Rangkasbitung, Klikbmi.com: Militansi anggota Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) Cabang Wanasalam dan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, patut diacungi jempol. Sejak pagi, mereka rela menempuh perjalanan darat selama hampir tiga jam menuju Rangkasbitung demi menonton film The Sun Gazer: Cinta dari Langit.
Dengan menggunakan mobil elf, rombongan bergerak menyusuri jalan perbukitan di wilayah Banten Selatan. Perjalanan panjang itu mereka tempuh dengan antusias. Film karya Koperasi BMI Group bersama Warna Pictures ini dianggap bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari kebanggaan kolektif anggota BMI terhadap kiprah koperasinya.

Acara nonton bareng digelar di NSC Rabinza Rangkasbitung. Pada hari pertama penayangan, Kamis, 21 Agustus 2025, bioskop tersebut dipenuhi penonton yang sebagian besar merupakan anggota kopsyah BMI. Keesokan harinya, Jumat, 22 Agustus 2025, giliran cabang lain yang ikut memadati layar lebar.
Tercatat, sembilan cabang Kopsyah BMI secara serentak menjadikan NSC Rabinza sebagai pusat agenda nobar hari pertama pemutaran film tersebut. Di Rabinza, anggota sudah disambut PIC yakni Muhammad Latif dan Imam Arif Akhmadi untuk mengakomodasi anggota ke dalam bioskop. Kehadiran anggota bukan hanya simbol dukungan terhadap karya perfilman nasional, tetapi juga perwujudan semangat kebersamaan dalam tubuh koperasi.

Salah seorang anggota Kopsyah BMI asal Wanasalam, Herlina , mengaku terharu bisa menyaksikan film ini bersama rekan-rekan satu koperasi. “Kami merasa bangga karena koperasi yang selama ini menjadi tempat kami bernaung mampu menghasilkan karya besar seperti film ini. Perjalanan jauh terasa ringan karena ada kebersamaan dan rasa memiliki,” tutur Anggota Rembug Pusat Salmon tersebut.
Menurutnya, film The Sun Gazer tidak hanya menghibur, tetapi juga menghadirkan nilai-nilai perjuangan dan solidaritas yang dekat dengan kehidupan anggota koperasi. “Ada pesan moral yang bisa kami bawa pulang. Ini membuat kami semakin yakin dengan pilihan menjadi bagian dari Kopsyah BMI,” tambah Herlina.
Dari Bayah, anggota bernama Rosita menuturkan pengalaman berbeda. Ia mengaku baru pertama kali nonton bareng film di bioskop Bersama teman dan tetangga. “Rasanya luar biasa. Saya seneng, nggak menyangka bisa menonton film produksi koperasi sendiri di tempat seperti ini,” katanya dengan wajah berbinar. Keberangkatan anggota Cabang Bayah difasilitasi oleh Manajer cabang Jana Adnan.
Rosita menyebut, perjalanan jauh dari Bayah seakan terbayar lunas setelah menyaksikan alur cerita The Sun Gazer. Baginya, film ini berhasil membangkitkan rasa percaya diri bahwa koperasi mampu melahirkan karya besar yang diakui publik. “filmnya bikin nangis pak,” ujarnya.
Ia berharap pemutaran film ini bisa terus berlanjut di banyak daerah, sehingga semakin banyak anggota maupun masyarakat bisa mengenal kiprah Koperasi BMI. “Semoga film ini tidak berhenti di sini, tapi bisa ditayangkan di lebih banyak layar agar menginspirasi,” ucapnya.

Terpisah di Presiden Direktur Koperasi BMI Group, Kamaruddin Batubara, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas militansi para anggota, PIC bioskop dan para manajer cabang . Ia menyebut, kehadiran anggota hingga rela menempuh perjalanan jauh menjadi bukti nyata bahwa koperasi memiliki kekuatan sosial yang luar biasa.
“Kami sangat berterima kasih kepada seluruh anggota yang datang dengan penuh semangat. Militansi ini menjadi energi positif bagi kami untuk terus berkarya, tidak hanya di bidang pemberdayaan ekonomi, tetapi juga melalui karya budaya seperti film,” ujar pria yang akrab disapa Kambara tersebut.
Kambara menegaskan, film The Sun Gazer merupakan salah satu ikhtiar koperasi untuk memperluas inspirasi dan membangun narasi kebersamaan. “Koperasi lahir dari rakyat dan untuk rakyat. Dukungan anggota menjadi modal utama agar koperasi terus melangkah maju,” tandasnya. (Togar Humas)
