Para pembaca Klikbmi bisa mengirimkan donasi untuk korban bencana alam Sumatera dan Aceh melalui rekening ZISWAF Kopsyah BMI dengan transfer ke BSI 7200320171 an. Benteng Mikro Indonesia. nomor Konfirmasi melalui 0811-8802-013.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Tangerang, Klikbmi.cm: Dalam edisi Jum’at Khidmat tanggal 12 Desember 2025, Ketua Pengawas Syariah Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia, Hendri Tanjung, kembali menyampaikan pesan mendalam yang menjadi lanjutan dari hikmah sebelumnya tentang amanah dan kepedulian sosial. Kali ini, beliau menyoroti pelajaran besar dari bencana banjir yang melanda wilayah Sumatera, sekaligus mengingatkan seluruh insan Koperasi BMI Group tentang pentingnya empati dan kepedulian sebagai bagian dari kebenaran beragama.
Hendri Tanjung mengawali pesannya dengan mengutip firman Allah yang menjelaskan bahwa di antara ciri orang yang mendustakan agama adalah mereka yang tidak peduli dan tidak menolong orang-orang yang membutuhkan. “Ketika musibah menimpa saudara kita, di situlah diuji seberapa benar agama kita dijalankan,” ujarnya.
Beliau kemudian memaparkan statistik dampak banjir besar yang melanda tiga provinsi versi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB per 11 Desember 2025): Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Data tersebut menggambarkan betapa dahsyatnya kerusakan yang terjadi.
Di Aceh, tercatat 403 orang meninggal, 30 orang hilang, dan 4.300 orang terluka. Sebanyak 138.500 rumah, 305 sekolah, 153 rumah sakit / puskesmas, 313 jembatan, 668 fasilitas umum, 210 rumah ibadah, dan 261 gedung kantor mengalami kerusakan.
Di Sumatera Utara, korban meninggal mencapai 240 orang, hilang 96 orang, dan terluka 113 orang. Rumah rusak sebanyak 8.200 unit, sekolah 216, rumah sakit / puskesmas 65, jembatan 64, fasilitas umum 486, rumah ibadah 205, serta 29 gedung kantor terdampak.
Sementara itu, Sumatera Barat mencatat 343 orang meninggal, 98 orang hilang, 698 terluka, serta kerusakan 11.200 rumah, 60 sekolah, 1 rumah sakit puskesmas, 121 jembatan, 480 fasum, 19 rumah ibadah, dan tanpa kerusakan kantor pemerintahan.
Secara keseluruhan, tiga wilayah tersebut menanggung dampak besar dengan total 986 orang meninggal, 224 orang hilang, 5.111 terluka, serta kerusakan 157.900 rumah, 581 sekolah, 219 puskesmas, 498 jembatan, 1.234 fasilitas umum, 434 rumah ibadah, dan 290 gedung kantor. “Masya Allah… angka ini bukan sekadar data, tetapi nyawa, keluarga, dan kehidupan yang berubah seketika,” ungkap Hendri.

Melihat kondisi tersebut, Hendri Tanjung mengajak seluruh insan Koperasi BMI Group untuk menyalurkan bantuan sesuai kemampuan masing-masing. “Bayangkan jika itu adalah orang tua kita, saudara kita. Karena itu, mari kita sisihkan sebagian harta kita. Ambil bagian sekecil apa pun yang kita mampu,” serunya.
Beliau menutup dengan pesan spiritual yang kuat: “Semoga dengan empati dan sedekah yang kita keluarkan, kita terhindar dari golongan orang yang merusakkan agama. Justru sebaliknya, kita menjadi bagian dari orang-orang yang memuliakan agama dengan aksi nyata.”
Edisi Jum’at Khidmat kali ini menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial bukan hanya nilai kemanusiaan, tetapi juga bukti keimanan yang sejati. Semoga menjadi dorongan bagi seluruh keluarga besar Koperasi BMI Group untuk terus hadir membantu sesama. (Nur/Humas)
