Jamsiti, 30 Tahun Menjahit dari Rumah dan Merawat Iti Taylor di Menes

Anggota Sukses

Pandeglang, KlikBMI.com: Berawal dari keterampilan menjahit yang ia tekuni sejak 1995, Jamsiti atau yang akrab disapa Ibu Iti hingga kini masih setia menjalankan usaha jasa jahit dari rumahnya di Kampung Lebak Pala, Desa Cigandeng, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Usaha yang kemudian dikenal dengan nama Iti Taylor itu menjadi bagian dari perjalanan hidup Jamsiti selama lebih dari tiga dekade. Sejak pertama kali menerima jasa jahit, ia terus melayani pelanggan dengan mengandalkan keterampilan tangan dan ketelitiannya dalam mengerjakan setiap pesanan.

Tidak seperti usaha konveksi yang memproduksi pakaian dalam jumlah besar, Jamsiti memilih fokus pada jasa jahit sesuai pesanan. Pelanggan datang membawa bahan sendiri, kemudian menyampaikan model pakaian yang diinginkan. Jamsiti pun mengerjakannya sesuai ukuran, model, dan tingkat kesulitan yang diminta. “Menjahit apa saja, modelnya sesuai yang diminta pemesan. Bahannya juga biasanya dibawa sendiri oleh pelanggan,” ujar Jamsiti.

Setiap hari, Jamsiti membuka layanan jahit mulai pukul 08.00 hingga sekitar pukul 17.00. Ia mengerjakan seluruh pesanan seorang diri. Tidak ada karyawan atau anggota tim, karena sejak awal ia memang memilih menjalankan usaha secara sederhana dari rumah. Dari jasa jahit yang dahulu dipatok sekitar Rp25 ribu per potong, kini tarif yang dikenakannya berada di kisaran Rp75 ribu per potong, menyesuaikan model, ukuran, dan tingkat kesulitan pekerjaan.

Selama puluhan tahun, ketekunan menjadi modal utama Jamsiti dalam mempertahankan usahanya. Ia tidak banyak mempromosikan hasil jahitannya melalui media sosial. Pelanggannya lebih banyak datang melalui informasi dari mulut ke mulut dan kepercayaan yang dibangun dari hasil pekerjaan. “Kalau untuk jahitan saya memang jarang posting. Saya hanya menerima jasa jahit, jadi pelanggan biasanya datang membawa bahan sendiri,” tuturnya.

Hasil jasa Jahit Iti Taylor yang dijahit sendiri oleh Jamsiti dengan harga terjangkau

Hampir satu dekade menjadi anggota Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) sejak 2017, Jamsiti merasakan bahwa berkoperasi bukan hanya tentang mendapatkan pembiayaan. Baginya, menjadi anggota juga membuka akses terhadap berbagai layanan yang dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan usaha dan keluarga.

Selama menjadi anggota, Jamsiti pernah memanfaatkan Pembiayaan Mikro Mitra Usaha (MMU) untuk mendukung kebutuhan usahanya. Ia juga mengakses produk pembiayaan Mikro Tata Sanitasi (MTS) untuk renovasi kamar mandi serta Mikro Tata Cendekia (MTC) untuk pengadaan laptop yang dibutuhkan anaknya.

Bagi pelaku usaha kecil seperti Jamsiti, akses pembiayaan menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga keberlangsungan usaha. Kebutuhan usaha dapat dipenuhi secara bertahap, sementara hasil dari usaha tetap dapat dimanfaatkan untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga.

Tidak hanya pembiayaan, Jamsiti juga memanfaatkan layanan simpanan Kopsyah BMI, seperti tabungan wajib, tabungan sukarela, dan Simpanan idul fitri (Sidul). Kebiasaan menyimpan sebagian hasil usaha menjadi bagian dari upayanya menjaga keuangan keluarga agar lebih terencana.

Pengalaman Jamsiti memperlihatkan bahwa manfaat berkoperasi dapat dirasakan dalam berbagai sisi kehidupan. Ketika anggota memiliki usaha, koperasi dapat hadir memberikan akses pembiayaan. Ketika keluarga membutuhkan dukungan, tersedia layanan yang dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan. Dan ketika anggota memiliki kemampuan untuk menyisihkan penghasilan, koperasi menyediakan ruang untuk membangun kebiasaan menabung.

Di situlah koperasi tidak hanya menjadi tempat melakukan transaksi, tetapi menjadi bagian dari perjalanan ekonomi anggotanya. Bagi Jamsiti, hampir 10 tahun menjadi anggota Kopsyah BMI telah menjadi bagian dari perjalanan panjangnya mempertahankan usaha jahit yang telah ia jalankan selama lebih dari 30 tahun. Ia pun berharap Kopsyah BMI terus tumbuh dan tetap memberikan manfaat bagi para anggotanya. “Saya berharap ke depannya Koperasi BMI tetap baik-baik saja,” kata Jamsiti.

Solusi jahit seragam untuk anak sekolah di Menes dan sekitarnya dapat menghubungi Jamsiti

Di rumah, Jamsiti menjalankan usaha jahit bersama kehidupan keluarganya. Suaminya, Samsudin, sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek. Mereka dikaruniai empat anak. Dua di antaranya telah berkeluarga, sementara dua lainnya masih belum berkeluarga.

Bagi Jamsiti, usaha jahit bukan sekadar pekerjaan. Selama lebih dari 30 tahun, keterampilan tersebut telah menjadi bagian dari perjalanan hidup sekaligus ikhtiar untuk membantu menopang kebutuhan keluarganya.

Ia berharap perjalanan usahanya dapat terus berjalan dan Kopsyah BMI dapat terus tumbuh sehingga memberikan manfaat bagi para anggotanya.

“Saya berharap ke depannya Koperasi BMI tetap baik-baik saja,” katanya.

Bagi warga Menes yang membutuhkan jasa jahit pakaian dapat menghubungi Iti Taylor

Bagi masyarakat di wilayah Menes dan sekitarnya yang membutuhkan jasa jahit, Iti Taylor melayani berbagai kebutuhan jahitan sesuai permintaan pelanggan. Pelanggan dapat membawa bahan sendiri dan berkonsultasi mengenai model yang diinginkan. Harga jasa disesuaikan dengan model, ukuran, dan tingkat kesulitan pakaian.

Iti Taylor – Jasa Jahit Jamsiti

📍 Kp. Lebak Pala RT 002/RW 001, Desa Cigandeng, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang

🕗 Buka setiap hari mulai pukul 08.00–17.00

📞 0838-4144-1621

Kisah Jamsiti menjadi gambaran bahwa berkoperasi dapat dimulai dari kebutuhan sederhana di tingkat keluarga. Dari usaha jahit rumahan, anggota dapat memperoleh akses terhadap layanan koperasi yang mendukung kebutuhan usaha, pendidikan, kesehatan, hingga kebutuhan keluarga lainnya. Semangat tersebut sejalan dengan peran koperasi yang menempatkan anggota sebagai bagian penting dari ekosistemnya. Anggota bukan hanya pengguna layanan, tetapi juga bagian dari koperasi itu sendiri.

Jamsiti mungkin hanya memiliki satu mesin jahit dan mengerjakan seluruh pesanan seorang diri. Namun, selama lebih dari 30 tahun, keterampilan itu telah menjadi sumber penghidupan bagi keluarganya. Dan di tengah perjalanan panjang tersebut, koperasi hadir sebagai salah satu ruang bagi Jamsiti untuk terus bertumbuh, mengelola kebutuhan usaha, membangun kebiasaan menabung, sekaligus memenuhi kebutuhan keluarga. Dari anggota, oleh anggota, untuk anggota. Dari usaha kecil Jamsiti, tumbuh bersama dalam semangat berkoperasi bersama Koperasi BMI. (Nur/Humas)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *