Para pembaca Klikbmi bisa membantu pembangunan HRSH Ibu Sari melalui rekening ZISWAF Kopsyah BMI Transfer ke BSI 7200320171 an. Benteng Mikro Indonesia. nomor Konfirmasi melalui 0811-8802-013.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Karawang, Klikbmi.com: Langit Karawang masih pucat ketika puluhan warga Kampung Sukaseuri mulai berdatangan ke halaman rumah reyot milik Sari. Di Desa Sarimulya, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang pagi itu bukan sekadar seremoni. Ada haru yang memenuhi udara, ada hidup baru yang sebentar lagi dimulai. Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) kembali membangun hibah rumah siap huni (HRSH), dan kali ini untuk Sari, perempuan sepuh berusia 74 tahun yang hampir seperempat hidupnya dihabiskan untuk merawat suami tercintanya.
Hidup Sari bukan cerita yang ringan. Suaminya, Acang terkena lumpuh, penglihatan kabur karena katarak, bertahun-tahun Acang hanya bisa mengandalkan istrinya untuk makan, mandi, hingga bergerak. Setiap hari, Sari menggandeng, memapah, mengangkat, dan meladeni. Semua tanpa keluh yang terdengar keluar. Ketujuh anak mereka hidup pas-pasan, hanya sesekali membantu sebisanya. “Kadang tetangga juga suka ngasih apa yang ada,” ujar salah satu warga.

Rumah mereka seburuk kabar kehidupan yang kerap datang: lantai tanah dingin, dinding tripleks yang nyaris bolong, atap yang rembes di mana-mana. Tak ada ruang yang betul-betul layak disebut rumah. Karena WC berada di luar, Acang memilih tidur di teras rumah agar mudah ngesot ke kamar mandi.
Namun hati Sari tetap luas. “Hidup harus dijalani pak,” katanya lirih. “Kasihan bapaknya kalau saya nggak sabar.” Kalimat sederhana itu cukup menjelaskan betapa perempuan ini telah lama berdiri sendiri di tengah badai hidupnya.
Saat batu pertama HRSH diletakkan, suasana berubah sendu. Warga yang hadir, terutama para ibu anggota Kopsyah BMI Cabang Kotabaru, menahan napas melihat Sari memeluk kedua tangannya sendiri seolah tak percaya bahwa rumah yang selama ini hanya ia impikan sedang dibangun di depannya.
“Terima kasih, Bapak… sudah mau membangun rumah saya,” ucap Sari, suaranya bergetar. Di dekatnya, suami dan anak-anaknya menunduk, matanya berkaca-kaca.

Kasi Pemerintahan Desa Sarimulya, Pandi, yang hadir dalam acara tersebut, menegaskan betapa besar manfaat program sosial Kopsyah BMI bagi warganya.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Kopsyah BMI. Untuk kesekian kalinya membantu warga kami, dan ini sangat kami rasakan,” ujarnya.
Ia menambahkan, program HRSH sejalan dengan program pemerintah dalam mengentaskan rumah tidak layak huni. “Kami sangat mengapresiasi. Program ini nyata dan langsung dirasakan warga, termasuk di desa kami ,” katanya.
Dari Kopsyah BMI, hadir Manajer Cabang Kotabaru Reza Firdaus dan Manajer Regional 05 Senoaji Purwanto. Keduanya menyaksikan langsung momen haru keluarga Sari. Putra-putri Sari pun berkumpul, duduk berdampingan, menggenggam harapan baru yang selama ini sulit mereka temui.
Kopsyah BMI tak sekadar membangun rumah. Mereka membangun kembali martabat, ruang aman, dan kehangatan keluarga yang selama bertahun-tahun tergerus keadaan.
Terpisah Direktur Utama Kopsyah BMI, Kamaruddin Batubara, menegaskan bahwa pembangunan HRSH untuk Sari yang merupakan warga non anggota adalah bentuk komitmen BMI untuk menghadirkan kepedulian sosial tanpa batas administratif. “Ketika melihat kondisi Ibu Sari dan suaminya, kami tidak bisa menutup mata. BMI hadir bukan hanya untuk anggota, tetapi untuk masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan,” terangnya.
Pria yang karib disapa Kambara itu menjelaskan bahwa kesulitan hidup yang dialami Sari dan Acang adalah potret nyata keluarga pra-sejahtera yang membutuhkan sentuhan kemanusiaan. “Rumah mereka sudah tidak layak, sementara kondisi kesehatan Pak Acang membuat kehidupan mereka semakin berat. Program HRSH ini adalah ikhtiar kami untuk mengembalikan martabat dan kenyamanan mereka,” ujarnya.

Kambara menambahkan bahwa HRSH bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga penegasan bahwa koperasi syariah memikul peran sosial yang sangat penting. “Kami ingin rumah ini menjadi simbol bahwa fungsi sosial koperasi harus hadir di tengah masyarakat, meski seseorang bukan anggota koperasi. Bahwa kemaslahatan harus dirasakan seluas-luasnya,” jelasnya.
Kambara juga menyampaikan apresiasi gotong royong anggota yang mendukung pembangunan HRSH melalui gerakan seminggu tiga ribu atau Gassiteru (Rp1.000 untuk infak dan Rp2.000 untuk wakaf) di rembug pusat. “Gotong royong adalah ruh koperasi. Semoga rumah ini membawa keberkahan dan memberikan kehidupan yang lebih layak bagi Ibu Sari dan keluarganya,” tutupnya. (Togar/humas)

