Tangerang, Klikbmi.com: Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) kembali menunjukkan komitmennya dalam mengentaskan kemiskinan melalui program Hibah Rumah Siap Huni (HRSH). Pada Selasa 3 Juni 2025, Kopsyah BMI melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan rumah untuk Ropiah (57 tahun), warga Kampung Utan Jati RT 03/03, Desa Kedaung Barat, Kecamatan Sepatan Timur, Tangerang.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Acara tersebut berlangsung lancar dan khidmat dengan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Camat Sepatan Timur Miftah Shuritho, Penjabat Kepala Desa Jati Mulya Andi Frengky, Binamas Kedaung Barat Jaelani, Babinsa Koramil Sepatan Andi, Kesra Desa Kedaung Barat Ali Akbar, Ketua RT setempat, warga sekitar, serta jajaran manajemen Kopsyah BMI, seperti Endang Samdawi (Manajer Area 01 Wilayah Tangerang), Hadi Sunandi (Manajer Cabang Sepatan), dan Sharwo Edi dari Tim ZISWAF.
Dalam sambutannya, Camat Miftah Shuritho mengapresiasi langkah Kopsyah BMI yang dinilai mampu menjawab persoalan kemiskinan secara nyata di tengah masyarakat.

“Berdasarkan data kami, masih banyak warga yang tergolong kurang mampu. Alhamdulillah, hari ini satu warga telah direspons. Kita doakan agar Koperasi BMI semakin berkembang, maju, dan mampu menularkan kesejahteraan kepada lebih banyak orang. Ini adalah bentuk gotong royong yang patut dicontoh,” ujarnya.
Program HRSH yang hingga hari ini telah diresmikan sebanyak 528 rumah merupakan inisiatif dari Ketua Pengurus Kopsyah BMI sekaligus Presiden Direktur Koperasi BMI Group, Kamaruddin Batubara. Komitmen pria yang akrab disapa Kambara itu terhadap pembangunan rumah layak huni bagi warga dhuafa lahir dari pengalaman pribadi yang menyentuh hati: rumah orangtuanya di kampung halaman dipelosok Sumatera Utara pernah dibangun ulang secara gotong royong oleh orang lain. Pengalaman itu meninggalkan jejak mendalam dan menjadi inspirasi kuat bagi Kambara untuk menghadirkan kembali semangat tolong-menolong melalui jalur koperasi.
“Ketika rumah orang tua saya yang sangat sederhana dibangun ulang oleh orang-orang baik, saya merasa seolah Allah sedang menunjukkan bagaimana kebaikan bisa lahir dari gotong royong. Kini, saya ingin menularkan kebaikan itu lewat koperasi,” ungkap kambara dalam berbagai kesempatan.
Potret keluarga Ropiah, Dimana ia adalah seorang janda yang kehilangan suaminya akibat stroke empat tahun lalu. Sejak saat itu, ia berjuang membesarkan tiga anaknya dengan kondisi ekonomi yang sangat terbatas. Kini, ia tinggal bersama dua anaknya yang belum menikah. Anak keduanya, Rohmin (30 tahun), bekerja sebagai petugas keamanan di sebuah perumahan dengan penghasilan sekitar Rp1,8 juta per bulan. Sedangkan anak bungsunya, Roni (25 tahun), bekerja sebagai buruh pasang tenda dengan penghasilan tidak tetap.

Keseharian keluarga ini penuh keterbatasan. Rumah mereka terbuat dari bilik bambu dengan atap genteng yang sudah banyak bocor. Sebagian lantai sudah dikeramik, namun dapur dan teras masih berupa tanah. Kamar mandi pun masih harus menumpang ke rumah kerabat.
Melalui program HRSH, Kopsyah BMI akan membangun rumah layak huni bagi Ropiah sekeluarga yang diperkirakan akan memakan waktu sebulan untuk Pembangunan hingga peresmian, sebagai bentuk nyata solidaritas anggota koperasi terhadap masyarakat dhuafa.
Program HRSH sendiri merupakan bagian dari kegiatan sosial ZISWAF (Zakat, Infaq, Sedekah, dan Wakaf) yang digalang dari kontribusi anggota dan karyawan Kopsyah BMI. Kehadiran program ini menjadi bukti nyata bahwa koperasi tidak hanya menjadi alat ekonomi, tapi juga sarana ibadah sosial untuk menebar kesejahteraan. (Nur/Humas)
