Tangerang, Klikbmi.com: Hari ini (04/11) menjadi hari penuh makna bagi Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (BMI). Di dua tempat berbeda, langkah kebaikan serentak dimulai. Diwaktu bersamaan, peletakan batu pertama Rumah Siap Huni (RSH) digelar di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, dan di Kampung Sukadiri, Desa Sukadiri, Kabupaten Tangerang, Banten.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Baca juga: https://klikbmi.com/badai-pernah-meruntuhkan-rumahnya-tapi-siapa-yang-bisa-meruntuhkan-kuatnya-doa/
Sebuah rumah baru akan segera berdiri untuk Suherman (54) dan Rohani (50), pasangan yang selama ini hidup dalam ujian, namun tak pernah kehilangan sabar dan doa. Langit Sukadiri pagi itu tampak lembut, menyambut dimulainya pembangunan rumah baru yang menjadi simbol hadirnya kasih Allah melalui tangan-tangan dermawan.

Dulu, Suherman adalah guru mengaji di kampungnya. Namun, sejak kakinya cedera dan sering nyeri, ia tak lagi mampu duduk lama untuk mengajar. Kini, seorang ustazd lain menggantikan perannya, sementara Suherman tetap membantu sebisanya dengan berdagang daun singkong.
Rohani, sang istri, dikenal sebagai anggota Kopsyah BMI yang rajin dan tangguh. Terakhir kali ia menerima pembiayaan usaha sebesar Rp3,5 juta pada tahun 2022 untuk berdagang minyak sayur. Namun stroke ringan sempat membuatnya berhenti berdagang dan keluar dari keanggotaan Koperasi BMI.
Kehidupan keluarga itu makin berat, hingga akhirnya melalui saran teman sesama anggota, Rohani kembali menabung di Kopsyah BMI sejak Mei 2025. Langkah kecil yang kemudian membuka jalan besar.
Melalui keputusan Presiden Direktur Koperasi BMI Group, Kamaruddin Batubara, keluarga ini ditetapkan sebagai penerima Hibah Rumah Siap Huni (HRSH). Hari ini, mimpi itu resmi dimulai dengan peletakan batu pertama oleh Agus Suherman, Direktur Kepatuhan dan Risiko Kopsyah BMI, didampingi Andi, Manajer Ziswaf, dan Yusuf, Manajer Kopsyah BMI Cabang Sukadiri.

“Ketika manusia berusaha menolong sesamanya, di situlah pertolongan Allah ikut turun. Ini bukan sekadar rumah, tapi ruang bagi doa-doa yang sempat tersendat,” ujar Agus Suherman dalam sambutannya.
Turut hadir pula Kasi Pemberdayaan Kecamatan Sukadiri Djaelinah, Sekdes Sukadiri Andi, Moh. Maryono mewakili Danramil, dan Suryadi mewakili Polsek Sukadiri. Dukungan para tokoh ini menegaskan bahwa nilai kebersamaan dan gotong royong masih menjadi kekuatan utama masyarakat.
Hari ini, dua keluarga: satu di Pasir Gintung, Bogor, dan satu di Sukadiri, Tangerang, sama-sama menatap masa depan baru.
Dua batu diletakkan di tanah yang berbeda, tapi dengan doa yang sama: agar rumah yang akan berdiri menjadi tempat lahirnya syukur, tempat bersemainya iman, dan tempat keluarga-keluarga dhuafa merasakan kasih Allah yang nyata.

“Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah: 6)
Dua rumah, dua kisah, satu niat. Kopsyah BMI kembali membuktikan, bahwa koperasi bukan hanya tentang angka dan pembiayaan, tetapi tentang hati yang saling menolong dan tangan yang menegakkan kembali kehidupan. Bagi Anda yang ingin ikut berdonasi dalam Pembangunan HRSH tersebut dapat menghubungi tim Ziswaf di nomor 0811 880 2013 atau Kunjungi website Ziswaf Koperasi BMI www.ziswafbmi.com (Nur/Humas)
