Tangerang, Klikbmi.com: Haru dan syukur menyelimuti wajah Murdiah (76), seorang ibu sepuh yang tinggal di Kampung Gelebeg, Desa Daon, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang. Selama bertahun-tahun ia bersama suaminya, seorang pemulung botol bekas, bertahan hidup di rumah reyot yang dindingnya rapuh, bocor kala hujan, bahkan ditopang kayu agar tak roboh. Namun, doa-doa panjang yang ia panjatkan akhirnya berbuah manis. Melalui Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI), Murdiah kini menerima Hibah Rumah Siap Huni (HRSH) gratis ke-551.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
Biaya pembangunan rumah tersebut mencapai Rp65 juta, dengan kontribusi infak dari anak-anak Murdiah sebesar Rp5 juta dan sisanya Rp60 juta ditanggung oleh Kopsyah BMI. Sebuah bukti nyata bahwa gotong royong, doa, dan solidaritas mampu menghadirkan keajaiban bagi mereka yang membutuhkan.
Acara penyerahan rumah berlangsung penuh kehangatan, dihadiri langsung oleh Casmita, Direktur Bisnis dan Pemberdayaan Kopsyah BMI, yang mewakili Presiden Direktur Koperasi BMI Group, Kamaruddin Batubara atau Kambara. Dalam sambutannya, Casmita mengenang kisah inspiratif Kambara yang pada masa kecilnya juga pernah tinggal di rumah tak layak huni di Sumatera Utara, hingga akhirnya seorang dermawan membangunkan kembali rumahnya. Kisah itu, kata Casmita, kini menjadi semangat lahirnya program HRSH yang telah menghadirkan 551 rumah gratis bagi masyarakat. Ia juga berharap kebaikan yang dilakukan oleh seorang dermawan untuk keluarga Kambara dimasa lampau, serta konsintensi Koperasi BMI membangun HRSH, dapat menular kepada penerima HRSH dan masyakarat pada umumnya untuk dapat membantu lebih banyak orang yang membutuhkan.

“Rumah Ibu Murdiah berdiri persis di samping masjid megah, tetapi tampak rapuh dan nyaris roboh. Kondisi inilah yang mengingatkan kita kembali pada cita-cita Pak Kambara, tidak boleh ada rumah tidak layak huni di sekitar rumah ibadah. Melalui infak dan kebersamaan, kita bisa mewujudkan keadilan sosial untuk sesama,” ujar Casmita.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa Kopsyah BMI tidak hanya hadir untuk melayani simpan pinjam, tetapi juga menghadirkan program sosial dan pemberdayaan. Casmita turut mengajak masyarakat Tangerang untuk bergabung menjadi anggota koperasi, menjauhi jerat judi online, pinjaman online, serta gaya hidup konsumtif melalui belanja online yang berlebihan. “BMI lahir di Tangerang, dan kami akan terus berjuang untuk masyarakat Tangerang,” pungkasnya.
Apresiasi pun datang dari berbagai pihak. Sekretaris Camat Rajeg, Deni Setiawan, menyampaikan rasa terima kasih atas kontribusi Kopsyah BMI. Hal senada juga disampaikan Muhamad Solehudin, Staf Ahli Bupati Tangerang Bidang Ekonomi Pembangunan dan Keuangan. “Dengan hadirnya Koperasi BMI, beban pemerintah menjadi lebih ringan. Mari berkolaborasi bersama koperasi untuk kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya, sembari mengingatkan warga untuk menjaga kebersihan rumah dan lingkungan.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Andi, Manajer Ziswaf Kopsyah BMI; Lia Mulyawati, Manajer Kopsyah BMI Cabang Rajeg; perwakilan Dinas Koperasi Kabupaten Tangerang Bambang Setyo; Sekretaris Desa Busaeri; Binamas; RT/RW; tokoh masyarakat; serta puluhan warga yang larut dalam kebahagiaan.
Kini, di usia senjanya, Murdiah tak lagi khawatir rumahnya roboh atau bocor setiap hujan. Ia bisa menutup hari dengan senyum lega, sembari mendoakan agar Koperasi BMI terus tumbuh, semakin maju, dan semakin banyak menebar manfaat bagi masyarakat luas. (Nur/Humas)
