Tangerang, Klikbmi.com: Kamis, 5 Juni 2025 Menjadi hari penuh haru dan berkah bagi dua keluarga kurang mampu di wilayah Subang dan Tangerang. Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) kembali merealisasikan program Hibah Rumah Siap Huni (HRSH) sebagai bagian dari misi sosial pemberdayaan ekonomi berbasis syariah. Di hari yang sama, peletakan batu pertama dilaksanakan di dua titik berbeda: Desa Gambarsari, Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang dan Desa Salembaran Jati, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!HRSH untuk Darma dan Eras – Pagaden, Subang
Di Kampung Mekarsari RT 006 RW 002, Desa Gambarsari, Kecamatan Pagaden, Kopsyah BMI memulai pembangunan rumah untuk pasangan lansia non-anggota, Darma (66 tahun) dan Eras (65 tahun). Keduanya tinggal bersama seorang anak dan satu cucu di rumah yang sudah puluhan tahun tidak layak huni. Atap bocor, bangunan reot, dan rawan roboh. Darma bekerja sebagai buruh tani harian lepas, kadang menerima upah Rp 30 Ribu per hari jika mendapat panggilan kerja, sedangkan Istirnya – Eras adalah ibu rumah tangga. Penghidupan keluarga ini sangat bergantung pada anak mereka yang bekerja di sebuah dealer.
Meski bukan anggota koperasi, kondisi mereka yang sangat memprihatinkan mengetuk hati para anggota dan pengurus Kopsyah BMI. Rumah mereka kini dibangun kembali secara gratis dengan ukuran 5×6 meter dan nilai pembangunan sebesar Rp 60 Juta, seluruhnya dari dana sosial koperasi. Acara peletakan batu pertama dihadiri Muhammad Saepul Manajer Area 13, Abdul Kodir Manajer Cabang Pagaden, perwakilan Kecamatan Pagaden, Kepala Desa Gambarsari, tokoh masyarakat, serta Ketua RT dan RW setempat.

HRSH untuk Saroh – Kosambi, Tangerang
Di lokasi berbeda, Kopsyah BMI Cabang Kosambi juga memulai pembangunan rumah untuk Saroh (67 tahun), seorang janda yang sehari-hari berdagang bacang dengan penghasilan Rp 30–50 Ribu per hari. Saroh tinggal di Kampung Rawa Lumpang RT 03 RW 03, Desa Salembaran Jati, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, bersama cucunya. Dua anaknya sudah menikah dan tinggal terpisah. Rumah yang ia tempati sudah tidak layak: pagar berlubang, genteng bocor, dan sering kebanjiran karena letaknya yang rendah serta dekat empang. Parahnya, pagar tol yang tinggi menutup saluran air sehingga saat hujan deras turun, rumah Saroh tergenang dan kian rusak.
Berharap pada doa dan kebaikan hati sesama, impian Saroh akhirnya dijawab melalui semangat gotong royong para anggota Kopsyah BMI disekitar rumahnya mengajukannya dalam forum rembug pusat beruang. Proposal pengajuan tersebut diterima dan pembangunan rumah layak huni untuk Saroh kini resmi dimulai. Acara peletakan batu pertama dihadiri oleh Sekretaris Camat Rama Winata, perwakilan Kepala Desa Maesul, Binamas Aiptu Pepen, Babinsa Adi, serta jajaran dari Kopsyah BMI: Direktur Bisnis dan Pemberdayaan Casmita, Tim ZISWAF Sarwo Edhi, Manajer Area 01 Endang Samdawi, dan Manajer Cabang Kosambi Ayun Darsih.

Dua lokasi berbeda, namun semangat dan tujuannya sama: menghadirkan hunian yang layak dan bermartabat bagi mereka yang membutuhkan. Kopsyah BMI terus berupaya menjadikan koperasi syariah bukan sekadar lembaga keuangan, tetapi juga wasilah kebaikan sosial yang nyata dan menyentuh.
Melalui momentum ini, Kopsyah BMI mengajak seluruh anggota dan masyarakat luas untuk semakin giat menyalurkan Zakat, Infaq, dan Wakaf (ZISWAF) melalui koperasi BMI. Setiap rupiah yang Anda titipkan akan menjadi bagian dari perubahan hidup bagi keluarga-keluarga seperti Darma dan Saroh. Bersama, kita bisa menghadirkan lebih banyak senyuman dan harapan.
Semoga proses pembangunan di dua titik ini berjalan lancar, berkah, dan segera bisa diresmikan serta dihuni oleh para penerima manfaat. Mari terus bersinergi dalam membangun negeri melalui koperasi syariah yang kuat, mandiri, dan penuh keberpihakan kepada yang lemah. (Nur/Humas)
