“Kami Akhirnya Punya Gambaran Nyata tentang Koperasi”, Study Tiru KOMAR di Koperasi BMI Group Tinggalkan Kesan Mendalam

Ekonomi Nasional

Bogor, Klikbmi.com: Rangkaian Study Tiru Koperasi Konsumen Kopi Masyarakat Indonesia (KOMAR) di Koperasi BMI Group memasuki hari kedua dengan pengalaman yang semakin memperkaya wawasan para peserta. Setelah bermalam di kawasan Glamping Bukit Manik Indonesia, beberapa peserta mengikuti api unggun kebersamaan, kemudian pagi harinya melanjutkan kunjungan ke Kantor Cabang Koperasi Syariah BMI Pamijahan untuk menyaksikan secara langsung kegiatan Rembug Pusat bersama anggota.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

baca juga: https://klikbmi.com/kambara-kagum-anak-muda-makassar-koperasi-kopi-studi-tiru-ke-koperasi-bmi/

Pada siang harinya, rombongan kembali ke Bukit Manik Indonesia. Penutupan kegiatan dilaksanakan di Aula Jembatan Kaca Bukit Manik Indonesia dan diisi dengan sesi refleksi, penyampaian kesan dan pesan, serta penguatan nilai-nilai perkoperasian oleh Presiden Direktur Koperasi BMI Group, Kamaruddin Batubara yang akrab disapa Kambara. Seusai acara, Kambara bersama Ketua Pengurus KOMAR, Muhammad Wandy Pratama, juga melakukan podcast sebagai bagian dari upaya menyebarluaskan semangat berkoperasi kepada masyarakat.

Peserta Study tiru mengikuti kegiatan Rembug Pusat Anggota Koperasi Syariah BMI Cabang Pamijahan

Ketua Pengurus Koperasi Konsumen Komar, Muhammad Wandy Pratama, mengaku memperoleh gambaran yang jauh lebih utuh mengenai wajah koperasi modern setelah mengikuti seluruh rangkaian study tiru di BMI Group.

“MasyaAllah, kami sangat senang. Selama ini kami hanya menyampaikan kepada teman-teman bahwa koperasi itu bisa begini dan bisa begitu, tetapi mereka belum memiliki gambaran nyata. Di lingkungan kami, koperasi identik dengan simpan pinjam, menagih dan ditagih. Karena itu cukup berat membangun pemahaman bahwa koperasi sesungguhnya memiliki ruang gerak yang jauh lebih luas sebagai instrumen ekonomi yang adil sesuai ajaran Islam,” ujarnya.

Menurut Wandy, kunjungan langsung ke berbagai unit usaha BMI Group membuktikan bahwa koperasi mampu berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang besar. Salah satu yang paling membekas baginya adalah pengelolaan kawasan wisata Bukit Manik Indonesia seluas belasan hektare yang dimiliki dan dikelola oleh koperasi.

Ngariung sembari refleksi acara study tiru di aula jembatan kaca Bukit Manik Indonesia

“Hari ini kami melihat sendiri bahwa koperasi mampu membangun aset yang besar. Kami tidak memiliki ekspektasi apa pun selain mengejar rida Allah dalam proses berkoperasi. Allah pula yang mempertemukan kami dengan keluarga besar BMI Group. Mudah-mudahan suatu saat koperasi kami juga dapat bertumbuh seperti BMI,” tuturnya.

Kesan serupa disampaikan Masyrurah, PV SDM dan Divisi Umum Koperasi Sekunder yang merupakan holding dari Konsumen Komar. Ia mengaku sebelum bergabung dengan koperasi memiliki pandangan yang sama seperti kebanyakan masyarakat, yakni koperasi hanya sebatas simpan pinjam.

“Selama belajar di koperasi, saya baru memahami bahwa koperasi memiliki fondasi yang sangat luas. Banyak ilmu yang kami pelajari masih sepotong-sepotong. Karena itu kami sangat bersyukur Allah mempertemukan kami dengan BMI Group sehingga memperoleh banyak insight yang sebelumnya belum kami pahami,” ungkapnya.

Masyrurah berharap hubungan yang telah terjalin tidak berhenti pada kegiatan study tiru semata, tetapi dapat berlanjut menjadi silaturahmi dan kolaborasi yang saling menguatkan.

“Kami berharap silaturahmi ini terus terjaga. Kami merasa disambut dengan sangat hangat. Sebagai generasi muda yang memilih jalan koperasi, kami mendapatkan banyak semangat baru. Kami juga tidak menyangka diajak melihat langsung kondisi masyarakat di lapangan. Dari sana kami semakin memahami bahwa masih banyak masyarakat di pelosok yang membutuhkan kehadiran koperasi sebagai solusi dan uluran tangan,” katanya.

Kambara menutup kegiatan dengan pesan-pesan kepada generasi muda Koperasi Komar

Menutup rangkaian kegiatan, Kambara memberikan sejumlah pesan kepada seluruh peserta agar membangun koperasi tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan usaha, tetapi juga bertumpu pada nilai-nilai spiritual, sosial, dan kebermanfaatan.

Ia mengingatkan bahwa keberhasilan sebuah organisasi tidak semata ditentukan oleh kemampuan menyusun strategi, melainkan oleh kedekatan kepada Allah SWT. Menurutnya, memperbaiki kualitas ibadah, khususnya shalat, menjadi fondasi penting agar setiap ikhtiar memperoleh rida dan pertolongan Allah.

Kambara juga menegaskan bahwa koperasi syariah harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui berbagai program sosial, seperti rumah siap huni gratis, layanan ambulans, dan berbagai bentuk pemberdayaan lainnya. Program-program tersebut, menurutnya, merupakan wujud dakwah melalui tindakan nyata yang harus terus disebarluaskan agar semakin banyak masyarakat memahami bahwa koperasi mampu menjadi solusi ekonomi sekaligus sarana menghadirkan kemaslahatan.

Foto bersama di Jembatan Kaca Kawasan Wisata Bukit Manik Indonesia

Ia pun mengajak seluruh peserta, khususnya generasi muda, untuk aktif menyiarkan praktik-praktik baik koperasi melalui berbagai platform digital sehingga semakin banyak masyarakat, termasuk para pengambil kebijakan, memperoleh inspirasi dari model koperasi yang berpihak kepada rakyat.

Study tiru selama dua hari tersebut menjadi momentum penting bagi kedua koperasi untuk saling belajar, memperkuat jejaring, sekaligus meneguhkan komitmen bahwa koperasi bukan sekadar lembaga ekonomi, melainkan gerakan pemberdayaan masyarakat yang dibangun atas dasar kolaborasi, keadilan, dan nilai-nilai syariah demi meraih keberkahan serta rida Allah SWT. (Nur/Humas)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *