Lebak, Klikbmi.com: Berkoperasi bukan sekadar tentang simpanan dan pembiayaan, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha, memperkuat ekonomi keluarga, hingga menciptakan lapangan pekerjaan. Hal ini dirasakan Puani, anggota Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) Cabang Maja, yang kini sukses mengembangkan Hanan Konveksi di Kabupaten Lebak, Banten.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Bergabung dengan Kopsyah BMI sejak 2018, Puani telah melewati perjalanan panjang dalam membangun kemandirian ekonomi keluarga. Dari usaha sabun cuci kiloan hingga penjualan pakaian dan furnitur secara kredit, ia terus berupaya mencari peluang usaha untuk menambah penghasilan keluarga tanpa hanya mengandalkan pendapatan suaminya yang bekerja sebagai petugas keamanan di kantor BPJS.
Kini, perempuan yang memiliki dua anak tersebut menapaki babak baru melalui Hanan Konveksi, usaha produksi pakaian dalam jumlah besar yang dirintis sejak Januari 2026. Dengan dukungan suami dan akses pembiayaan dari Kopsyah BMI, usaha yang awalnya mempekerjakan dua orang itu kini berkembang hingga memiliki tujuh karyawan.

Puani merupakan anggota Rembug Pusat Belibis, yang beralamat di Kampung Pasir Makam RT 003/001, Desa Tanjung Sari, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Banten. Selama menjadi anggota, ia beberapa kali memanfaatkan Pembiayaan Mikro Mitra Usaha (MMU) dengan nominal mulai dari Rp5 juta hingga Rp20 juta untuk mendukung kebutuhan permodalan usahanya.
Pembiayaan tersebut menjadi salah satu penopang perjalanan bisnisnya. Ketika menjalankan usaha sabun cuci kiloan, Puani memanfaatkan modal dari Kopsyah BMI. Saat beralih ke usaha penjualan barang secara kredit, dukungan permodalan koperasi kembali dimanfaatkannya untuk menjalankan kegiatan usaha.
“Tidak susah mencari modal karena sudah ada BMI yang memberikan pinjaman modal. Alhamdulillah, kehidupan saya juga semakin baik. Usaha sabun cuci kiloan modalnya dari BMI, usaha kreditan barang juga pernah, dan sekarang usaha konveksi modalnya juga dibantu BMI,” ujar Puani kepada tim redaksi KlikBMI.com.

Keberanian Puani mengembangkan usaha konveksi menjadi langkah penting dalam perjalanan bisnisnya. Berbeda dengan usaha yang sebelumnya ditekuni, Hanan Konveksi berfokus pada produksi pakaian dalam jumlah besar sesuai pesanan pelanggan, mulai dari pengolahan bahan hingga proses penjahitan menjadi produk jadi.
Untuk memenuhi kebutuhan produksi, Puani menggunakan pembiayaan dari Kopsyah BMI untuk membeli bahan pakaian dan menambah mesin jahit. Mengingat kebutuhan modal usaha konveksi yang cukup besar, ia juga memperoleh dukungan dari lembaga keuangan lain agar kegiatan produksi dapat berjalan dan berkembang.
Hasilnya mulai terlihat. Hanan Konveksi yang semula hanya melibatkan dua pekerja kini telah mempekerjakan tujuh orang. Pertumbuhan tersebut tidak hanya menjadi perkembangan bagi usaha Puani, tetapi juga menghadirkan kesempatan kerja bagi masyarakat di sekitarnya.
“Sekarang karyawan konveksi saya yang tadinya dua orang sudah menjadi tujuh orang. HP juga sudah tiga yang saya beli di BMI,” kata Puani, menceritakan perkembangan usaha dan kemampuan keluarganya memenuhi kebutuhan secara bertahap.
Seiring berkembangnya kapasitas produksi, Hanan Konveksi membuka layanan pemesanan berbagai jenis pakaian untuk memenuhi kebutuhan individu, komunitas, hingga kelompok dan institusi.
Hanan Konveksi menerima pesanan seragam sekolah, jaket, jersey dan pakaian bola, baju bayi, celana jogger, baju oval, serta baju tank top. Beragam pilihan produk tersebut memberikan alternatif bagi pelanggan yang membutuhkan pakaian untuk kegiatan sekolah, olahraga, komunitas, maupun kebutuhan sehari-hari.

Dengan layanan produksi berdasarkan pesanan, Hanan Konveksi dapat menjadi pilihan bagi pelanggan yang membutuhkan pakaian dalam jumlah besar. Pelanggan dapat menghubungi Puani untuk berkonsultasi mengenai kebutuhan produk dan pemesanan melalui nomor 0857-7055-5547.
Pengembangan Hanan Konveksi menjadi bukti bahwa usaha kecil memiliki peluang untuk tumbuh ketika didukung perencanaan, ketekunan, dan akses permodalan yang memadai. Bagi Puani, pembiayaan bukan sekadar dana yang diterima, melainkan sarana untuk meningkatkan kemampuan usaha dan membuka peluang ekonomi baru.
Selain pembiayaan usaha, Puani juga merasakan manfaat layanan Kopsyah BMI melalui produk Mikro Mitra Multiguna (MMG), yang dimanfaatkannya untuk membeli telepon seluler. Ia turut memanfaatkan simpanan sukarela sebagai persiapan menghadapi kebutuhan pada masa mendatang.
“Memudahkan, karena ada pembiayaan dan tabungan sukarela untuk jaga-jaga. Tidak sia-sia mengangsur di BMI,” tuturnya.
Pengalaman Puani memperlihatkan bahwa manfaat berkoperasi dapat dirasakan secara nyata ketika anggota memanfaatkan layanan keuangan untuk kebutuhan yang tepat. Pembiayaan membantu menggerakkan usaha, sementara kebiasaan menabung dapat menjadi bagian dari upaya mempersiapkan kebutuhan keluarga.

Bagi masyarakat, koperasi juga dapat menjadi salah satu mitra dalam perjalanan membangun usaha. Melalui akses pembiayaan yang sesuai ketentuan, anggota memiliki kesempatan untuk menambah modal, meningkatkan kapasitas produksi, memperluas usaha, dan bahkan menciptakan lapangan pekerjaan.
Perjalanan Puani sejak 2018 menjadi anggota Kopsyah BMI hingga kini mengelola Hanan Konveksi dengan tujuh karyawan menunjukkan bahwa kemandirian ekonomi dibangun melalui proses dan keberanian memanfaatkan peluang. Dari usaha kecil yang dijalankan secara bertahap, kini ia tidak hanya berupaya meningkatkan kesejahteraan keluarganya, tetapi juga menghadirkan manfaat ekonomi bagi orang lain.
Kisah ini sekaligus menegaskan bahwa berkoperasi bukan hanya tentang memperoleh pembiayaan, melainkan bagaimana dukungan tersebut dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha, membangun ketahanan ekonomi keluarga, dan membuka kesempatan bagi masyarakat untuk tumbuh bersama. (Nur/Humas)
