Badai Pernah Meruntuhkan Rumahnya, Tapi Siapa Yang Bisa Meruntuhkan Kuatnya Do’a?

Info ZISWAF

Bogor, Klikbmi.com: Langit siang itu tampak teduh, seolah ikut berbahagia menyambut secercah harapan baru bagi keluarga sederhana di Kampung Pasir Gintung, Desa Batutulis, Kecamatan Nanggung. Selasa, 4 November 2025 menjadi hari yang tak akan dilupakan oleh Suharsih (50) dan suaminya Camang (60), saat batu pertama untuk rumah impian mereka resmi diletakkan.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Rumah lama mereka roboh diterpa angin puting beliung di tahun 2024. Sejak saat itu, keduanya harus tinggal menumpang di rumah anak yang sempit, hanya berukuran 3 × 5 meter. Dalam keterbatasan ruang dan rezeki, Suharsih tetap bekerja sebagai buruh cuci serabutan, sementara Camang menjadi buruh tani dan pengurus kambing dengan upah harian yang terbatas. Dua anak mereka yang masih duduk di bangku SMA dan SD menjadi alasan utama untuk terus bertahan dan berjuang.

Kondisi rumah Sunarsih setelah dihantam badai 2024 silam

Namun di balik setiap ujian, Allah selalu membuka jalan bagi hamba yang sabar. Melalui tangan penuh kasih dari Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (BMI) Cabang Nanggung, keluarga kecil ini kembali memiliki harapan untuk menatap hari esok dengan lebih tenang. Program sosial Hibah Rumah Siap Huni (HRSH) menjadi jawaban atas doa panjang yang mereka panjatkan.

“Ini bukan sekadar membangun rumah, tetapi membangun harapan. Koperasi BMI menjadi perantara kasih Allah bagi mereka yang berjuang dalam kesederhanaan,” ujar Camat Nanggung, Ae Saefulloh, dalam sambutannya saat peletakan batu pertama.

Camat Ae Saefulloh juga menyampaikan apresiasi yang tinggi atas konsistensi Koperasi Syariah BMI dalam membantu masyarakat Nanggung. Hingga kini, tiga unit rumah siap huni dan satu unit sanitasi dhuafa telah dibangun oleh BMI di wilayah tersebut. Bahkan, pihak kecamatan berencana mengundang BMI sebagai narasumber dalam kegiatan Sosialisasi Koperasi Merah Putih, dengan harapan dapat terjalin kolaborasi dalam memperluas manfaat sosial bagi masyarakat.

Saat Sunarsih dan Camang mencoba membangun kembali rumah mereka yang roboh karena badai, namun takdir tak mampu mengokohkannya.

“Saya sangat apresiasi sekali dengan adanya pembangunan rumah siap huni yang di pelopori oleh BMI. Peran koperasi syariah BMI yang konsisten menyalurkan program sosial melalui pemberdayaan dan bantuan langsung kepada masyarakat,” Lanjutnya.

Acara peletakan batu pertama ini turut dihadiri oleh Edy Sarwo tim Ziswaf Koperasi BMI, Sudrajat Manajer Area Kopsyah BMI, Kepala Desa Batutulis Ade Supriatna, Sekcam Nanggung Burhanudin, Danramil, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta tokoh masyarakat setempat. Kebersamaan mereka menjadi wujud nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah, koperasi, dan masyarakat mampu menghadirkan perubahan yang berarti.

Peletakan batu pertama program HRSH oleh Koperasi Syariah BMI untuk Sunarsih dan Camang dihadiri berbagai mitra.

“Barang siapa memudahkan urusan saudaranya, maka Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan di akhirat.” (HR. Muslim)

Hadis itu seolah hidup di tengah warga yang hadir. Senyum haru Suharsih hari itu menjadi saksi bahwa kebaikan masih nyata, dan bahwa setiap batu yang ditanam bukan hanya pondasi rumah, tapi juga pondasi kasih, iman, dan kepedulian sosial.

Di bawah langit Pasir Gintung yang teduh, doa pun terlantun pelan. Semoga rumah ini kelak menjadi tempat bernaung yang penuh berkah, tempat tumbuhnya syukur dan ketenangan,  rumah kecil yang menjadi simbol besar dari cinta dan kepedulian sesama. (Nur/Humas)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *