Karawang, Klikbmi.com: Di tengah derasnya hujan kehidupan yang kadang tak kunjung reda, Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) kembali menyalakan lentera harapan. Pada Selasa, 3 Juni 2025, dua keluarga prasejahtera di Kabupaten Karawang menerima anugerah paling hakiki dalam hidup mereka: rumah yang layak, tempat pulang yang benar-benar bisa disebut “rumah”.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Penyerahan Rumah Siap Huni (HRSH) ke-527 dan 528 berlangsung di Desa Ciptamarga, Kecamatan Jayakerta dan Kelurahan Mekarjati, Kecamatan Karawang Barat. Direktur Sumber Daya Manusia Kopsyah BMI, Akhmad Jauhari, hadir mewakili Direktur Utama Kopsyah BMI sekaligus Presiden Direktur Koperasi BMI Group, Kamaruddin Batubara.

Dalam sambutannya, Jauhari mengingatkan bahwa ketika koperasi dijalankan secara profesional, amanah, dan berlandaskan nilai-nilai syariah, manfaatnya akan terasa luas, tak hanya untuk anggota, namun juga untuk masyarakat yang lebih luas. “Rumah ini bukan sekadar bangunan, tetapi perwujudan dari gotong royong dan kasih sayang. Rawatlah dengan baik, gunakan untuk kebaikan, terutama ibadah. Semoga menjadi tempat yang penuh keberkahan,” ungkap Jauhari menyampaikan pesan dari Kamaruddin Batubara.
Acara turut dihadiri oleh Siti Khumairoh dari Kasi Bidang Pemerintah Desa Ciptamarga yang menyampaikan apresiasinya atas kepedulian Kopsyah BMI terhadap warganya. Agus Fasha dari Pendamping Koperasi dari Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Karawang juga menyampaikan rasa bangga atas keberlanjutan program ini, mengingat kembali kunjungan studi bandingnya ke kantor pusat BMI delapan tahun lalu.
“Saya sangat bangga sekali karena 8 tahun lalu saya pernah study banding ke kantor pusat BMI di Tangerang, saya bangga karena Koperasi BMI bisa berkembang, bisa lebih maju seperti ini” ujar Agus.

Kisah Ibu Iyum dan Doa yang Dijawab Langit.
Di sebuah sudut Dusun Peundeuy, Desa Ciptamarga, wilayah pelayanan Kopsyah BMI Cabang Rengasdengklok, tinggal seorang perempuan sederhana bernama Iyum. Di usianya yang menginjak 57 tahun, ia masih memikul banyak beban, bukan hanya sebagai ibu dari empat anak, satu sudah menikah, tiga lainnya masih bergantung padanya, Ia juga adalah istri dari Surya yang kini tak lagi sehat dan hanya bisa bekerja serabutan sambil tetap mengabdi sebagai ketua RT. Kehidupan mereka jauh dari kelayakan. Rumah yang ditempati dahulu telah rapuh dan nyaris roboh. Mereka terpaksa berpindah, menumpang di rumah anak yang telah menikah, yang juga tak berdiri di atas tanah milik sendiri. Namun, di tengah keterbatasan itu, Iyum menyimpan satu cerita yang membuat siapa pun terdiam. Dengan air mata yang tak bisa ditahan, Iyum bercerita bahwa suatu hari, seseorang datang padanya dan berkata, “Bu, engkau akan kedatangan Nabi Khidir. Beliau akan berdoa agar engkau diberi rumah yang baik.” Sejak saat itu, Iyum mengaku kepikiran maksud perkataan itu dan sering merasa seperti akan mendapat pertolongan. Hatinya tenang, seperti mendapat firasat bahwa sesuatu akan datang, membawa perubahan. Ia tidak tahu dari mana dan siapa, tetapi ia percaya. Dan kini, rumah itu berdiri di hadapannya. Kokoh. Layak. Nyata. Bukan datang dari mimpi atau langit, tetapi dari tangan-tangan ikhlas yang digerakkan oleh Kopsyah BMI.

“Saya tidak tahu harus berkata apa. Dulu saya hanya bisa menangis dan berdoa. Lalu ada yang berkata bahwa doa saya akan dikabulkan. Sekarang saya percaya, karena hari ini saya melihatnya sendiri,” ujar Bu Iyum dengan mata basah.
Rumah Baru untuk Ibu Encih: Teduh di Masa Senja.
Sementara itu, di Kelurahan Mekarjati, Karawang Barat, wilayah pelayanan Kopsyah BMI Cabang Karawang Barat, seorang perempuan tangguh bernama Encih (62) menerima rumah barunya dengan pelukan syukur yang dalam. Sejak kepergian suami tercinta, ia hidup sendiri, berdagang gorengan dengan penghasilan tak pasti, hanya sekitar Rp70 ribu per hari. Ketiga anaknya telah menikah dan hidup terpisah, meninggalkannya dalam kesendirian di rumah tua yang jauh dari kata layak. Kini, di masa senjanya, Encih tak lagi harus bertahan di rumah yang hampir roboh. Ia punya tempat tinggal baru, hadiah dari Kopsyah BMI, yang tidak hanya memberi atap dan dinding, tetapi juga rasa dihargai.
Dua rumah, Dua kisah. Dua wujud cinta dari koperasi yang tidak hanya berdagang angka, tapi juga menanam amal. Kopsyah BMI, melalui program HRSH, terus menebar makna keberkahan dengan menghadirkan tempat tinggal yang pantas bagi mereka yang telah lama ditinggalkan kenyamanan. Bagi Iyum dan Encih, rumah ini bukan sekadar ruang, tapi jawaban atas doa yang mereka bisikkan setiap malam dalam keheningan.
Acara yang juga memberikan hadiah tongkat jalan untuk salah seorang warga turut dihadiri oleh Manajer Area 12 Imam Arief Akhmadi, Manajer Cabang Rengasdengklok Sendi Hardian, Manajer Cabang Karawang Barat Tri Cahyadi, perwakilan polsek setempat, danramil setempat, Ketua RT RW, dan masyarakat setempat. (Nur/Humas)
