Jakarta, Klikbmi,com: Koperasi Mahasiswa (Kopma) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sukses menyelenggarakan Student Cooperative Summit 2025 sebagai bagian dari rangkaian Pekan Koperasi 2025. Acara ini mengusung tema besar “Menyatukan Semangat Lintas Generasi dalam Membangun Koperasi sebagai Pilar Ekonomi Berkeadilan Menuju Indonesia Emas 2045” dan digelar di Gedung Teater Fakultas Ekonomi dan Bisnis Pascasarjana UIN Jakarta, Rabu (5/11).
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Acara dibuka oleh Ketua Umum Kopma UIN Jakarta, Baihaqi Hakim, yang menekankan pentingnya koperasi mahasiswa sebagai wadah pembentukan karakter kepemimpinan dan kewirausahaan bagi mahasiswa. “Kopma bukan hanya tempat bertransaksi, tapi wadah untuk berproses menjadi pemimpin masa depan,” ujarnya.

Sementara itu, Khairul Fahmi selaku Ketua Pelaksana Student Cooperative Summit 2025, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan momentum untuk meneguhkan kembali semangat kebersamaan dan kolaborasi lintas generasi di dunia koperasi. “Melalui forum ini, kami ingin membuktikan bahwa koperasi bisa tampil modern, adaptif, dan berdaya saing di era digital,” ungkapnya.
“Oleh karena itu kita harus tetap semangat untuk menjaga asas kekeluargaan dalam koperasi harus tetap menyala dan bertahan seiring berjalanannya waktu” tutupnya.
Kegiatan Summit ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang, antara lain Makhrus (Direktur Keuangan Koperasi Syariah BMI), Indo Yama Nasaruddin (Dosen FEB UIN Jakarta), Alwani (Ketua Dekopinda terpilih Kota Tangerang Selatan), Azhary Husni (VP Business Syariahcoin), dan Adinda Khodijah (Puteri Koperasi Mahasiswa Nasional 2025). Acara dipandu oleh Muhammad Irfan Mufid sebagai moderator.

Forum tersebut membahas beragam topik strategis mulai dari strategi membangun koperasi adaptif di era digital, transformasi kepemimpinan lintas generasi, hingga kolaborasi antara koperasi mahasiswa dan koperasi besar dalam memperkuat ekonomi nasional.
Melalui kegiatan ini, Kopma UIN Jakarta berharap dapat menumbuhkan kesadaran baru bahwa koperasi bukan organisasi tradisional, melainkan sistem ekonomi berbasis kebersamaan yang bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.
“Transformasi Kopma adalah bahtera asa untuk masa depan,” ujar Khairul Fahmi. “Kami ingin melahirkan generasi koperasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tapi juga memiliki jiwa sosial dan semangat gotong royong.” Pungkasnya (Nur/Humas)
