Karawang, Klikbmi.com: Dua rumah itu berdiri sebagai penanda harapan. Di tengah musim hujan dan ekonomi yang kerap tak bersahabat, Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) kembali menegaskan jati dirinya: koperasi yang hadir hingga ke dapur-dapur paling sunyi kehidupan.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Selasa, 13 Januari 2026, Kopsyah BMI menyerahkan dua unit Hibah Rumah Siap Huni (HRSH) kepada warga Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Keduanya tercatat sebagai unit ke-557 dan ke-558, sekaligus menjadi rumah hibah perdana BMI di tahun 2026. Hingga kini, total 18 rumah gratis telah dibangun BMI untuk warga Karawang, HRSH nyatanya bukan sekadar bangunan, melainkan tempat pulang yang layak untuk ditinggali.
Unit HRSH ke-557 diserahkan kepada Resih (57), warga Dusun Telar, Desa Telarsari, Kecamatan Jatisari. Resih adalah anggota Kopsyah BMI Cabang Kotabaru. Bertahun-tahun, ia dan keluarganya berteduh di rumah berdinding bilik bambu yang berlubang, beratap bocor, dan berlantai tanah.
Untuk menyambung hidup, Resih berjualan makanan kecil. “Alhamdulillah, doa itu dijawab lewat Kopsyah BMI,” tutur Resih lirih. Nilai pembangunan rumahnya mencapai Rp36,5 juta.

Sementara itu, HRSH ke-558 diberikan kepada Sari (78), warga Kampung Sukaseuri, Desa Sarimulya, Kecamatan Kotabaru. Di usia senja, Sari setia merawat suaminya, Acang, yang lumpuh total. Dari makan, mandi, hingga bergerak semuanya bergantung pada tangan renta Sari.
Mereka hidup dari uluran tujuh anak yang juga pas-pasan, sesekali dibantu tetangga. Rumah lama mereka tak lebih dari bangunan darurat: lantai tanah dingin, dinding tripleks nyaris bolong, atap bocor di mana-mana. Karena WC berada di luar, Acang memilih tidur di teras agar bisa ngesot menuju kamar mandi.

Tenda acara penyerahan rumah siang itu dipenuhi warga dan anggota. Suasana hangat terasa ketika Manajer ZISWAF Kopsyah BMI Andi dan Manajer Cabang Kotabaru Reza Firdaus memandu kuis berhadiah. Tawa dan tepuk tangan bergantian pecah membuat seremoni sederhana terasa istimewa.
Dalam sambutannya, Direktur SDM Kopsyah BMI Akhmad Jauhari, mewakili Presiden Direktur Koperasi BMI Group Kamaruddin Batubara yang tengah menghadiri undangan gathering dari PT Bayer di Jasinga, Bogor, menegaskan bahwa dua rumah tersebut adalah simbol awal perjalanan sosial BMI di tahun 2026.
“Koperasi bukan hanya soal simpan pinjam. Ia harus menjadi alat pemberdayaan ekonomi sekaligus sosial,” ujar Jauhari.

Ia memaparkan, hingga 13 Januari 2026, Kopsyah BMI telah memiliki 243.568 anggota yang tersebar di 100 cabang di Banten dan Jawa Barat. Khusus Karawang, BMI hadir di 7 kecamatan.
“Semua adalah anggota. BMI tidak mengenal calon anggota,” tegas pria kelahiran Ogan Komering Ilir, Sumatra Selatan itu.
Jauhari juga merinci kualitas bangunan HRSH. “Rumah ini permanen. Dinding hebel, lantai full keramik, atap baja ringan dan asbes. Untuk Ibu Sari nilainya Rp65 juta, sementara rumah Ibu Resih Rp36,5 juta,” jelasnya.
Kepada Forkopimda dan tokoh masyarakat yang hadir, Jauhari mengajak semua pihak terus mengedukasi warga agar menunaikan kewajiban sebagai anggota koperasi. “Kalau pembiayaan lancar, maka kegiatan sosial seperti ini bisa terus digencarkan terutama di wilayah perhatian khusus seperti Kotabaru,” katanya.
Ia menegaskan, HRSH hanyalah satu dari banyak program sosial BMI. Ada Gassiteru (Gerakan Sedekah Seminggu Tiga Ribu), 11 ambulans gratis, sanitasi dhuafa, sanitasi makam, Sanimesra, hingga santunan anak yatim. “Koperasi yang besar harus memberi manfaat bagi anggota dan masyarakat,” ujar Jauhari yang hadir bersama Koordinator manajer regional 5 Muhammad Kurtubi.

Sambutan ditutup dengan pesan sederhana namun dalam. “Rumah ini amanah dari anggota BMI. Kami mohon doa Ibu Sari dan Ibu Resih agar seluruh pengurus, pengelola, dan anggota Kopsyah BMI selalu diberi keselamatan dan keberkahan.”
Dari pemerintah daerah, Kasi P2 Dinas Koperasi dan UKM Karawang Elina mengajak warga bergabung dengan BMI. “Ini koperasi yang sehat, patuh aturan, rutin RAT. Manfaatnya nyata,” katanya. Dalam sambutannya Elina yang juga anggota Kopsyah BMI juga merasakan manfatnya melalu simpanan berjangka.
Senada, Camat Kotabaru Hamidah menyebut ini kali ketiganya menyaksikan HRSH BMI diserahkan.
“BMI bukan hanya membangun rumah, tapi juga harapan. Inilah bukti koperasi membantu pemerintah mengentaskan rumah tak layak huni,” ujarnya.

Dua rumah kini berdiri. Dan di balik tembok hebel itu, ada doa-doa yang akhirnya menemukan alamat pulangnya. (Togar/Humas)
