Tangerang Selatan, Klikbmi.com: Di sebuah rumah sederhana di Kampung Pabuaran, Serpong, waktu seolah berjalan lambat bagi sebuah keluarga kecil. Annisa Fitriani, gadis remaja yang seharusnya tumbuh dengan riang, sejak usia 12 tahun harus pasrah pada takdir. Tubuhnya yang dulu lincah kini rapuh tak berdaya karena meningitis. Hari-hari Annisa lebih banyak ia habiskan di atas kasur, menatap langit-langit kamar dan mendengar hiruk pikuk dunia dari balik dinding. Senyumnya kadang terselip, namun matanya menyimpan rindu untuk merasakan kembali angin sore dan cahaya matahari yang menyapa kulitnya.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Hari ini (23/9), Senyum bahagia itu terlihat jelas di wajah Annisa (16), saat dirinya menerima kursi roda baru dari Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI). Gadis remaja itu akhirnya bisa kembali merasakan segarnya udara luar rumah setelah sekian lama hanya terbaring di kasur. Senyum manis Annisa terlihat saat Jamin (Manajer Pembiayaan Kopsyah BMI bersama Niken (Asisten Manajer Kopsyah BMI Cabang Setu, Tangsel) mengantarkan kursi roda baru untuknya.
Annisa menderita kelumpuhan akibat meningitis sejak usia 12 tahun, tepat ketika duduk di bangku kelas 6 SD. Kondisi itu membuat aktivitasnya terbatas, sementara kursi roda lama yang sempat ia miliki sudah tidak layak pakai. Namun kini, berkat kepedulian Kopsyah BMI, Annisa dapat kembali beraktivitas dengan lebih leluasa. “Alhamdulillah, saya senang sekali. Anak saya sekarang bisa keluar rumah, jalan-jalan, lihat sekitar dan ketemu teman,” ucap Ibunya Annisa penuh syukur.

Annisa adalah putri dari pasangan Yunih (38) dan Hasan (40). Ayahnya bekerja sebagai kuli bangunan, sementara ibunya berjualan nasi uduk di rumah. Meski sederhana, keluarga ini tak pernah berhenti berusaha, termasuk melalui dukungan pembiayaan usaha dari Kopsyah BMI sebesar Rp4 juta untuk modal dagang dan kebutuhan sekolah anak.
Kehadiran kursi roda baru ini tidak hanya menjadi wujud kepedulian koperasi terhadap anggotanya, tetapi juga bukti nyata bahwa sedekah melalui koperasi bisa memberikan dampak sosial yang besar.
Presiden Direktur Koperasi BMI, Kamaruddin Batubara, kerap menegaskan bahwa koperasi harus menghadirkan nilai lebih bagi masyarakat. “Koperasi bukan sekadar tempat simpan pinjam, tapi juga wadah berbagi. Setiap sedekah yang dititipkan melalui koperasi akan sampai kepada mereka yang benar-benar membutuhkan,” ujarnya dalam berbagai kesempatan.
Kisah Annisa adalah satu dari sekian banyak bukti nyata manfaat sedekah yang disalurkan melalui Kopsyah BMI. Dari kursi roda yang tampak sederhana, lahir kebahagiaan yang begitu besar untuk sebuah keluarga.

Menurut Jamin, kini, Annisa memang masih aktif mengisi waktunya lewat media sosial, bahkan sesekali mendapatkan apresiasi dari para pengikutnya. “Annisah masih bisa beraktifitas di media sosial tiktok, nama penggunanya adalah @kknissa08” terang jamin kepada redaksi klikbmi.com. “Namun kebahagiaan sesungguhnya adalah ketika ia bisa merasakan kembali angin sore dan melihat dunia di luar kamar bersama kursi roda barunya, terlihat dari senyumnya yang sumringah saat kami datangi” tutup Jamin.
Kopsyah BMI mengajak seluruh anggota dan masyarakat luas untuk terus berbagi melalui sedekah di koperasi BMI. Karena setiap rupiah yang disalurkan, akan menjelma menjadi senyum, harapan, dan doa dari mereka yang terbantu. Mari bergandeng tangan, jadikan sedekah kita sebagai jalan untuk menguatkan sesama. Karena bersama Koperasi BMI, kebaikan akan selalu menemukan jalannya. (Nur/Humas)
