Tangerang, Klikbmi.com: Langit Sukadiri pada Kamis (4/9) itu seakan ikut berbahagia. Di tengah kerumunan warga Kampung Gintung, Nuansa cerah bercampur air mata haru Marwah (63) menetes pelan. Perempuan yang sehari-hari berdagang makanan dengan penghasilan hanya Rp30 ribu hingga Rp40 ribu itu, kini akhirnya bisa bernapas lega. Rumah bilik yang nyaris roboh, tempat ia berteduh bersama anak dan menantunya, kini berganti menjadi rumah layak huni yang kokoh dan nyaman.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
Baca juga: https://klikbmi.com/rumah-bilik-hampir-roboh-marwah-akhirnya-terima-rumah-baru-gratis/
Selama ini, hujan selalu menjadi ketakutan. Atap rumahnya kerap bocor, dinding bilik lapuk dimakan usia, bahkan rumah harus ditopang bambu agar tidak roboh. Namun, doa-doa panjang yang dipanjatkannya, kini terjawab. Melalui program Hibah Rumah Siap Huni (HRSH) ke-546, Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) menyerahkan bantuan senilai Rp65 juta, hasil kolaborasi antara Kopsyah BMI senilai Rp 30 juta, PT Pantai Indah Kapuk Dua senilai Rp 30 juta, serta dukungan keluarga senilai Rp 5 juta.
“Alhamdulillah, saya tidak menyangka bisa punya rumah seperti ini. Allah menjawab doa saya melalui Kopsyah BMI, terimakasih juga Ibu-Ibu” tutur Marwah dengan suara bergetar, disambut tepuk tangan hangat para tetangga yang ikut berbahagia.

Hadir dalam acara tersebut Direktur Keuangan Kopsyah BMI Makhrus, Manajer Ziswaf Andi, Manajer Cabang Sukadiri Yusuf, serta Staf Ahli Bupati Tangerang bidang ekonomi pembangunan dan keuangan, Muhammad Sholahudin. Turut hadir pula Kepala Desa Gintung Amsuri, perwakilan Camat Sukadiri, Babinsa, Binamas, RT, RW, tokoh masyarakat, dan puluhan warga. Di balik kesederhanaannya, Marwah dikenal sebagai sosok yang rajin bekerja dan tak pernah menyerah pada keadaan. Kini, ia dan keluarganya tidak lagi harus berteduh di bawah atap bocor atau khawatir rumah roboh. Yang tersisa hanyalah rasa syukur, karena rumah baru itu bukan sekadar bangunan, melainkan simbol kasih sayang, kepedulian, dan gotong royong. (Nur/Humas)
