Tangerang, Klikbmi.com: Sebuah langkah inovatif dilakukan Koperasi BMI Group dengan menghadirkan film berjudul “The Sun Gazer: Cinta dari Langit” yang terinspirasi dari kisah nyata. Film ini resmi diperkenalkan dalam acara sarasehan virtual melalui Zoom, Meski terkesan dadakan dan singkat, Sarasehan ini dihadiri oleh berbagai tokoh koperasi dari seluruh Indonesia Selasa 19 Agustus 2025.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Presiden Direktur Koperasi BMI Group, Kamaruddin Batubara, menyampaikan bahwa kehadiran BMI di dunia sinematografi merupakan bentuk keberanian dan terobosan baru untuk mengedukasi masyarakat, khususnya dalam isu-isu koperasi, pinjaman online (pinjol), judi online (judol), serta nilai-nilai ekonomi syariah, sosial dan spiritual. Film ini diproduksi bekerja sama dengan rumah produksi Warna Pictures yang dikenal menggarap film-film bernilai positif.
“Cinta dari langit artinya adalah bagaimana kita mencari jawaban dari setiap persoalan lewat cinta dari Allah. Ini adalah awal, dan kami berharap ke depan akan ada karya-karya serupa yang menggugah dan bermanfaat,” ujar pria yang akrab disapa Kambara itu.
Kambara juga mengajak masyarakat, khususnya insan koperasi, untuk meramaikan bioskop sebagai bentuk dukungan terhadap film lokal yang sarat pesan moral dan edukatif.

Moh. Wahyudi Presiden Direktur Holding Koperasi BMT NU Ngasem yang turut dalam zoom dan telah menyaksikan film dalam acara ekslusif screening menilai film ini tidak hanya menyuguhkan kisah cinta yang menyentuh dan religius, tetapi juga menyisipkan edukasi penting mengenai maraknya pinjaman online ilegal serta solusi koperasi sebagai jalan keluar. Disampaikan pula bahwa film ini mengusung semangat kolaboratif dan tidak menampilkan tokoh antagonis secara eksplisit, sebuah pendekatan berbeda yang dianggap berani dan segar.
Siti Nurjannah dari BMT Halaqoh Ngawi menyebut film ini sebagai “gebrakan luar biasa” dari BMI, yang membawa koperasi naik kelas lewat medium sinema. Andy A. Djunaid dari Kospin Jasa menyatakan bahwa film ini layak ditonton oleh semua kalangan karena mengangkat kisah nyata yang dikemas secara apik dan relevan. “Cara memasukkan pesan pendukung tentang Koperasi, edukasi bahaya pinjol dan judol itu cantik, dikemas secara bagus” tegas Andy.

Peserta lain, Jianto dari Tuban, menyampaikan komitmennya untuk mengajak lebih banyak orang menyaksikan film tersebut. Sementara Pepi Januar dari Khairu Ummah menyoroti sisi emosional film dan menanyakan lebih lanjut latar belakang kisah yang menginspirasi pembuatan film ini.
Sarasehan ini turut dihadiri oleh tokoh-tokoh koperasi dari berbagai daerah, di antaranya Sudriman Agus, Moh Wahyudi, Anang Mahmudi (BMT Arin), perwakilan dari BMT Artha Insani, BMT Permata Jawa Timur, Ilham (BMD Syariah), Ita (BMT Al-Izzah Mojokerto), serta para pelaku Koperasi yang memberikan apresiasi tinggi terhadap film ini.
Dengan penayangan “The Sun Gazer: Cinta dari Langit” yang tinggal 2 hari lagi, Koperasi BMI tidak hanya mencetak sejarah sebagai pelaku koperasi yang terjun ke dunia perfilman, namun juga memperkuat perannya dalam membangun literasi keuangan dan spiritualitas masyarakat melalui medium yang lebih luas dan menyentuh hati. (Nur/Humas)
