Kadinkes Tangerang Ajak Masyarakat Stop Mengucilkan ODGJ: “Mereka Harus Diterima dan Diberdayakan”

Nasional

Tangerang, Klikbmi.com: Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi mengajak masyarakat untuk menghentikan stigma dan pengucilan terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Menurutnya, ODGJ bukan untuk dijauhi, melainkan harus diterima, diobati, didampingi, dan diberdayakan agar dapat kembali menjalani kehidupan secara normal di tengah masyarakat.
baca juga: https://klikbmi.com/kambara-koperasi-harus-menjadi-jalan-harapan-hidup-bagi-masyarakat/

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Pesan tersebut disampaikan Hendra Tarmizi saat menghadiri kunjungan Pemerintah Kabupaten Tangerang ke Yayasan Benteng Darul Iman (BDI) di Sindang Jaya, Tangerang, Banten, yayasan binaan Koperasi BMI Group yang bergerak dalam pendampingan dan pemulihan ODGJ. Kunjungan tersebut bersama Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid, Selasa 12/05.

“Kami menyampaikan kepada masyarakat Kabupaten Tangerang, khususnya yang keluarganya mengalami ODGJ, mohon lingkungan bisa menerima. Kita semua adalah hamba Allah dan harus diterima dengan baik,” ujar Hendra.

Ia menegaskan, keluarga memiliki peran penting dalam proses penyembuhan pasien. Karena itu, masyarakat diminta untuk tidak mengucilkan anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa, melainkan segera membawa mereka mendapatkan penanganan medis.

“Jangan dikucilkan. Berikan pengobatan, terutama melalui pelayanan terdekat seperti puskesmas. Setelah itu bila diperlukan bisa dirujuk ke rumah sakit jiwa. Pemerintah siap memfasilitasi, termasuk akomodasi dan pendampingannya,” katanya.

Menurut Hendra, salah satu tantangan terbesar dalam penanganan ODGJ adalah stigma sosial yang masih melekat di masyarakat. Tidak sedikit pasien yang justru kehilangan kesempatan pulih karena dijauhkan dari lingkungan sosialnya sendiri.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Tangerang mendorong pendekatan pemulihan yang tidak hanya fokus pada aspek medis, tetapi juga pemberdayaan sosial dan ekonomi.

(atas) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang adalah dr. Hendra Tarmizi, MARS ketika diwawancara oleh tim Redaksi Klikbmi.com; (bawah) Foto Pasien ODGJ dengan Kadinkes bersama Bupati Tangerang, Pemda dan Tim Koperasi BMI

“Yang paling penting jangan sampai ada kekosongan aktivitas. Mereka harus memiliki kegiatan positif sesuai kemampuan dan bakatnya,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, setiap pasien memiliki latar belakang dan kondisi berbeda, sehingga pendekatan pemulihan harus dilakukan secara personal melalui edukasi, pendampingan, hingga pelatihan keterampilan.

Pemerintah Kabupaten Tangerang, lanjutnya, telah menyiapkan berbagai program pelatihan melalui UPT PMKS dan kemitraan bersama Kementerian Sosial melalui Sentra Mulya untuk membantu proses rehabilitasi sosial para penyintas ODGJ.

“Kalau memang perlu dilatih, kita dampingi. Kita ingin saudara-saudara kita ini tidak kosong aktivitasnya dan bisa kembali produktif di masyarakat,” jelasnya.
baca juga: https://klikbmi.com/bupati-tangerang-sentuh-langsung-odgj-koperasi-bmi-tegaskan-koperasi-bukan-sekadar-uang-tapi-harapan-hidup/

Dalam kesempatan tersebut, Hendra juga mengapresiasi keterlibatan Koperasi BMI Group yang dinilai menghadirkan pendekatan berbeda dalam penanganan ODGJ melalui pemberdayaan ekonomi dan aktivitas usaha.

“Saya senang BMI hadir di sini. Mereka harus diberikan aktivitas dunia usaha sesuai bakat dan kemampuannya. Bisa di bidang bengkel, sembako, servis AC, atau keterampilan lainnya,” ujarnya.

Ia berharap ke depan penanganan ODGJ dapat menjadi gerakan kolaboratif antara pemerintah, dunia usaha, yayasan sosial, dan masyarakat agar para pasien tidak hanya sembuh secara medis, tetapi juga kembali memiliki kehidupan yang bermartabat.

“Mudah-mudahan saudara-saudara kita sehat kembali, pulang ke keluarga, diterima oleh lingkungan, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” tutupnya. (Nur/Humas)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *