Bogor, Klikbmi.com: Dalam rangka memperingati Dies Natalis Dewan Pengurus Pusat Himpunan Alumni IPB (DPP HA IPB), organisasi tersebut bersama Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (P3SP IPB), Center for Alternative Dispute Resolution and Empowerment (CARE IPB), serta Forum Mahasiswa Pascasarjana IPB University menyelenggarakan Food Agriculture Summit V yang menghadirkan diskusi panel bertema “Evaluasi Scientific Satu Tahun Kebijakan Pemerintah (Pangan, Makan Bergizi Gratis (MBG), dan Koperasi Merah Putih). Kegiatan luring yang berlangsung pada Selasa (25/11) di IPB International Convention Center (IICC) Botani Square Bogor ini mengundang para pakar, akademisi, praktisi, serta masyarakat untuk meninjau implementasi kebijakan pemerintah.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Ketua HA IPB University, Walneg S. Jas, dalam sambutannya menekankan bahwa forum ini menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan perhatian publik terhadap tiga program prioritas pemerintah, yaitu ketahanan pangan, makan bergizi gratis, dan program Koperasi Merah Putih. Ia menyatakan bahwa program-program tersebut telah menunjukkan keberpihakan pada masyarakat dan memberi dampak signifikan bagi kesejahteraan.

“Melalui forum ini, kita memilih untuk mengevaluasi dan memberikan feedback secara ilmiah. Ini telah menjadi tradisi bertahun-tahun. Di tengah berbagai capaian, tentu masih ada ruang perbaikan. Kita tidak menuntut kesempurnaan, tetapi mendorong partisipasi dan kontribusi berupa evaluasi konstruktif. Semoga kegiatan ini mampu menghasilkan rekomendasi berbobot dan executive summary yang dapat menjadi rujukan pemerintah,” ujarnya. Walneg juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber dan undangan yang telah meluangkan waktu untuk hadir.
Rektor IPB University sekaligus Kepala BRIN, Arief Satria, turut memberikan sambutan secara daring. Ia menilai tema yang diangkat sangat relevan dengan momentum satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. “Forum ini penting untuk refleksi terhadap capaian yang sudah diraih. IPB berkomitmen terus berkolaborasi dalam mendukung tujuan program presiden. Ketahanan pangan bukan hanya persoalan produksi, tetapi juga menyangkut tata kelola dan kekuatan rantai pasok,” ungkapnya.
Kegiatan ini dirancang untuk mencapai sejumlah tujuan strategis. Forum ini bertujuan mengkaji secara kritis pelaksanaan program Food Estate dan prospeknya terhadap swasembada pangan. Selain itu, dilakukan evaluasi mendalam mengenai capaian, hambatan, dan dampak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama satu tahun terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia. Di sisi lain, forum ini juga meninjau perkembangan dan efektivitas Program Koperasi Merah Putih sebagai penguatan kelembagaan ekonomi rakyat dan upaya pemerataan kesejahteraan. Melalui diskusi berbasis kajian ilmiah, kegiatan ini berupaya mengidentifikasi tantangan dan peluang serta merumuskan rekomendasi kebijakan yang konstruktif. Secara keseluruhan, acara ini menjadi wadah kolaboratif antara akademisi, praktisi, pembuat kebijakan, dan masyarakat dalam mendukung penyusunan kebijakan pangan dan ekonomi yang lebih baik ke depan.

Acara yang dihadiri lebih dari 500 mahasiswa pascasarjana IPB itu turut dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Menteri Koperasi dan UKM RI Ferry Juliantono, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Badan Gizi Nasional, Presiden Direktur Koperasi BMI Group Kamaruddin Batubara, Wakil Rektor IPB University, serta berbagai pejabat dan pemangku kepentingan lainnya.
Food Agriculture Summit V menjadi momentum strategis untuk memastikan kebijakan pangan nasional berjalan efektif, inklusif, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat langkah Indonesia menuju kedaulatan dan kemandirian pangan. (Nur/Humas)
