Usai Dapat Literasi  Koperasi, Sekcam dan Tujuh Pegawai Tamansari Bogor Resmi Jadi Anggota Kopsyah BMI

BMI Corner



Tamansari, Bogor,Klikbmi.com-
Biasanya Aula Kecamatan Tamansari Kabupaten Bogor dipenuhi pembahasan administratif: laporan, program kerja, atau koordinasi wilayah. Namun Selasa pagi (24/02/2026), suasananya berbeda.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Belasan pegawai kecamatan duduk lebih serius dari biasanya. Di depan mereka bukan sekadar presentasi rutin, melainkan pemaparan tentang bagaimana koperasi bisa menjadi penggerak ekonomi sekaligus sosial masyarakat.

Dua manajer Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI)Manajer Regional Basori dan Manajer Cabang Ciomas Aldi Rifai menjadi pemateri dalam agenda rutin kecamatan bertajuk “Selasa Membaca”, sebuah forum literasi internal Kecamatan Tamansari untuk memperluas wawasan pegawai.

Namun yang dibahas pagi itu bukan buku.
Yang dibuka adalah cara pandang.

Sekretaris Kecamatan Tamansari, Teguh Sugiharto, mengaku materi siklus bisnis Koperasi BMI Group membuka perspektif baru.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kopsyah BMI atas kesediaannya menjadi pemateri. Kami mendapat pengetahuan baru bahwa koperasi tidak hanya bicara simpan pinjam, tetapi merambah semua lini kebutuhan anggota. Mulai dari handphone, konstruksi, hingga kebutuhan ibadah seperti umrah dan haji,” paparnya.

Bagi sebagian peserta, koperasi sebelumnya identik dengan satu hal: pinjaman. Namun pagi itu, mereka melihat gambaran lebih luas,sebuah ekosistem ekonomi yang saling terhubung.

Yang membuat Teguh semakin terkesan bukan hanya luasnya lini bisnis BMI, tetapi keseimbangan antara bisnis dan sosial.

Ia menyinggung peresmian HRSH ke-545 di Desa Sukaresmi serta pembangunan sanitasi dhuafa di Desa Sukaluyu,keduanya untuk penerima non anggota.

“Itu bukti koperasi tidak hanya mengejar bisnis, tetapi benar-benar berpihak pada kesejahteraan anggota dan warganya,” ujarnya.

Penyampaian materi Koperasi BMI Group di Aula Kacamatan Tamansari, Bogor, Selasa (24/02/2026)

Diskusi berlangsung hangat. Pertanyaan demi pertanyaan muncul. Tentang mekanisme keanggotaan. Tentang pembiayaan yang sehat. Tentang pemberdayaan.

Dan di akhir sesi, sesuatu yang jarang terjadi dalam forum sosialisasi.

Sekcam Teguh bersama tujuh pegawai Kecamatan Tamansari resmi mendaftar menjadi anggota Kopsyah BMI.

Keputusan itu bukan spontan tanpa pertimbangan. Teguh menyebutnya sebagai tindak lanjut dari pendidikan koperasi yang baru saja mereka terima.

“Pertemuan ini membuat kami memahami koperasi secara utuh. Pegawai yang sudah menjadi anggota bisa mengajak warga lain, karena kami sudah melihat sendiri manfaatnya,” katanya.

Bahkan, sinergi tidak berhenti di sana. Kecamatan Tamansari berencana menghubungkan program pemberdayaan koperasi dengan Kelompok Wanita Tani (KWT) di desa-desa.

Sebuah langkah kecil yang bisa berdampak besar.

Di ujung ruangan, tim pemberdayaan anggota Dedy Suhaemi dan Suhri Gozali Lubis ikut mendampingi jalannya kegiatan.

Terpisah Presiden Direktur Koperasi BMI Group Kamaruddin Batubara menyambut baik keterbukaan Pemerintah Kecamatan Tamansari terhadap literasi koperasi. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan koperasi adalah fondasi penting dalam membangun ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan.

“Kami tidak sedang menawarkan produk. Kami sedang menawarkan cara pandang. Bahwa koperasi adalah alat perjuangan ekonomi rakyat. Jika pemerintah dan koperasi berjalan beriringan, maka dampaknya akan jauh lebih besar bagi masyarakat,” tegasnya.

Pria yang akrab disapa Kambara itu menambahkan, selama ini koperasi sering disalahpahami hanya sebagai lembaga simpan pinjam. Padahal, dalam filosofi aslinya, koperasi adalah gerakan ekonomi yang menumbuhkan kemandirian sekaligus solidaritas sosial.

Literasi Koperasi bersama Sekcam dan Pegawai Kecamatan Tamansari

“Di BMI, bisnis dan sosial tidak dipisahkan. Keduanya berjalan beriringan. Dari kencleng ZISWAFM  anggota, lahir rumah hibah, ambulans gratis, sanitasi dhuafa, hingga pemberdayaan ekonomi. Inilah makna koperasi yang sesungguhnya: dari anggota, oleh anggota, untuk kesejahteraan bersama,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya pendidikan koperasi bagi aparatur pemerintahan. Baginya, pemahaman yang utuh akan melahirkan kebijakan yang berpihak pada ekonomi rakyat.

“Kalau aparatur negara memahami ekosistem koperasi secara benar, maka akan lahir sinergi yang sehat. Bukan sekadar hubungan administratif, tetapi kemitraan strategis membangun peradaban ekonomi berbasis gotong royong,” katanya.

Kambara berharap langkah Kecamatan Tamansari dapat menjadi contoh bagi wilayah lain. Ia percaya, semakin banyak pemangku kebijakan yang tercerahkan tentang koperasi, semakin kuat pula fondasi ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kecamatan.

“Koperasi bukan milik segelintir orang. Koperasi adalah rumah bersama. Dan ketika pemerintah ikut masuk ke dalam rumah itu, maka kepercayaan masyarakat akan semakin tumbuh,” pungkasnya.(Togar Humas)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *