Tangerang, Klikbmi.com: Setiap hari Jumat, Pengawas Syariah Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI), Hendri Tanjung, rutin menyampaikan “Nasihat Jumat Khidmat” sebagai pengingat moral dan spiritual bagi jajaran karyawan Koperasi BMI Group. Dalam edisi pekan ini, saat dihubungi redaksi Klikbmi.com, Hendri menegaskan kembali pentingnya menjaga hati dan menjauhkan diri dari prasangka buruk, sebagaimana terkandung dalam Surat Al-Hujurat ayat 12.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّۖ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ وَّلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًاۗ اَيُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيْمٌ ١٢
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak prasangka! Sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Janganlah mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Bertakwalah kepada Allah! Sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.”
Ayat tersebut, jelas Hendri, memuat larangan tegas bagi umat beriman untuk berprasangka buruk, mencari-cari kesalahan orang lain, hingga membicarakan keburukan saudaranya. “Allah mengumpamakan menggunjing seperti memakan bangkai saudara sendiri. Ini peringatan keras agar kita bertakwa, karena Allah Maha Penerima Tobat dan Maha Penyayang,” ujarnya.
Menurut Hendri, penggalan ayat tentang larangan berburuk sangka memiliki relevansi yang sangat kuat dalam dunia kerja, termasuk bagi seluruh insan Koperasi BMI Group. “Kita tidak boleh berburuk sangka kepada siapapun. Kenapa? Karena sebagian dari prasangka itu adalah dosa,” tegasnya.
Ia mencontohkan, prasangka buruk kepada atasan hanya akan membuat seseorang bekerja dengan keluh kesah, merasa tidak ikhlas, hingga merasa dizalimi. Sebaliknya, prasangka buruk kepada bawahan memunculkan perasaan bahwa bawahan tidak patuh atau enggan bekerja sama.
“Berburuk sangka inilah yang kemudian membuat kita tidak benar dalam bekerja. Orang yang berburuk sangka kepada atasannya misalnya, maka dia bekerja dengan ngedumel, maka dia bekerja dengan tidak rela, tidak ikhlas, merasa dizolimi, dan sebagainya. Sementara orang yang buruk sangka kepada bawahannya, Maka dia merasa bahawannya itu tidak taat pada dia, tidak mau menurut perintahnya, melawan kepadanya dan sebagainya” Ujar Pria lulusan Doktor Filsafat Ekonomi Islam dari kampus International Islamic University (IIU) Islamabad, Pakistan.
“Buruk sangka membuat kita tidak benar dalam bekerja. Ia merusak niat, merusak keikhlasan,” tambahnya. Tambahnya.
Hendri kemudian membagikan pengalaman pribadinya tentang seorang sahabat yang selalu bersangka baik bahkan kepada orang yang memperlakukannya kurang baik. Sifat itu, menurutnya, justru meluluhkan hati orang lain. “Lawan dari buruk sangka adalah baik sangka. Dan baik sangka itu mampu menyentuh hati orang. Karena yang membolak-balikkan hati adalah Allah SWT,” ungkapnya.
Menutup nasihatnya, Hendri mengajak seluruh keluarga besar Koperasi BMI Group, baik atasan, bawahan, maupun rekan sejawat untuk menjadikan budaya husnuzan sebagai karakter dalam bekerja. “Jauhilah prasangka buruk kepada siapapun. Di manapun kita bekerja, khususnya di Koperasi BMI ini, mari kita bangun suasana kerja yang penuh kepercayaan, ketulusan, dan prasangka baik,” pesannya. (Nur/Humas)
