Tangerang, Klikbmi.com: Di tengah kondisi ekonomi dan dinamika kehidupan yang semakin kompleks pada tahun 2026, masyarakat dihadapkan pada berbagai tantangan yang menguji ketahanan hidup, baik secara ekonomi, sosial, maupun spiritual. Situasi tersebut turut menjadi perhatian dalam agenda Jumat Khidmat Koperasi BMI Group edisi Jumat (5/6).
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Dalam tausiyah yang disampaikan oleh Sarwo Edy selaku Anggota Pengawas Syariah Kopsyah BMI, seluruh insan koperasi diajak untuk memperkuat iman, mental, dan semangat ikhtiar dalam menghadapi kondisi zaman yang penuh tantangan. Mengusung tema “Jadilah Lebih Kuat, Karena Allah Lebih Menyukainya”, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa seorang mukmin tidak boleh mudah lemah dan menyerah terhadap keadaan.
Sarwo Edy menyampaikan bahwa kondisi ekonomi yang penuh tekanan saat ini tidak cukup dihadapi hanya dengan bertahan hidup semata. Dibutuhkan strategi, keteguhan hati, serta langkah nyata agar setiap individu mampu bangkit dan terus bergerak menghadapi tantangan kehidupan.
“Kalau kita lemah dalam bertahan dan membuat strategi, maka kita akan tergerus oleh ombak kehidupan,” ujarnya.
Dalam penyampaiannya, ia mengutip hadis Rasulullah SAW:
“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah. Namun, keduanya tetap memiliki kebaikan. Bersemangatlah atas hal-hal yang bermanfaat bagimu. Minta tolonglah pada Allah, jangan engkau lemah. Jika engkau tertimpa suatu musibah, maka janganlah engkau katakan: ‘Seandainya aku lakukan demikian dan demikian.’ Akan tetapi hendaklah kau katakan: ‘Ini sudah jadi takdir Allah. Setiap apa yang telah Dia kehendaki pasti terjadi.’ Karena perkataan law (seandainya) dapat membuka pintu syaithon.” (HR. Muslim No. 2664)
Menurutnya, hadis tersebut menjelaskan bahwa kekuatan seorang mukmin tidak hanya dimaknai sebagai kekuatan fisik, tetapi juga kekuatan iman, keteguhan diri, kesabaran menghadapi ujian, hingga kekuatan dalam memanfaatkan harta dan kemampuan untuk kebaikan.
Ia menuturkan bahwa seorang muslim diperintahkan untuk bersungguh-sungguh dalam mengusahakan sesuatu yang bermanfaat, disertai tawakkal dan memohon pertolongan kepada Allah SWT. Sebab, tanpa pertolongan Allah, segala usaha manusia tidak akan mencapai hasil yang diharapkan.
Selain itu, Rasulullah SAW juga mengingatkan umatnya agar tidak terjebak dalam kelemahan, kemalasan, dan kebiasaan menunda pekerjaan. Sikap lalai disebut sebagai lawan dari semangat, yang dapat menghambat seseorang dalam melakukan kebaikan dan menghadapi tantangan hidup.
Dalam tausiyah tersebut juga ditekankan pentingnya menerima setiap ketetapan Allah dengan penuh keikhlasan dan ridha. Ketika menghadapi musibah atau kegagalan, manusia tidak dianjurkan tenggelam dalam penyesalan dengan ucapan “seandainya”, melainkan harus meyakini bahwa semua yang terjadi merupakan bagian dari takdir Allah yang mengandung hikmah terbaik.
“Pilihan Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah kebaikan, meski yang terjadi tampak buruk menurut manusia,” jelasnya.
Lebih lanjut, Sarwo Edy mengajak seluruh insan Koperasi BMI dan pembaca Klik BMI News dimanapun berada untuk memahami bahwa segala sesuatu yang terjadi, baik berupa kebaikan maupun keburukan, merupakan ketetapan Allah SWT. Karena itu, terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan dalam menyikapi kehendak-Nya, khususnya ketika menghadapi kondisi sulit dan penuh tantangan.
Pertama, menjadi pribadi yang lebih kuat agar tidak mudah tergerus oleh ombak kehidupan. Kedua, bersungguh-sungguh dalam setiap usaha dengan membuat langkah-langkah konkret dan terarah. Ketiga, memperbanyak doa dan ibadah sebagai bentuk penguatan spiritual. Keempat, senantiasa meminta pertolongan kepada Allah SWT dalam setiap urusan kehidupan.
Kemudian yang kelima, tidak lemah dan tidak lalai dengan menghindari kebiasaan menunda pekerjaan. Dan yang keenam, menyerahkan seluruh hasil usaha kepada Allah SWT dengan penuh tawakkal serta menerima setiap takdir-Nya dengan hati yang lapang.
Melalui Jumat Khidmat kali ini, seluruh pembaca diharapkan mampu menjadikan nilai-nilai tersebut sebagai bekal dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan, sekaligus memperkuat semangat untuk terus berikhtiar, bertumbuh, dan memberikan manfaat bagi sesama. (Nur/Humas)
