Langkah Besar Koperasi BMT NU Ngasem Demi Dorong Branding Nasional Koperasi Naik Kelas
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Jawa Timur, Klikbmi.com: Holding Koperasi BMT NU Ngasem Group menyatakan dukungan penuh terhadap pemutaran film The Sun Gazer: Cinta dari Langit yang digagas oleh Koperasi BMI Group. Dukungan terhadap film yang akan tayang mulai 21 Agustus 2025 diseluruh bioskop di Indonesia ini bukan semata-mata untuk kepentingan internal BMT NU Ngasem, tetapi untuk kepentingan besar gerakan koperasi secara nasional.
Baca juga: BMT NU Ngasem Luncurkan Program Tabungan Nonton Film The Sun Gazer “Cinta Dari Langit”, https://klikbmi.com/bmt-nu-ngasem-luncurkan-program-tabungan-nonton-film-the-sun-gazer-cinta-dari-langit/
Presiden Direktur BMT NU Ngasem, Moh. Wahyudi kepada redaksi Klikbmi menyampaikan bahwa ketika ada koperasi yang berani mengambil langkah besar seperti memproduksi film, maka hal itu patut disupport oleh seluruh insan koperasi indonesia.
“Nah kepentingan saya bagaimana film ini sukses sehingga BMI bisa menjadi contoh keberanian mengambil sebuah bisnis besar dapat berdampak besar. Ada sisi dakwah juga disitu. Ketika semua orang sudah melirik koperasi, orang akan berbondong-bondong melihat bahwa koperasi itu sebuah bisnis besar” Ujarnya
“Ketika ini berhasil, nama koperasi akan semakin kuat. Branding koperasi akan naik kelas, bukan lagi dianggap sebagai komunitas kecil, tetapi menjadi kekuatan ekonomi besar seperti koperasi-koperasi dunia,” lanjutnya.

Ia menambahkan, keberhasilan film ini akan membuka jalan lahirnya karya-karya lain bertema koperasi yang relevan dan inspiratif. “Kami melihat ini sebagai sejarah besar. Ini bukan sekadar soal film, tapi ini adalah dakwah ekonomi. Sebuah keberanian koperasi dalam menempuh jalan yang selama ini hanya dilalui oleh korporasi-korporasi besar,” tegas Wahyudi.
Selain memperkuat branding koperasi, film The Sun Gazer juga dinilai penting sebagai media edukasi, khususnya bagi anggota dan karyawan koperasi yang kini rentan menjadi korban pinjaman online (pinjol). Menurut Wahyudi, fenomena pinjol telah merusak ekosistem koperasi karena banyak anggota yang gagal bayar akibat terlilit utang digital.
“Banyak anggota koperasi yang menjadi korban pinjol. Padahal, jika mereka memahami dampaknya sejak awal, mereka bisa menyelamatkan diri. Film ini mengedukasi secara langsung. Maka kami mewajibkan karyawan dan pengelola untuk menontonnya, agar mereka bisa memahami dan mengedukasi anggotanya,” terang Wahyudi.
Dalam hal antusiasme karyawan terhadap kebijakan ini, Wahyudi menyebut kuncinya terletak pada edukasi dan komunikasi. “Respon mereka sangat tergantung bagaimana kita mengemas pesan ini. Bahwa ini bukan sekadar tontonan, tapi kebutuhan besar yang harus dimengerti. Bahwa ini sejarah baru di dunia koperasi, ada koperasi membiayai produksi film. Ini harus sukses dan tidak boleh gagal,” pungkasnya.
Dengan dukungan penuh dari BMT NU Ngasem, diharapkan film The Sun Gazer: Cinta dari Langit tidak hanya menjadi inspirasi bagi gerakan koperasi, tetapi juga menjadi pemantik kesadaran publik bahwa koperasi adalah kekuatan ekonomi masa depan yang layak diperhitungkan di level nasional dan global. (Nur/Humas)

