Tangerang, Klikbmi.com: Di tengah kondisi ekonomi yang masih menghadapi berbagai tantangan, meningkatnya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai daerah menjadi pengingat penting bagi setiap pekerja untuk lebih mensyukuri nikmat yang dimiliki. Pesan tersebut disampaikan Anggota Pengawas Syariah Koperasi Syariah BMI, Sarwo Edy, S.E.I., M.E., dalam kajian rutin Jumat Khidmat Koperasi BMI Group.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Mengawali tausiyahnya, Sarwo Edy mengajak seluruh insan Koperasi BMI Group untuk tidak mudah terpengaruh oleh kondisi yang membuat hati lupa bersyukur. Menurutnya, rasa syukur lahir ketika seseorang mampu memusatkan perhatian pada nikmat yang telah Allah berikan, bukan membandingkannya dengan kenikmatan yang dimiliki orang lain.
“Selama kita masih memiliki pekerjaan, masih mampu menafkahi keluarga, memenuhi kebutuhan sehari-hari, bahkan masih bisa menyisihkan sebagian rezeki untuk membantu sesama, maka itu adalah nikmat yang patut disyukuri,” ujarnya.
Ia menjelaskan, rasa syukur akan semakin kuat apabila seseorang berhenti membandingkan kehidupannya dengan orang lain. Sebaliknya, terlalu fokus melihat kenikmatan orang lain justru dapat mengikis rasa syukur atas apa yang telah dimiliki.
Dalam kesempatan tersebut, Sarwo Edy juga mengingatkan agar setiap pekerjaan tidak sekadar menghasilkan penghasilan, tetapi juga menjadi jalan meraih pahala. Menurutnya, banyak orang bekerja hanya menyisakan rasa lelah dan keluhan karena pekerjaan dipandang sebatas rutinitas duniawi.
“Jangan sampai setelah bekerja yang tersisa hanya capek dan mengeluh. Jadikan lelah itu lillah, dengan menjadikan pekerjaan sebagai ladang ibadah,” pesannya.
Ia menjelaskan bahwa pekerjaan akan bernilai ibadah apabila diawali dengan niat mencari ridha Allah, dilakukan melalui pekerjaan yang halal, serta hasilnya digunakan untuk menafkahi keluarga. Bahkan, menafkahi keluarga merupakan bagian dari ibadah yang memiliki nilai sedekah di sisi Allah SWT.
Selain itu, pekerjaan juga harus dijalankan dengan amanah dan profesional. Sarwo Edy mengutip sabda Rasulullah SAW bahwa Allah mencintai seseorang yang menyempurnakan pekerjaannya ketika mengerjakan suatu tugas. Karena itu, setiap amanah harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab.
Tak kalah penting, ia menekankan bahwa profesionalitas harus berjalan beriringan dengan akhlak yang baik. Senyum, kejujuran, kerendahan hati, menjaga lisan, menepati janji, serta kesabaran merupakan bagian dari karakter seorang muslim dalam memberikan pelayanan terbaik.
Menurutnya, semangat “Melayani dengan Hati Nurani” yang menjadi nilai utama Koperasi Syariah BMI bukan sekadar slogan, melainkan harus tercermin dalam setiap pelayanan kepada anggota. Memberikan kemudahan kepada sesama, tanpa mengabaikan standar operasional yang berlaku, juga merupakan bentuk ibadah yang dicintai Allah.
Di akhir tausiyahnya, Sarwo Edy mengingatkan agar kesibukan bekerja tidak sampai melalaikan kewajiban kepada Allah SWT. Pekerjaan tidak boleh menjadi alasan untuk meninggalkan salat, mengurangi zikir, doa, maupun membaca Al-Qur’an.
“Semoga lelah kita menjadi lillah. Jangan hanya lelah, jangan hanya mengeluh, tetapi jadikan setiap pekerjaan yang kita lakukan bernilai ibadah di sisi Allah SWT,” tutupnya.
Melalui Jumat Khidmat pekan ini, seluruh insan Koperasi BMI Group diajak untuk terus menjaga rasa syukur, meningkatkan profesionalitas, memperbaiki akhlak dalam bekerja, serta menanamkan niat bahwa setiap aktivitas yang dilakukan adalah bagian dari ikhtiar meraih ridha Allah SWT. Dengan demikian, pekerjaan tidak hanya menghasilkan manfaat dunia, tetapi juga menjadi bekal kebaikan di akhirat. (Nur/Humas)
