Direktur Keuangan Kopsyah BMI Dorong Transformasi Digital dan Kepemimpinan Lintas Generasi di Student Cooperative Summit 2025

Nasional

Jakarta, Klikbmi.com: Dalam Student Cooperative Summit 2025 yang digelar Koperasi Mahasiswa (Kopma) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (5/11), Makhrus, Direktur Keuangan Koperasi Syariah BMI, tampil sebagai salah satu narasumber utama. Ia hadir mewakili Presiden Direktur Koperasi BMI Group, Kamaruddin Batubara, yang pada saat bersamaan tengah menjamu Direktur Vivo.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Baca juga: https://klikbmi.com/kopma-uin-jakarta-gelar-student-cooperative-summit-2025-satukan-semangat-lintas-generasi/

Makhrus dimintakan moderator untuk menanggapi sub tema terkait Strategi Membangun Koperasi Adaptif dan Berdaya Saing di Tengah Ekonomi Digital. Ia menegaskan bahwa kunci eksistensi koperasi di masa kini adalah kemampuan beradaptasi terhadap perubahan zaman dan teknologi.

“Jika melihat ke belakang, Manusia bertahan sementara Dinosaurus punah itu karena kemampuan beradaptasi. Manusia bisa eksis karena mampu beradaptasi. Begitu juga koperasi. Di Koperasi BMI, kami mengikuti perkembangan zaman dengan memaksimalkan teknologi informasi dalam setiap aspek kerja,” ujarnya.

Makhrus menerima plakat sebagai narasumber, diserahkan oleh ketua panitia pelaksana acara.

Makhrus menjelaskan bahwa sistem manajemen di Koperasi Syariah BMI kini sudah berbasis digital. Para petugas lapangan telah dibekali tablet untuk melayani transaksi anggota secara daring, dan manajemen dapat memantau operasional koperasi melalui sistem online.

Selain itu, BMI juga telah meluncurkan BMI Mobile, aplikasi layanan digital yang menyediakan fitur setara perbankan modern. “BMI Mobile adalah bukti nyata inovasi kami. Ini menunjukkan koperasi mampu bersaing dengan lembaga keuangan lain dan tetap relevan di masa depan,” tambahnya.

Tak hanya bicara teknologi, Makhrus juga diminta moderator untuk menanggapi transformasi kepemimpinan koperasi agar relevan bagi anggota lintas generasi. Ia menekankan pentingnya transformasi kepemimpinan lintas generasi dan mengingatkan bahwa mahasiswa dan pemuda harus menjadi penerus estafet perjuangan koperasi tanpa menafikan peran para pendahulunya.

“Pemuda punya semangat dan ide baru, tapi belum punya pengalaman dan keahlian. Maka perlu jembatan antara generasi senior dan generasi muda agar koperasi bisa terus tumbuh, salah satunya dengan kegiatan talkshow ini karena ini adalah transfer knowledge” jelasnya.

Foto bersama usai acara

Ia mengingatkan agar kepemimpinan koperasi tidak dimonopoli oleh generasi tertentu. Semua anggota, muda maupun senior, harus bersinergi dalam semangat gotong royong. Di akhir penyampaiannya, Makhrus berpesan kepada mahasiswa agar terus berproses dan menjaga karakter di tengah tantangan zaman.

“Teman-teman Kopma mungkin merasa terbebani dengan kuliah, organisasi, dan biaya. Tapi percayalah, kalian sedang menyentuh dunia nyata. Jadilah generasi emas, bukan generasi cemas,” ucapnya.

“Gimana caranya? Berbagai hal harus kita capai, pikiran dan ilmu harus diraih tanpa mengesampingkan adab. Adab harus lebih tinggi daripada ilmu, jangan sampai merasa hebat karena lahir diera digital. Tapi adab terhadap teman, yang lebih mudah dan lebih tua harus digunakan. Networking akan terselenggara jika kita memiliki adab. Jika adab dikesampingkan, diabaikan. Indonesia emas bisa berubah menjadi Indonesia lemas”

Pernyataan tersebut mendapat sambutan hangat dari para peserta, menegaskan bahwa inovasi dan teknologi harus selalu berjalan beriringan dengan nilai-nilai moral dan etika dalam membangun koperasi masa depan. (Nur/Humas)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *