Tangerang, Klikbmi.com: International Institute of Islamic Waqf (IIIW) merilis Strategic Report on Global Waqf 2024–2025 yang memotret kinerja wakaf institusional di 76 negara Islam dan komunitas Muslim dunia. Dalam laporan bergengsi itu, Dr. Hendri Tanjung tercatat sebagai salah satu anggota editorial team, bersama para pakar wakaf dari berbagai negara seperti Aljazair, Senegal, Sri Lanka, Afrika Selatan, Mesir, Palestina, dan Maroko.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Baca website International Institute of Islamic Waqf (IIIW): https://iiiw.org/
Keterlibatan Dr. Hendri Tanjung yang juga menjabat sebagai Ketua Pengawas Syariah Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (BMI) menjadi pengakuan atas kontribusi keilmuan dan praktik ekonomi Islam Indonesia di tingkat global. Hal ini sekaligus memperkuat posisi Koperasi BMI sebagai lembaga koperasi syariah yang aktif mengembangkan wakaf secara berkelanjutan.
Dalam laporan tersebut, IIIW mengadopsi Benchmark for Waqf Institutional Performance (BWIP) untuk menilai kinerja wakaf institusional. Berdasarkan survei internasional yang dilakukan pada Maret 2025 terhadap para ahli wakaf dunia Islam, sejumlah indikator utama mendapat dukungan kuat, antara lain efisiensi sumber daya manusia (76,9%), stabilitas negara (73,1%), ukuran aset wakaf (69,3%), serta tata kelola (69,2%).

Laporan tersebut juga menegaskan bahwa prinsip tata Kelola, khususnya transparansi dan pengungkapan informasi menjadi fondasi penting dalam pengelolaan wakaf modern. Indonesia disebut sebagai salah satu negara dengan praktik tata kelola wakaf yang kuat, sejajar dengan Turki, Malaysia, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Oman, Yordania, dan Maroko .
Berdasarkan pemetaan kinerja wakaf global periode 2024–2025, Indonesia masuk dalam kategori pertama (peringkat tertinggi) bersama 16 negara lain yang meraih skor BWIP 7 atau lebih. Pencapaian ini mencerminkan kemajuan signifikan dalam pengelolaan wakaf institusional di Tanah Air. 16 Negara lainnya adalah Yordania, Uni Emirate Arab, Pakistan, Bahrain, Turki, Afrika Selatan, Arab Saudi, Singapure, Oman, Qatar, Kuwait, Malaysia, Mesir, Maroko, India dan Aljazair.
Sejalan dengan temuan laporan tersebut, Koperasi BMI secara konsisten mengembangkan wakaf produktif sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat. Melalui berbagai program berbasis wakaf yang dikelola secara profesional, transparan, dan sesuai prinsip syariah, BMI mendorong agar wakaf tidak hanya bersifat abadi, tetapi juga produktif dan berdampak langsung bagi kesejahteraan anggota dan masyarakat.
Informasi tentang Wakaf di Koperasi BMI dapat dilihat pada website khusus Ziswa Koperasi BMI Group berikut: https://ziswafbmi.com/

Peran Dr. Hendri Tanjung dalam laporan wakaf global ini sekaligus menjadi refleksi kontribusi Koperasi BMI dalam ekosistem wakaf nasional dan internasional. Dengan pengawasan syariah yang kuat dan praktik kelembagaan yang akuntabel, BMI terus meneguhkan diri sebagai koperasi syariah yang berorientasi pada keberlanjutan, keadilan ekonomi, dan kemaslahatan umat. (Nur/Humas)
