Studi Tiru FKS Jatim Berlanjut ke Bukit Manik, Dalami Ekosistem Koperasi BMI hingga Cabang Pamijahan

Nasional

Bogor, Klikbmi.com: Rangkaian studi tiru dari 20 perwakilan koperasi mitra water.org yang tergabung dalam Forum Koperasi Syariah (FKS) Jawa Timur di Koperasi BMI Group berlanjut ke Kawasan Wisata Bukit Manik Indonesia, Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (23/9/2026).

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Setelah sebelumnya mempelajari skim pembiayaan air bersih dan sanitasi serta melihat langsung aktivitas Rembug Pusat Koperasi Syariah BMI Cabang Cisauk, peserta diajak melihat lebih dekat bagaimana Koperasi BMI membangun ekosistem usaha, pemberdayaan, hingga aktivitas wisata yang terintegrasi dengan gerakan koperasi.

Sesampainya di Kawasan Wisata Bukit Manik Indonesia, peserta tidak hanya menikmati suasana kawasan, tetapi juga menginap di Glamping BMI. Pada malam harinya, suasana studi tiru semakin cair melalui diskusi interaktif yang berlangsung bersama Direktur Operasional Koperasi Syariah BMI Sondari dan Direktur Bisnis dan Pemberdayaan Akhmad Jauhari.

Peserta Study tiru mengikuti kegiatan diskusi interaktif bersama di aula Glamping Bukit Manik Indonesia

Diskusi tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk bertukar pengalaman mengenai pengelolaan koperasi, pengembangan bisnis, pemberdayaan anggota, hingga bagaimana koperasi dapat membangun hubungan yang lebih dekat dengan anggotanya.

Bagi peserta, pengalaman tersebut memberikan gambaran bahwa koperasi tidak berhenti pada aktivitas simpan pinjam atau pembiayaan. Koperasi dapat tumbuh menjadi sebuah ekosistem yang menghubungkan kebutuhan anggota dengan berbagai sektor usaha dan pemberdayaan.

Salah satu peserta studi tiru, Naning Poedji Rahayu, mengaku mendapatkan banyak wawasan selama dua hari mengikuti rangkaian kegiatan di Koperasi BMI Group.

“Dua hari ini, Masya Allah, luar biasa. Banyak sekali insight yang kami dapat. Mungkin berbeda kultur antara Jawa Timur dan Jawa Barat, tetapi apapun itu, keren banget,” ungkap Naning.

Menurut Naning, salah satu hal yang paling menarik adalah bagaimana Koperasi BMI mampu memproduktifkan anggota sekaligus menumbuhkan gerakan koperasi yang benar-benar berasal dari, oleh, dan untuk anggota.

Kunjungan peserta ke Kopsyah BMI Cabang Pamijahan

“Benteng Mikro Indonesia benar-benar bisa memproduktifkan, menumbuhkan gerakan dari, oleh dan untuk. Bagaimana nilai-nilai dari asas perkoperasian itu benar-benar dijalankan,” katanya.

Kesan tersebut semakin kuat ketika peserta mengikuti aktivitas Rembug Pusat Kopsyah BMI. Naning melihat adanya kedekatan yang kuat antara anggota dengan petugas lapangan.

“Kemarin pertama datang langsung diajak ke Rembug Pusat. Surprise-nya, jujur, emak-emak yang antusias itu artinya ada keterikatan yang begitu dekat dengan para petugas lapang,” ujarnya.

Menurutnya, pengalaman di Rembug Pusat baru menjadi bagian awal dari pembelajaran. Peserta kemudian diperkenalkan dengan berbagai produk dan program yang dikembangkan dalam ekosistem Koperasi BMI Group, mulai dari koperasi syariah, koperasi konsumen, koperasi jasa, hingga koperasi sekunder.

“Dengan koperasi syariahnya, koperasi konsumennya, koperasi jasanya, dan koperasi sekundernya. Keren. Benteng Mikro Indonesia benar-benar bisa menjadi contoh kami,” kata Naning.

Ia berharap pengalaman yang diperoleh selama studi tiru dapat dibawa pulang dan dikembangkan oleh koperasi-koperasi syariah di Jawa Timur.

“Doakan kita pulang dari sini di Jawa Timur siap untuk meneruskan semangat dari Benteng Mikro Indonesia,” ujarnya.

Sebelum melanjutkan perjalanan, peserta kembali mendapatkan kesempatan berdiskusi bersama Presiden Direktur Koperasi BMI Group sekaligus Direktur Utama Koperasi Syariah BMI, Kamaruddin Batubara atau yang akrab disapa Kambara.

Perbincangan berlangsung santai di Kafe KOPIKOP, salah satu unit usaha milik Koperasi BMI Group yang berada di kawasan Bukit Manik Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Kambara kembali menekankan pentingnya anggota sebagai fondasi utama kekuatan koperasi.

Peserta berbincang dengan Kambara di Kafe Kopikop milik Koperasi BMI Group

Naning mengatakan, pesan tersebut menjadi salah satu hal yang paling membekas selama mengikuti studi tiru.

“Bagaimana Bang Kambara bilang, kesuksesan koperasi itu memang berawal dari anggota. Jadi jangan pernah ragu-ragu untuk bergabung menjadi anggota koperasi di manapun kita berada,” tuturnya.

Bagi Naning, pesan tersebut sejalan dengan semangat perkoperasian sebagai gerakan ekonomi yang dibangun atas kekuatan bersama.

“Semangat, sesuai amanat konstitusi,” katanya.

Setelah berdiskusi di Kafe KOPIKOP, rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju Kantor Cabang Koperasi Syariah BMI di Pamijahan. Di sana, peserta kembali berdiskusi langsung dengan manajer cabang untuk melihat bagaimana praktik pengelolaan koperasi dijalankan di tingkat unit layanan.

Kunjungan tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian studi tiru karena peserta tidak hanya memperoleh penjelasan dari sisi kebijakan dan konsep, tetapi juga melihat bagaimana sistem koperasi diterjemahkan dalam aktivitas operasional di lapangan.

Menutup rangkaian kunjungan di Kawasan Wisata Bukit Manik Indonesia, Kambara menyampaikan apresiasi kepada rombongan FKS Jawa Timur yang telah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

“Terima kasih Ibu Nanik dan Pak Sunoyo, teman-teman dari FKS Jawa Timur. Forum Koperasi Syariah Jawa Timur sangat kompak,” ujar Kambara.

Ia berharap pengalaman yang diperoleh peserta selama berada di Koperasi BMI dapat diteruskan dan menjadi inspirasi bagi koperasi syariah lainnya di Indonesia.

“Mudah-mudahan ini bisa kita teruskan dan dicontoh Koperasi-Koperasi Syariah lainnya di seluruh Indonesia,” katanya.

Menurut Kambara, kekuatan utama koperasi terletak pada semangat gotong royong yang memungkinkan anggota membangun kekuatan ekonomi secara bersama-sama.

“Karena sejatinya dengan kekuatan gotong royong kita bisa mengalahkan dan bisa menguasai bisnis apapun,” tegasnya.

Peserta foto bersama di Jembatan Kaca Bukit Manik Indonesia, Kawasan wisata milik Koperasi BMI Group

Kambara juga menekankan pentingnya koperasi membangun dan menguasai captive market, yakni pasar internal yang berasal dari anggota dan ekosistem koperasi sendiri.

“Captive market itu kunci bisnis koperasi yang harus kita kuasai. Ayo fokus ke situ sehingga kita bisa menjadi tuan rumah produksi, distribusi, dan mengonsumsi produk koperasi sendiri,” ujarnya.

Ia pun menutup pesannya dengan semangat untuk terus memperkuat gerakan koperasi.

“Jaya Koperasi Syariah! Terima kasih,” tutup Kambara.

Dua hari perjalanan FKS Jawa Timur di Koperasi BMI Group akhirnya bukan sekadar kunjungan untuk melihat program dan produk koperasi. Rangkaian tersebut menjadi ruang belajar mengenai bagaimana koperasi dibangun dari anggota, mengembangkan berbagai unit usaha, memperkuat pemberdayaan, serta menciptakan ekosistem ekonomi yang kembali memberikan manfaat kepada anggota. (Nur/Humas)

Bagi Lembaga keuangan atau koperasi lain yang ingin mengikuti study tiru di Koperasi Syariah BMI dapat menghubungi Nurjannah Lubis – Humas Koperasi BMI Group di nomor 082262146531.

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *