Bogor, Klikbmi.com – Rangka kayu yang tersisa berdiri miring. Sebagian atap rumah sudah hilang diterbangkan angin. Terpal darurat membentang menutupi bagian rumah yang terbuka. Itulah kondisi rumah Ijah, warga Kampung Garung Sawah, Desa Sukaluyu, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, setelah diterjang angin puting beliung.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Di tengah kondisi tersebut, Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) melalui dana Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF) menyerahkan santunan kepada tiga anggota yang menjadi korban bencana puting beliung, yakni Ijah, Onyih, dan Odah, Kamis (11/6/2026).
Ketiganya merupakan anggota Kopsyah BMI Rembug Pusat Kuning di bawah pelayanan Kantor Cabang Ciomas. Penyerahan santunan dilakukan di kediaman Ijah dan disaksikan langsung oleh Sekretaris Desa Sukaluyu Dudi Rahayu Suhanda Putra, Koordinator Manajer Regional IV Ahmad Safikri Batubara, serta Manajer Cabang Ciomas Aldi Rifai.
Di antara tiga rumah yang terdampak, kerusakan terparah dialami Ijah. Angin puting beliung menghancurkan sebagian besar bangunan rumahnya. Yang tersisa hanya beberapa tiang penyangga dan balok kayu bagian depan. Atap yang selama ini melindungi keluarganya hampir seluruhnya hilang diterbangkan angin. Sebagian kecil seng masih tersisa di bagian belakang, sementara ruang utama rumah terbuka tanpa perlindungan.
Dinding rumah juga mengalami kerusakan parah. Material bangunan berserakan di sekitar lokasi, sementara terpal darurat menjadi satu-satunya pelindung dari panas matahari dan hujan. Kondisi tersebut membuat rumah Ijah tidak lagi layak dihuni dan membutuhkan perbaikan menyeluruh.
Manajer Cabang Ciomas Aldi Rifai mengatakan, musibah ini terasa semakin berat karena ketiga korban bukan berasal dari keluarga yang berkecukupan.

“Ibu Ijah sehari-hari mencari nafkah dari bagi hasil ternak kambing milik tetangga dan bekerja sebagai buruh tani. Rumah yang ditempatinya pun bukan milik sendiri, melainkan berdiri di atas lahan yang ia garap milik orang lain,” jelas Aldi.
Meski diterpa musibah, semangat keluarga korban tidak ikut runtuh. Di tengah puing-puing rumah yang rusak, mereka tetap menyambut kedatangan tim Kopsyah BMI dengan penuh syukur. Warga sekitar pun turut hadir memberikan dukungan moral dan bergotong royong membantu proses pembersihan sisa-sisa bangunan yang rusak.
Sekretaris Desa Sukaluyu, Dudi Rahayu Suhanda Putra, menyampaikan apresiasinya kepada Kopsyah BMI yang kembali hadir membantu warganya yang tertimpa musibah.
“Saya mewakili warga Desa Sukaluyu yang terkena musibah mengucapkan terima kasih atas bantuan dan santunan yang diberikan oleh BMI. Semoga bantuan ini bisa meringankan beban para korban bencana. Kami berharap ke depan BMI tetap konsisten membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Manajer Regional 04 Ahmad Safikri Batubara berharap bantuan yang diberikan dapat membantu kebutuhan mendesak para korban pascabencana.
“Semoga santunan dari ZISWAF Kopsyah BMI ini dapat sedikit meringankan beban para korban dan menjadi bukti bahwa gotong royong serta kepedulian sosial masih hidup di tengah masyarakat. Kami juga mengajak seluruh anggota untuk terus memperkuat semangat saling membantu melalui infak dan sedekah,” tuturnya.
Bagi keluarga Ijah, Onyih, dan Odah, santunan tersebut mungkin tidak langsung mengembalikan rumah yang rusak. Namun setidaknya, di tengah musibah yang datang tanpa peringatan, mereka merasakan bahwa masih banyak tangan yang siap membantu dan menguatkan. Di situlah makna sesungguhnya dari gotong royong dan solidaritas yang selama ini menjadi ruh Kopsyah BMI.
Terpisah Direktur Utama Kopsyah BMI, Kamaruddin Batubara, menyampaikan keprihatinannya atas musibah angin puting beliung yang menimpa anggota Kopsyah BMI di Desa Sukaluyu. Menurutnya, bencana alam selalu menyisakan duka dan kesulitan, terutama bagi keluarga kecil yang kehidupan ekonominya masih rentan.
“Ketika musibah datang, yang paling dibutuhkan bukan hanya bantuan materi, tetapi juga kehadiran orang-orang yang peduli. Kopsyah BMI ingin memastikan bahwa anggota yang sedang mengalami kesulitan tidak merasa sendirian menghadapi cobaan ini,” ujar Kamaruddin.
Pria yang akrab disapa Kambara itu menegaskan bahwa santunan yang diberikan berasal dari dana ZISWAF yang dihimpun dari anggota dan insan BMI Group. Baginya, setiap rupiah infak yang disisihkan anggota sesungguhnya sedang membangun jaring pengaman sosial bagi sesama anggota dan masyarakat yang tertimpa musibah.
“Inilah indahnya semangat gotong royong dalam koperasi syariah. Mungkin nilainya tidak besar, tetapi ketika dikumpulkan dari ribuan anggota yang memiliki kepedulian yang sama, manfaatnya dapat dirasakan oleh saudara-saudara kita yang sedang mengalami kesulitan,” katanya.
Kamaruddin berharap bantuan tersebut dapat menjadi penyemangat bagi Ijah, Onyih, dan Odah untuk bangkit kembali. “Kami berdoa semoga Allah SWT mengganti apa yang hilang dengan yang lebih baik, memberikan kekuatan kepada keluarga yang terdampak, dan menjadikan musibah ini sebagai jalan datangnya pertolongan serta keberkahan. Karena sesungguhnya, di balik setiap ujian selalu ada kesempatan untuk memperkuat persaudaraan dan kemanusiaan,” pungkasnya
