Tangerang, klikbmi.com: Berkurban setiap tahun bukan lagi angan-angan bagi Ipah, anggota Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) dari Rembug Pusat Kenanga, Kantor Cabang Mauk. Perempuan berusia 35 tahun asal Kampung Dadap, Desa Gunung Sari, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang ini telah membuktikan bahwa dengan menabung secara rutin, siapa pun bisa mewujudkan ibadah kurban, meski dengan penghasilan yang tidak tetap.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Sejak tahun 2018, Ipah mulai menabung melalui program Simpanan Kurban Kopsyah BMI. Meski nominal tabungan yang disetorkan tidak selalu besar dan bersifat fluktuatif, konsistensinya berbuah hasil. Sejak tahun 2020, ia telah berhasil berkurban setiap tahun melalui tabungan kurban tersebut.
“Kalau kita menabung, rasanya lebih ringan dibandingkan beli hewan kurban secara langsung. Apalagi menabung di BMI, semuanya sudah disiapkan, hewan kurban tersedia, prosesnya mudah, tidak ribet, dan hati jadi tenang,” ungkap Ipah, ibu dari satu anak laki-laki tersebut.

Perjuangan Ipah tidak sendiri. Sang suami yang bekerja di sebuah bengkel turut memberikan semangat dan dorongan agar ia terus menabung untuk kurban. Dukungan keluarga dan kemudahan layanan dari Kopsyah BMI membuat niat ibadah menjadi lebih mudah diwujudkan. “Saya senang dan bersyukur, mudah-mudahan setiap tahun bisa terus berkurban di BMI,” ujarnya penuh harap.
Semangat yang sama juga datang dari Farida dan teman-temannya, Anggota Kopsyah BMI Cabang Mauk lainnya yang tinggal di Kampung Marga Sari, Desa Kedung Dalem, Kecamatan Mauk. Perempuan yang sehari-hari berdagang makanan ini memilih berkurban sapi secara kolektif bersama keluarga dan dua rekannya, Ela dan Hamliyah.
Tahun ini menjadi kali kedua Farida berkurban melalui Kopsyah BMI. Farida rutin menabung kolektif untuk kurban, hingga Ia telah menarik simpanan kurban senilai Rp 30 Juta untuk kedua kalinya. Alasan ia kembali berkurban di BMI sangat sederhana namun berarti. “Sapinya bagus, dikirim langsung ke rumah, dan gak perlu repot-repot nyari karena sudah dipilihkan sama ahlinya, Pak Roni,” ujarnya menyebut nama Manajer pemberdayaan Kopsyah BMI Suproni yang bertanggung jawab memilih dan menyalurkan hewan kurban dari peternak yang merupakan Anggota dan mitra Kopsyah BMI kepada pekurban.

Dengan bergotong royong membeli seekor sapi, Farida dan keluarganya membuktikan bahwa ibadah kurban bisa dijalankan bersama-sama, tanpa membebani satu orang saja. Selain ringan dari sisi biaya, kebersamaan dalam berkurban juga menjadi nilai ibadah yang tak ternilai.
Kisah Ipah dan Farida menjadi bukti nyata bahwa siapa pun bisa berkurban dengan cara yang terencana dan sesuai kemampuan. Melalui program simpanan dan kurban kolektif Kopsyah BMI, anggota tidak hanya dimudahkan, tetapi juga dikuatkan untuk istiqamah dalam berbagi di Hari Raya Idul Adha. Setelah usai menyelenggarakan ibadah kurban, Ipah dan Faridah berkomitmen kembali menabung simpanan kurban agar dapat berkurban tahun depan. (Nur/Humas)
Hubungi Kopsyah terdekat untuk mendapatkan informasi simpanan Qurban.
