Gerak Cepat Respons Banjir Pamanukan, Kopsyah BMI Salurkan Santunan Lewat DKUPP Subang

BMI Corner

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

SUBANG – Ajakan solidaritas yang tertuang dalam surat himbauan Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Subanguntuk membantu korban banjir Pamanukan langsung direspons pelaku koperasi. Salah satunya Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) yang menyalurkan bantuan bagi korban banjir Pamanukan.

Pada Jumat (6/2/2026), Kopsyah BMI menyerahkan santunan sebesar Rp2 juta melalui DKUPP Kabupaten Subang. Penyerahan bantuan dilakukan sebagai bentuk kepedulian sosial koperasi terhadap bencana yang berdampak pada masyarakat.

Bantuan tersebut diserahkan oleh Manajer Regional V Kopsyah BMI Senoaji Purwanto bersama Muhammad Sepul serta Manajer Cabang Purwadadi Rizky Apriama. Santunan diterima langsung oleh Pengawas Koperasi Ahli Muda Andri Bangkit dan Pengawas Koperasi Ahli Pertama Haris Al Khoeri, SE.

Senoaji menerangkan, bantuan tersebut merupakan amanah dari anggota Kopsyah BMI. Karena itu, BMI terus berupaya memastikan kepedulian sosial tetap berjalan meski wilayah terdampak bukan area layanan langsung koperasi.

“Ini amanah anggota Koperasi BMI. Walaupun di Pamanukan kami belum memiliki kantor pelayanan, tetapi sebagai koperasi dan juga kebijakan para pengurus kami tetap hadir membantu masyarakat yang terdampak,” ujarnya.

Langkah Kopsyah BMI dinilai sejalan dengan semangat gotong royong yang sebelumnya disampaikan DKUPP Subang dalam surat himbauan kepada seluruh koperasi di wilayah tersebut. Pemerintah daerah berharap koperasi ikut ambil bagian meringankan beban korban banjir, baik melalui bantuan dana maupun bantuan kebutuhan lainnya.

Direktur Utama Kopsyah BMI Kamaruddin Batubara menegaskan, koperasi tidak hanya berorientasi pada penguatan ekonomi anggota, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial kepada masyarakat luas. Menurutnya, keberadaan koperasi harus memberi manfaat nyata, terutama saat masyarakat menghadapi situasi darurat.

Ia menyebut, bantuan yang disalurkan merupakan bagian dari nilai dasar koperasi yang menjunjung tinggi kebersamaan dan solidaritas sosial. Kamaruddin menilai, kepedulian terhadap bencana merupakan wujud nyata semangat ta’awun atau saling tolong-menolong dalam prinsip ekonomi syariah.

“Kami ingin koperasi hadir sebagai solusi, bukan hanya untuk pembiayaan anggota, tetapi juga untuk membantu masyarakat ketika menghadapi kesulitan. Ini bagian dari komitmen sosial Kopsyah BMI,” tegasnya.

Pengawas Koperasi Ahli Pertama DKUPP Subang Haris Al Khoeri mengapresiasi langkah cepat Kopsyah BMI dalam merespons himbauan pemerintah daerah. Menurutnya, kepedulian tersebut menjadi contoh nyata peran koperasi sebagai penggerak ekonomi sekaligus kekuatan sosial di tengah masyarakat.

Ia menambahkan, sinergi antara koperasi dan pemerintah daerah sangat dibutuhkan, terutama saat terjadi bencana yang berdampak luas. Haris berharap langkah Kopsyah BMI dapat menginspirasi koperasi lain untuk ikut bergerak membantu masyarakat terdampak banjir.

Respons cepat Kopsyah BMI menunjukkan peran koperasi tidak hanya bergerak di sektor ekonomi anggota, tetapi juga memiliki fungsi sosial dalam membantu masyarakat saat terjadi bencana.

Ke depan, sinergi antara koperasi dan pemerintah daerah diharapkan semakin kuat, terutama dalam merespons kondisi darurat sosial yang membutuhkan kehadiran lembaga ekonomi kerakyatan.

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *