Dari Teras Rembug Pusat hingga Wakaf Rp4 Juta: Kisah Lina, Mualaf yang Menemukan Ketenteraman Bersama Koperasi BMI

Edu Syariah

Lebak, Klikbmi.com: Siapa sangka, rasa penasaran seorang ibu rumah tangga bernama Lina, warga Kampung Maja, Desa Pasar Maja, Kabupaten Lebak, menjadi awal dari perjalanan spiritual dan ekonomi yang luar biasa. Anggota Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) ini kini tercatat telah berwakaf sebesar Rp4 juta, hasil konsistensinya menabung dan beramal melalui program Gerakan Sedekah Seminggu Tiga Ribu (Gassiteru).

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Kunjungi Website program sosial Koperasi BMI Group di situs berikut: https://ziswafbmi.com/

Lina bergabung dengan Kopsyah BMI pada 17 Januari 2018. Awalnya, ia hanya mendengarkan dari teras rumah ketika staf lapang BMI memberikan edukasi kepada anggota di rembug pusat tetangganya. “Saya cuma duduk di luar, penasaran saja. Lama-lama saya dengar penjelasan tentang koperasi, terus saya tertarik ikut jadi anggota,” kenangnya.

Sejak menjadi anggota, Lina telah menerima 10 kali pembiayaan, mulai dari program Mikro Mitra Usaha (MMU), Mikro Tata Cendekia (MTC), Mikro Mitra Multi Guna (MMG), Mikro Tata Griya (MTG) hingga Mikro Mitra Mandiri (MMM). Ia mengaku, berbagai program pembiayaan itu sangat membantu meningkatkan taraf hidup keluarganya.

Kini, meski kesehariannya diisi dengan mengasuh cucu dan membantu ekonomi keluarga dari usaha kecil, Lina tetap istiqamah berwakaf. Ia rutin menyerahkan Rp10 ribu setiap minggu untuk wakaf, dan menyalurkan infak antara Rp2 ribu hingga Rp5 ribu, jauh melampaui nominal minimal program Gassiteru yang hanya Rp3 ribu per minggu.

Edi Sarwo Tim Ziswaf Koperasi Syariah BMI mengunjungi kediaman Lina, rumah yang ditempati Lina saat ini juga dibangunkan oleh Divisi Konstruksi Koperasi Jasa BMI melalui pembiayaan Koperasi Syariah BMI berupa produk pembiayaan Mikro Tata Griya (Rumah Tanpa DP)

“BMI itu lembaga yang bagus, wakafnya dikelola sendiri dan manfaatnya jelas. Saya dapat banyak manfaat dari koperasi ini, makanya saya ingin terus ikut berwakaf,” ungkap Lina saat ditemui Tim Ziswaf Kopsyah BMI, Edi Sarwo, yang menyerahkan sertifikat wakaf senilai Rp4 juta miliknya.

Perjalanan hidup Lina tak selalu mudah. Ia lahir di Lampung tahun 1968, dan menjadi mualaf pada 1985 setelah menikah dengan pria asal Maja, Tangerang. Sebagai perantau dan mualaf, awal kehidupannya penuh perjuangan. Namun ia meyakini, sedekah dan keyakinan pada janji Allah menjadi kunci keteguhan hatinya.

“Waktu itu saya pernah cuma punya uang sedikit, tapi saya sedekahkan ke pengemis. Guru saya dulu bilang, ‘kalau jadi mualaf, Allah akan mudahkan rezekimu’. Dan betul, nggak lama saya malah dapat bantuan lebih besar dari orang lain,” tuturnya sambil tersenyum.

Menurut Lina, kebaikan yang ia lakukan terasa hingga ke anak-cucunya. “Anak saya kayak selalu dimudahkan urusannya. Saya yakin, kebaikan yang kita tebar itu menular,” ujarnya penuh keyakinan.

Saat ditanya apakah berwakaf membuat rezekinya lancar, Lina menjawab dengan tenang. “Rezeki itu kadang lancar, kadang seret. Tapi dengan saya konsisten bersedekah dan berwakaf di BMI, hidup saya jadi tenang,” ujarnya mantap.

Presiden Direktur Koperasi BMI Group, Kamaruddin Batubara, menyampaikan apresiasinya terhadap keteladanan anggota seperti Lina. Menurutnya, wakaf bukan hanya ibadah sosial, tetapi juga jalan menuju keberkahan dan kemandirian ekonomi umat.

Lina berfoto didepan rumahnya memegang sertifikat Wakaf yang telah ia lunasi dari program Gassiteru senilai Rp 4 Juta hingga lembaran sertifikat wakaf yang ia terima sebanyak 4 lembar.

“Ibu Lina menunjukkan bahwa wakaf tidak harus menunggu kaya. Dengan ketulusan dan konsistensi, sekecil apa pun yang kita sisihkan bisa menjadi amal jariyah yang tak terputus. Inilah semangat yang ingin kita tanamkan di seluruh anggota koperasi,” ujar Kambara.

Ia menegaskan, semangat berwakaf di Koperasi BMI terbuka untuk semua kalangan, tanpa batas status sosial maupun ekonomi.

“Kami ingin membangun budaya wakaf produktif yang menyejahterakan. Karena melalui wakaf, umat bisa mandiri dan membantu sesamanya secara berkelanjutan,” tambahnya.

Koperasi BMI membuka kesempatan bagi siapa pun yang ingin ikut berwakaf. Saat ini, Koperasi BMI memiliki empat program wakaf melalui uang, yaitu Wakaf Sawah Produktif, Wakaf Sekolah Islam, Wakaf Masjid, serta Wakaf Rumah Sakit Gratis atau Bayar Seikhlasnya. Melalui program ini, setiap rupiah yang diwakafkan akan dikelola secara produktif untuk memberikan manfaat berkelanjutan bagi umat. (Nur/Humas)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *