Jakarta, klikbmi.com: Metro TV menganugerahkan Prominent Awards 2025 kepada Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (BMI) Banten sebagai Best Cooperative Innovation in Islamic Social Finance. Tidak hanya itu, Ketua sekaligus Presiden Direktur Koperasi BMI Group, Kamaruddin Batubara, juga meraih penghargaan kategori Best Leadership in Sharia Cooperative.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Penghargaan tersebut diserahkan pada Rabu (3/9/2025) di Grand Studio Metro TV, Jakarta. Ajang yang mengusung tema “Transformasi Indonesia, Dampak Nyata Indonesia Berjaya” ini merupakan kolaborasi antara Metro TV dan Salutee PT Cahaya Hati Sukses.
Direktur Utama Metro TV, Arief Suditomo menyebut acara ini menjadi panggung apresiasi bagi koperasi, BUMN, BUMD, swasta, tokoh kepemimpinan, serta program CSR–SDGs yang memberi kontribusi nyata bagi bangsa. Adapun kategori penghargaan yang diberikan meliputi Klaster Koperasi; Klaster BUMN, BUMD, dan Lembaga Negara; Klaster Swasta; Klaster Leadership; serta Klaster CSR–SDGs–Socioeconomic Impact.

Seleksi penerima penghargaan dilakukan melalui riset ketat bersama dewan juri lintas bidang, di antaranya Prof. Dr. Ricardi S. Adnan, M.Si. (pakar CSR & SDGs Universitas Indonesia), Prof. Dr. Istianingsih, M.S.Sk. (pakar akuntansi & good governance UBHARA), Intan Abdams Katoppo, S.Psi., MM. (mantan direksi BUMN dan swasta), Ir. Yuana Sutyowati, MM. (mantan Deputi Kementerian Koperasi & Dirut SMESCO), serta Arief Suditomo, SH, MA. (jurnalis senior dan Dirut Metro TV).
Menanggapi penghargaan tersebut, Kamaruddin Batubara atau akrab disapa Kambara, menegaskan inovasi yang diusung Koperasi Syariah BMI berfokus pada pelayanan berbasis pemberdayaan dan kegiatan sosial. “Ini sebagai wujud prinsip syariah, yaitu ketauhidan, keadilan, dan kesejahteraan bersama. Selain itu juga implementasi prinsip koperasi, tidak hanya aspek ekonomi, tapi juga sosial,” ujarnya.

Ia mencontohkan sejumlah program sosial yang dijalankan BMI, antara lain Hibah Rumah Siap Huni yang sudah mencapai 545 unit senilai Rp65 juta per unit, pembiayaan air dan sanitasi, serta puluhan kegiatan sosial lainnya.
Namun, Kambara tidak menutup mata terhadap tantangan dalam mengembangkan inovasi keuangan sosial syariah melalui koperasi. Menurutnya, tantangan terbesar adalah masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk berkolaborasi secara benar, kurangnya kejujuran, dan minimnya rasa kesetiakawanan.

Sebagai motivasi, penerima penghargaan Satyalencana Wira Karya dari Presiden RI tahun 2018 itu mengajak koperasi di Indonesia untuk terus berinovasi. “Mari kita wujudkan koperasi yang membanggakan masyarakat dan dicintai anggota sebagai upaya bersama pemerataan ekonomi menuju sejahtera bersama,” tegasnya. (Nur/Humas)
