Tangerang, Klikbmi.com: Penunjukan Sarwo Edi sebagai Anggota Pengawas Syariah Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (BMI) Group menjadi salah satu momen yang mengejutkan dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 yang digelar pada 22 Januari 2026 di Aston Cimone Hotel & Convention Center, Tangerang.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Edi dilantik sebagai Anggota Pengawas Syariah yang berada di bawah kepemimpinan Dr. Hendri Tanjung selaku Ketua Pengawas Syariah, menggantikan Ustadz Muhammad Gunawan Yasni yang mendapat amanah baru di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Mengomentari penunjukan tersebut, Edi mengaku tidak pernah membayangkan akan mengemban amanah strategis itu.

“Terus terang saya kaget, benar-benar nggak nyangka. Karena memang nggak ada kepikiran ke situ sama sekali, terimakasih atas kepercayaan Anggota, pengurus dan pengawas, khususnya bapak Kamaruddin Batubara yang telah menyetujui saya dilantik sebagai anggota pengawas syariah, ” ujarnya. Ia menegaskan bahwa proses penunjukan itu datang secara tiba-tiba dan di luar ekspektasinya.
Meski demikian, Edi memandang kepercayaan tersebut sebagai amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Ia menilai Koperasi Syariah BMI saat ini telah berada pada posisi yang sangat baik, bahkan telah diakui sebagai role model koperasi syariah di tingkat nasional.
“BMI ini sudah menjadi rujukan. Bahkan Pak Menteri dan Kementerian Koperasi pernah menyampaikan, ketika membuat program magang koperasi syariah, banyak koperasi dari berbagai daerah dibawa belajar ke BMI. Itu menunjukkan bahwa BMI sudah diakui dan terbukti sebagai role model koperasi syariah di Indonesia,” ungkapnya.
Menurut Edi, pencapaian tersebut patut disyukuri, namun sekaligus menuntut seluruh insan BMI untuk terus “memantaskan diri”. Ia menekankan bahwa kesyariahan tidak boleh berhenti pada aspek akad semata, melainkan harus tercermin dalam perilaku dan kehidupan sehari-hari.
“Kesyariahan itu bukan hanya soal akad. Tapi bagaimana pengurus, pengawas, pengelola, sampai anggota, menjalankan nilai-nilai syariah dalam kehidupan sehari-hari, usahanya, ibadahnya, kepedulian sosialnya, hingga keimanannya,” jelasnya.

Ia menambahkan, penguatan literasi dan edukasi syariah menjadi pekerjaan rumah penting bagi koperasi. Menurutnya, pemahaman anggota terhadap akad yang dijalankan harus sejalan dengan kesyariahan lembaga.
“Jangan sampai BMI sudah menjalankan akad syariah dengan benar, tapi anggotanya belum paham dan masih menyamakan kita dengan lembaga ribawi. Itu yang harus kita luruskan melalui pendidikan dan literasi yang lebih mendalam,” tegasnya.
Edi juga menyinggung pentingnya pembangunan spiritual anggota. Ia mengingatkan hasil kajian dari mahasiswa IPB University sebelumnya yang menunjukkan masih adanya anggota dengan tingkat spiritualitas yang rendah, sehingga ke depan dibutuhkan pendekatan yang lebih komprehensif.
“Harapannya, kesyariahan itu hidup. Tidak hanya di akad, tapi juga di keseharian. Kalau lembaganya benar, karyawannya benar, dan anggotanya juga menjalankan dengan benar, maka ketemu plus dengan plus. Insya Allah koperasinya maju dan anggotanya sejahtera,” ujarnya optimistis.
Sarwo Edi bukan sosok baru di lingkungan Koperasi Syariah BMI. Ia bergabung sejak akhir 2018 sebagai Tim ZISWAF dan telah bergerilya ke sekitar 85 persen wilayah pelayanan Koperasi Syariah BMI di berbagai daerah.

Lahir di Jepara pada 19 Mei 1990, Edi menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Jepara sebelum melanjutkan pendidikan di Pondok Pesantren Darussalam Gontor. Ia meraih gelar sarjana dari Institut Studi Islam Darussalam (ISID) Gontor, yang kini bernama Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, dan menyelesaikan pendidikan magister ekonomi syariah di Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor.
Pada jenjang magister, Edi secara khusus mendalami berbagai disiplin penting dalam ekonomi dan keuangan syariah, antara lain dasar-dasar ekonomi Islam, tafsir dan hadis maudhu’i ekonomi syariah, etika bisnis Islam, filsafat dan ekonomi syariah, perbankan dan lembaga keuangan syariah, fiqh muamalah, keuangan publik, fiqh zakat, serta manajemen akuntansi dan keuangan zakat.
Dengan latar belakang akademik yang kuat serta pengalaman panjang di bidang zakat, infak, sedekah, dan wakaf, pelantikan Sarwo Edi sebagai Anggota Pengawas Syariah di bawah kepemimpinan Hendri Tanjung diharapkan mampu semakin memperkuat komitmen BMI dalam menjaga dan mengembangkan nilai-nilai syariah secara menyeluruh, baik dalam sistem, akad, maupun praktik kehidupan sehari-hari.
“Insya Allah, ketika kesyariahan dijalankan secara utuh oleh lembaga dan anggotanya, BMI tidak hanya akan tumbuh besar secara kelembagaan, tetapi juga membawa keberkahan,” pungkasnya. (Nur/Humas)
