Tangerang, Klikbmi.com: Dalam program rutin Jum’at Khidmat Koperasi BMI Group, Hendri Tanjung, Ketua Pengawas Syariah BMI menyampaikan tausiyah mendalam yang mengangkat makna spiritual Surat Asy-Syams sebagai refleksi pergantian waktu dan momentum pembaruan diri, khususnya dalam menyambut Tahun Baru Syamsiyah 2026 (Tahun Masehi juga disebut sebagai tahun syamsiah atau tahun matahari).
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
Dalam nasihatnya, Hendri Tanjung menjelaskan bahwa Allah SWT dalam Surat Asy-Syams bersumpah dengan berbagai ciptaan-Nya, mulai dari matahari, bulan, siang dan malam, langit dan bumi, hingga jiwa manusia. Menurutnya, sumpah-sumpah tersebut bukan sekadar rangkaian kata, melainkan isyarat penting tentang perputaran waktu dan dampaknya terhadap kehidupan manusia.
“Allah bersumpah dengan benda-benda langit yang semuanya bergerak dan berputar. Bumi berputar, bulan berputar, sehingga melahirkan waktu dari hari, bulan, hingga tahun. Alhamdulillah, kita kini memasuki tahun baru Syamsiyah 2026,” ujar Hendri Tanjung.
Namun, ia menegaskan bahwa pergantian waktu sejatinya bukan sekadar perubahan angka kalender. Lebih dari itu, terdapat pesan mendasar yang harus direnungkan setiap insan, sebagaimana ditegaskan Allah dalam firman-Nya “Qad aflaha man zakkāhā wa qad khāba man dassāhā” Artinya: Sungguh beruntung orang yang mensucikan jiwanya dan sungguh merugi orang yang mengotorinya.
Hendri Tanjung menekankan bahwa pesan utama tahun baru adalah ajakan untuk terus melakukan tazkiyatun nafs, membersihkan dan menyucikan diri dari waktu ke waktu. Pergantian tahun, kata dia, seharusnya membawa manusia menjadi pribadi yang semakin bersih secara hati, iman, dan amal.
“Jika pergantian waktu justru membuat kita semakin kotor, maka hati akan menjadi gelap. Dan pada akhirnya, sebagaimana peringatan di akhir surat ini, akan datang azab bagi mereka yang lalai,” ungkapnya.
Oleh karena itu, ia mengajak seluruh keluarga besar Koperasi BMI Group untuk menjadikan momentum tahun baru sebagai titik tolak peningkatan keimanan, kualitas amal, serta komitmen menjaga kebersihan hati dan jiwa. Menurutnya, upaya mensucikan diri harus terus dilakukan hingga akhir hayat.
“Dengan bergantinya tahun, mari kita tingkatkan iman dan amal, berusaha menjadi pribadi yang bersih dan suci. Sehingga ketika maut menjemput, kita termasuk golongan orang-orang yang beruntung karena telah mensucikan diri,” tutup Hendri Tanjung.
Program Jum’at Khidmat BMI secara konsisten menjadi ruang refleksi spiritual yang memperkuat nilai-nilai keislaman, integritas, dan kesadaran moral bagi insan BMI dalam menjalankan amanah ekonomi dan sosial berbasis syariah. (Nur/Humas)
