada kehidupan yang sedang dipulihkan perlahan-lahan.

Di Pamijahan, pagi itu, bukan hanya sebuah rumah yang diserahkan. Tetapi juga harapan yang kembali dinyalakan. Puluhan warga yang berbondong-bondong ingin melihat rumah baru Anih menghiasi gelak tawa meriah di acara tersebut, ditambah, Presiden Direktur Koperasi BMI Group yang akhir acara mengadakan ajang lomba khusus bagi anak-anak kecil yang hadir dan hafal surat-surat pendek menambah meriah acara gunting pita rumah baru tersebut. (Nur/Humas)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *