Indramayu, Klikbmi.com: Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) terus membuktikan diri sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satu kisah inspiratif datang dari anggota Rembug Pusat Silver, Siti Sholehah, dari Kopsyah BMI Cabang Karangampel, yang berhasil mentransformasi usaha kecilnya menjadi bisnis yang lebih besar dan berdaya saing.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Sebuah bangunan berukuran 8×6 meter kini berdiri kokoh di depan rumahnya. Cat hijau muda yang membalut dinding bangunan itu menjadi simbol kehadiran Koperasi BMI yang hangat dan memberdayakan. Ruko tersebut rampung pada Jumat, 22 November 2025, menjadi wujud harapan Siti untuk mengembangkan usahanya ke arah yang lebih maju.
Sebelum mengenal Kopsyah BMI, Siti sempat menjadi anggota salah satu bank swasta penyedia pinjaman mikro. Namun karena tak ingin menanggung dua pembiayaan sekaligus, ia memilih melunasi pinjaman di tempat sebelumnya dan beralih ke Kopsyah BMI. Ia mengaku tertarik pada pola setoran yang terjangkau, proses pencairan cepat, pelayanan petugas yang ramah, serta sistem rembug pusat yang dinilainya unik dan menyenangkan. Suasana lingkaran anggota, dialog ringan, dan kehangatan dalam kumpulan membuatnya betah.

Bersama suami, Siti telah merintis usaha bengkel sejak 2012. Ia juga menjalankan usaha dagang yang bermula sangat sederhana, hanya dengan sebuah etalase hasil dari arisan. Perkenalannya dengan Koperasi BMI datang dari seorang teman yang mengajaknya hadir dalam rembug pusat, yang kerap disebut “bank desa” oleh warga sekitar. Membutuhkan tambahan modal dan telah memperoleh dukungan suami, ia memberanikan diri bergabung.
Pada masa itu, petugas BMI menawarkan skema pembiayaan bangunan melalui program Mikro Mitra Tata Griya (MTG). Bahkan, Siti masuk sebagai prioritas penerima. Dari kesempatan tersebut, muncul keberanian untuk mewujudkan salah satu mimpinya. Ia awalnya berencana membangun rumah, namun kemudian memutuskan untuk memperkuat usaha tokonya, yang sebelumnya hanya berdiri dengan struktur baja ringan. Dorongan suami yang membayangkan memiliki ruko permanen di depan rumah membuatnya semakin mantap. Pada Senin, 6 Oktober 2025, Siti mengajukan pembiayaan MTG Renov di kumpulan.
Siti bergabung sejak Maret 2023. Ia telah mengakses pembiayaan Mikro Mitra Usaha (MMU) senilai Rp7 juta, Rp15 juta, dan Rp20 juta yang digunakannya untuk menambah modal dagang serta membeli perlengkapan usaha.Selain itu, ia juga pernah memanfaatkan Mikro Mitra Multiguna (MMG) senilai Rp32 juta untuk pembelian sepeda motor hingga pembiayaan Mikro Tata Griya (MTG) Renov senilai Rp70 juta. Saat ini, ia tengah mengakses pembiayaan Mikro Mitra Multiguna (MMM) senilai Rp30 juta.

Perjalanannya tidak mudah. Rekam jejak pembiayaan berjenjang yang dengan lancar dapat meningkatkan usaha Siti menjadi dasar kuat kepercayaan Kopsyah BMI Cabang Karangampel kepada Siti, ditambah dengan konsistensinya bertahan sebagai anggota ketika banyak rekannya memilih berhenti. Semua itu menjadi bukti komitmen dan integritasnya.
Rasa syukur tak mampu ia sembunyikan. “Seneng. Walaupun suami masih ingin lebih luas dari sebelumnya, 8×6, tapi alhamdulillah tetap di-ACC buat bangun ruko. Walaupun harus dikurangi karena pendanaan maksimalnya 70 juta. Mungkin ini rezeki anak juga. Alhamdulillah, pokoknya saya seneng. Nggak bisa berkata lagi,” ujarnya, Senin 24 November 2025 di kediamannya.
Kisah Siti Sholehah menguatkan pesan bahwa koperasi bukan hanya lembaga simpan pinjam, tetapi juga ruang bagi anggotanya untuk mewujudkan mimpi dan membangun kehidupan ekonomi yang lebih layak. Sebagaimana dikemukakan Bung Hatta, “Melalui koperasi, rasa kebersamaan, persamaan, dan tolong-menolong dapat ditumbuhkan. Jiwa koperasi adalah menolong diri sendiri secara bersama-sama.” (Sumber informasi: Bayu Rangga Saputra, Editor: Nur/Humas)
