Bogor, Klikbmi.com: Focus Group Discussion (FGD) Pendirian Koperasi Sekolah Vokasi IPB digelar di IPB International Convention Center (IICC), Selasa (14/4/2026), sebagai langkah strategis dalam mendorong pembentukan koperasi berbasis pendidikan vokasi yang terintegrasi dengan konsep Teaching Factory (TeFa).
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Baca juga: https://klikbmi.com/kambara-tekankan-model-kolaborasi-abcg-dalam-pengembangan-koperasi-vokasi-ipb/
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan, termasuk Presiden Direktur Koperasi BMI Group, Kamaruddin Batubara yang akrab disapa Kambara, bersama praktisi koperasi Apendi Arsyad dan Ketua Dekopinda Kabupaten Bogor Pepi Januar. Diskusi dipandu oleh moderator Dahri Tanjung.

Sesi pembukaan FGD, dalam sambutannya, Dekan Sekolah Vokasi IPB University, Aceng Hidayat menegaskan bahwa Teaching Factory tidak selalu harus berbentuk pabrik fisik, melainkan dapat diwujudkan sebagai media pembelajaran yang kontekstual dan aplikatif. Ia menyebut koperasi sebagai sarana strategis untuk mengintegrasikan proses pembelajaran mahasiswa dan dosen, mulai dari aspek akuntansi, komunikasi, hingga praktik bisnis secara langsung.
“Teaching Factory yang dibangun melalui koperasi bukan sekadar tempat produksi, tetapi menjadi media pembelajaran nyata bagi mahasiswa dan dosen untuk memahami bagaimana bisnis berjalan,” ujarnya.
Aceng berharap, melalui FGD ini dapat dirumuskan langkah-langkah konkret dalam pembentukan koperasi, baik dari sisi sistem pendirian maupun penguatan kelembagaan. Selain itu, koperasi diharapkan mampu mendukung program pemerintah serta menjembatani implementasi Teaching Factory di lingkungan Sekolah Vokasi IPB.

Sementara itu, tim pendiri koperasi yang diwakili oleh Muh Faturokhman memaparkan bahwa inisiatif pendirian koperasi ini berangkat dari arahan dekan untuk mengembangkan koperasi yang telah ada sebelumnya di Program Studi Manajemen Agribisnis (MAB).
Menurutnya, Prodi MAB menjadi penggerak awal karena telah menginisiasi pembentukan koperasi sejak 2021 sebagai laboratorium pembelajaran mahasiswa dalam bidang manajerial dan kewirausahaan.
Ke depan, koperasi tersebut direncanakan bertransformasi menjadi Koperasi Sekolah Vokasi IPB University dengan lingkup aktivitas dan keanggotaan yang lebih luas. Selain itu, koperasi juga diharapkan mampu memperkuat permodalan melalui simpanan anggota, serta menjadi lembaga yang memberikan manfaat ekonomi dan pelayanan bagi civitas akademika, mahasidan dan termasuk dosen dan tenaga kependidikan.
Kehadiran koperasi juga diproyeksikan menjadi pusat aktivitas Teaching Factory bagi seluruh mahasiswa Sekolah Vokasi IPB, sehingga mampu menciptakan ekosistem pembelajaran yang lebih aplikatif dan berkelanjutan.

FGD ini diikuti oleh 17 Ketua Program Studi dan Kepala Tata Usaha di lingkungan Sekolah Vokasi IPB, sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendorong percepatan pembentukan koperasi yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan pendidikan vokasi.
Dalam forum tersebut, Kambara turut memberikan pandangan strategis terkait penguatan peran koperasi sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi sekaligus sarana pendidikan praktik. Pemikiran dan gagasannya akan menjadi bagian penting dalam pengembangan model koperasi vokasi ke depan. (Nur/Humas)
